BAB 25 PENYESALAN

2692 Kata

Proses evakuasi jenazah Ellis membutuhkan waktu hingga dua jam lebih. Kabar ada seorang wanita tewas gantung diri membuat seluruh penghuni apartemen geger dan heboh. Orang-orang padat merayap di depan pintu nomor sembilan. Jenazah Ellis tidak langsung dipulangkan, melainkan ditahan di rumah sakit untuk menjalani proses otopsi. Lessa, Dika, Dimas dan Bimo duduk termenung pada kursi besi rumah sakit. Dari keempat orang itu, Dimas yang terlihat paling buruk. Wajahnya telah basah dengan rambut yang acak-acakan. Hidung dan matanya tampak memerah dan sembab. Lessa terus mengusap bahu papanya untuk memberikan sedikit kekuatan verbal. Sementara Dika terlihat dingin dan tak ada satu pun air mata yang menetes dari kelopaknya. "Ini salah, Papa ... Seharusnya Papa lebih bisa ngerti dia. Pasti dia g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN