Sesampai di kamar, aku langsung membaringkan Maisa di tempat tidur, lalu mengganti baju yang ia kenakan dengan baju tidur yang lebih longgar. Maisa sepertinya benar-benar sudah mengantuk. Tidurnya sama sekali tidak terpengaruh ketika pakaiannya kuganti. Bahkan ketika beberapa bagian tubuhnya aku bersihkan dengan tisu basah, ia tetap bergeming. Selesai membersihkan Maisa, aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sendiri, berwudhu lalu menunaikan shalat isya yang tertunda. Setelah shalat, aku langsung merebahkan diri di samping Maisa. Melihat ponsel, scroll berbagai sosial media sebelum tidur seolah sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihilangkan dariku. Refleks aku mengambil benda itu dari dalam tas, lalu mulai berselancar, mengabaikan pesan Mas Rashad agar aku langsung tidur d

