BAB 23 PINDAH KAMAR

1235 Kata

Sore ini, Lessa duduk seorang diri di ruang tunggu. Kedua kakinya mengayun ringan, menunggu namanya dipanggil masuk ke ruangan. Sesekali tangannya saling mengusap untuk memberikan kehangatan akibat angin dari pendingin ruangan yang mulai menusuk-nusuk kulitnya yang terbuka. "Lessa Calya." Kepala Lessa menegap. Tersenyum manis pada wanita muda yang berdiri di ambang pintu untuk menyuruhnya masuk. Lessa beranjak dari sana, kakinya mengayun ringan memasuki ruangan dingin dan putih yang menjadi rutinitasnya untuk kemoterapi. Lessa langsung membaringkan diri pada brankar. Dilihatnya dokter Paulus yang berjalan mendekat ke arahnya. "Bagaimana kondisi kamu satu Minggu ini?" tanya dokter Paulus sembari memeriksa detak jantung Lessa. Lessa tersenyum tipis. Namun sorot matanya terlihat jelas ji

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN