26. Diam-Diam Perhatian

1219 Kata

Uhuk! Seketika aku tersedak mendengar kalimat yang baru saja ia ucapkan. Aku terbatuk hingga nyaris tidak berhenti. Dadaku bahkan terasa sakit dan mataku berair. "Kamu enggak apa-apa, Ke? Minum dulu." Ia beranjak menuju kursiku yang berada tepat di hadapannya sambil mengulurkan gelas berisi air putih yang sebenarnya terletak tidak jauh dariku. Aku meraih gelas yang dia ulurkan, lalu meneguk isinya perlahan. Hingga setelah beberapa lama, batukku mereda walaupun belum benar-benar tuntas. Setelah melihat keadaanku membaik, laki-laki itu duduk kembali di kursinya. "Maaf, sudah membuat kamu terkejut," ucapnya dengan raut tampak bersalah. Aku tidak menjawab, terdiam oleh rasa syok yang luar biasa. Makanan di piring seketika tidak ingin kusentuh lagi. Rasanya seperti tidak sanggup untukku m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN