51 — Ucapan Selamat

1056 Kata
Hidup memang penuh tebakan, kejutan-kejutan yang ada selalu memberikan dua opsi, menjadikan berani atau putus asa. Tapi yang pasti, hidup memang harus dipersiapkan dengan baik. Selain itu hal yang mengejutkan kerap kali dapat didapatkan dengan sebuah keputusan. Baik keputusan yang matang atau yang impulsif. Semua memiliki hasil yang membuat pemilih keputusan itu dapat menjadikan pelajaran dan pengalaman. Banyak sekali makna yang bisa diambil dalam sebuah keputusan. Baik itu keputusan yang salah maupun keputusan yang sudah benar. Dari semua keputusan yang diambil selalu ada pengalaman yang dibuat. Seperti Yara dan Daru. Daru mungkin sudah menerima apapun hasil dari keputusannya, namun Yara tidak. Gadis itu awalnya menolak dengan pilihan Daru tentang go public, banyak sekali resiko yang ia terima dan ia juga tidak bisa membayangkan bagaimana jika semua orang mengenalnya. Dampak-dampak yang Yara pikir ia tidak mampu ia terima. Banyak gadis akan semakin gencar membencinya. Yara tidak punya mental sekuat Daru, ia merasa ini sebuah keputusan yang buruk. Siang ini, Yara menyadari satu hal. Meski resiko yang ia pikirkan akan terjadi, tapi paling tidak kejujuran adalah yang paling baik. Yara tidak lagi perlu takut apabila ada yang menentang kedekatannya. Yara tidak perlu menjaga jarak dengan Daru dan yang paling membahagiakan adalah betapa ia disayang-sayang sebagai perempuan idaman oleh artis seganteng Daru. Meski Seruni tidak sebaik yang mereka harapkan, paling tidak dua pembully itu tidak mengganggunya lagi. Setelah kalah berbicara, Seruni memilihkan meninggalkan mereka dengan cara tidak terhormat. Masih ada kata-k********r yang keluar dan mereka mereka mengabaikannya. Bukankah Seruni hanya ingin sebuah pengakuan? Maka cara terbaik adalah membiarkannya hidup tanpa respon. Berbeda dengan Nera dan Bela. Mereka lebih memilih meminta maaf pada Yara karena telah termakan berita palsu bahwa Yara yang genit dan gencar mengejar Daru. Padahal Yara sendiri adalah orang yang baik, ia tetap memaafkan dua gadis itu meski Yara sempet sedih juga dulu ketika di bully. “Sekali lagi gue minta maaf ya Ra. Gue harap dengan kejadian kemarin membuat gue belajar banyak hal bahwa nggak semua kebaikan diraih dengan cara menindas orang yang buruk.” Nera mengatakan hal itu dengan malu. Sebagai orang dewasa ia harus lebih bisa bertanggung jawab. “Iya kak, terima kasih juga ya udah minta maaf.” Yara malah mengatakan hal dengan lebih baik lagi. Membuat lawan bicaranya semakin canggung. Kenapa harus menyebutkan kata terima kasih, bukankah untuk meminta maaf sudah sebuah hal kewajiban. Daru sendiri juga diam-diam melirik kekasihnya, bangga. “Gue salut banget sama lo. Lo bisa menjadi orang yang baik, Lo maafin gue bahkan disaat gue udah jahat banget sama lo. Dan lagi, gue yakin Daru Han nggak salah milih lo jadi only one girl.” ucapan Nera benar-benar keluar dari hatinya yang paling dalam. Daru tersenyum, “Thanks ya Ra. Gue nggak bakal ngelupain pujian lo.” “Apa yang diucapkan Nera, gue juga setujui. Ra, meski gue ngefans berat sama pacar lo. Tapi tenang aja, gue percaya lo untuk jadi pendamping Daru. Percaya deh, kalian bakal jadi pasangan yang baik.” Bela ikut mengimbuhi. “Bela, gue bangga banget punya fans kayak lo. Thanks yaa!” Bela merona, malu dipuji oleh Daru. “Kalau gitu, boleh nggak Ru, minta follback. Gue udah ngefollow lo setahun lebih tahu.” Nera langsung menepis ucapan Bela, “Ih, apaan sih lo Bel, kekanak-kanakan banget.” sebagai mahasiswa semester atas, dia merasa hal itu nggak perlu dibahas. Daru Han memang artis, tapi mereka adalah kakak tingkat. “Nggak papa kali. Apa i********: lo?” respon Daru dengan hangat. Sontak Bela langsung heboh, dia menepuk-nepuk pundak Nera dengan gemas, antusias bukan main. Nera mendadak juga dibuat iri. “Ru, punya gue juga dong. Meski gue baru follow lo tiga bulan.” “Boleeeh.” Daru melayani mereka dengan baik. “Tadi ajaa nggak mau. Sekarang malah ikut-ikutan.” cibir Bela. Wajahnya senang sekali karena baru saja difollback sama artis kampus ini. Pasti sebentar lagi, Bela bakal dijadikan pembahasan di lingkungannya karena mendapatkan fan service dari Daru. Mana ekslusif lagi. Yara yang menyaksikan kedua senior itu juga ikut senang. Mungkin mereka pernah melakukan kesalahan di masa lalu, tapi mereka adalah orang-orang baik sekarang. Mereka mengakui kesalahan dan mau menjadi manusia yang lebih baik lagi. Bukankah yang baik bukan seseorang yang tidak pernah salah, tapi adalah orang yang selalu memperbaiki dalam kesalahannya. Jika dulu Yara selalu merasa kecil hati dan cemburu tiap kali Yara melihat Daru melakukan fan service, tapi kali ini rasanya berbeda. Yara merasa di segala ramah tamah yang Daru berikan, ia tetaplah kekasihnya. Ternyata benar, sebuah validasi itu memberikan rasa ketenangan.  Tak hanya Nera dan Bela. Respon-respon baik juga keluar dari teman sekelas. Ketika Yara dan Daru masuk kelas semuanya langsung bersorak riang. Riangnya melebihi bagaimana dulu Daru Han dinobatkan menjadi artis nomor satu. Braga langsung memeluk Daru dengan bangga. “Proud of you Sobat.” ucapnya penuh dengan keakraban. Banyak kaum hawa yang langsung iri dengan Braga. Ketua kelas paling beruntung kalau kata mereka. “Gue tahu, lo melalui banyak hal hingga akhirnya memutuskan ini.” Braga memang salah satu orang yang tahu kabar ini, tapi tetap saja mengejutkan juga ketika Daru melakukan go public sekarang. Rasanya seperti menyenangkan sekaligus menantang. Setelah pertengkaran dingin kemarin, Daru dapat mendapatkan hati Yara kembali. Itu bagian terhangatnya. Benar-benar menghangatkan. Mungkin benar, Braga sepemikiran dengan Yara soal go public, ia juga takut jika ternyata hanya akan mendapatkan banyak resiko dari pada kebaikannya. Tapi, memang nggak selamanya buruk. Teman sekelas mereka banyak memberi respon senang dan bahagia. Karena memang, Yara adalah gadis yang pantas. “Raaaa! Lo benar-benar beruntung banget sih bisa dapat Daru.” Brillia menggamit Yara. Menampakkan wajah iri sekaligus senang. “Gue Bril, yang harusnya beruntung bisa dapetin Yara.” sanggah Daru. “Meleyot banget gue, jadi pengen punya ayang!” Siapa yang nggak meleyot jika dibanggakan di depan banyak orang. Sejak tadi d**a Yara dipenuhi dengan kupu-kupu, ucapan manis yang Daru katakan di depan orang lain membuat kepercayaannya meningkat. Tanpa sadar membuat Yara yakin bahwa ia memang layak untuk berdampingan dengan Daru. Sapa dan ucapan hangat dari teman-teman dekat Yara membuatnya yakin bahwa ia akan dapat menjalani ini dengan baik. Daru juga senang, akhirnya ia bisa menghirup udara dengan segar. Dan semoga juga, infotainment tidak memburunya dengan keterlaluan hingga berdampak mengorek-ngorek informasi Yara. Jujur saja itu masih menjadi perasaan yang menggangu hatinya. Memang iya, Yara bisa mendapatkan posisi yang baik, tapi resiko itu tidak mudah. •••
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN