BAB 26 PAIN

2841 Kata

Keesokan paginya, Lessa, Dika, Dimas, Bimo, Mira, dan beberapa perawat rumah sakit beserta pihak kepolisian berdiri termenung menatap gundukan tanah yang masih basah. Dimas memang menghentikan proses autopsi, dia hanya mau istrinya untuk segera dikebumikan. Dia tidak mau mendiang istrinya itu menderita lagi dan lagi. Satu per satu orang mulai meninggalkan tempat pemakaman. Angin dingin dari barat menerpa tubuh orang-orang yang tersisa di sana. Mengibarkan rambut beserta ujung-ujung pakaian mereka. Menggoyangkan daun-daun di pepohonan dan menggugurkan dedaunan yang tak lagi kokoh di tempatnya. Wangi pekat tercium dari sari kembang Kamboja yang mengelilingi pemakaman. Lessa mendekap erat-erat pigura yang menampakkan wajah cantik Ellis di balik sebuah kaca. Memperlihatkan seorang wanita yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN