Seperti yang sudah kuduga, Maisa tidak ada di toko. Semua karyawan tidak ada yang meninggalkan pekerjaan mereka, kecuali hanya sebentar untuk ishoma atau mengantar barang. Laki-laki yang Ibu sebutkan tadi sudah pasti bukan karyawan tokoku, tetapi orang yang sengaja mengaku-ngaku. Lagi pula, para karyawan selain bagian keuangan dan administrasi, pakaian mereka cenderung lusuh sebab selalu berhubungan dengan bahan-bahan bangunan yang berat atau berdebu. Mereka tidak akan berpakaian rapi dan necis. Entah siapa laki-laki itu? Ada masalah apa dia dengan Maisa atau denganku? Rasa-rasanya aku tidak punya masalah dengan orang lain. Satu-satunya masalah yang kupunya adalah dengan Mas Reksa. Tapi tidak mungkin itu Mas Reksa. Ibu pasti mengenalinya dengan baik. Lagi pula, untuk apa dia mengambil

