Lessa membuka kedua matanya dengan perlahan. Dan hal pertama yang ia lihat adalah sosok kakak tirinya berdiri menyender di pinggir pintu yang terbuka. Seketika itu Dika menegapkan diri cepat-cepat seolah habis kepergok mencuri mangga. Lessa mengubah posisinya menjadi duduk dan bersandar di kepala kasur. Dahinya terlihat sedikit berlipat memandang kakaknya itu. "Ngapain lo di sini?" tanya Dika keheranan. Memandang isi ruangan asing di matanya yang telah tertata rapi. "Tidur," jawab Lessa singkat. "Kak Dika sendiri ngapain berdiri di sana?" "Napas." Bibir Lessa langsung mendengus kesal mendengar itu. "Ngapain lo pindah ke ruangan ini? Apa jangan-jangan lo udah ketemu hantu di kamar atas?" Hardik Dika dengan wajah penasaran. "Hah? hantu?" Lessa membeo. Lipatan di dahinya semakin berlap

