Nando melangkahkan kakinya seperti orang kesetanan. Wajahnya basah. Matanya memerah. Rambutnya pun acak-acakan. Napas anak itu semakin memburu. Dengan sekali hentakan kaki, pintu rumahnya terbuka dengan sangat keras. Kedua kaki Nando melangkah lebar-lebar. Keringatnya sudah sampai di mana-mana. Wajahnya memanas. Jantungnya berdetak dengan kencang. Kepalanya seakan hendak pecah karena banyaknya pertanyaan yang menguasainya. "Mama!" Suara berat Nando menggelegar begitu kerasnya. Paru-parunya seperti terhimpit akibat napasnya yang tercekat di tenggorokan. Kedua tangannya terus terkepal erat hingga kuku-kuku tangannya tampak memutih. Nando langsung menahan langkahnya saat menemui kedua orangtuanya yang tengah berpelukan di ruang tengah. "Nando!" Pak Burdi tampak gembira melihat keberadaan

