Deg! Jantung Dika seperti berhenti berdetak. Sepasang matanya diselimuti kaca bening. Kedua lututnya seperti ditebas. Bibirnya terbuka. Seluruh tubuhnya langsung terasa lemas tak bertulang. Nando terhenyak linglung. Tubuhnya bahkan nyaris ambruk jika tidak ditahan oleh Zikri dan Ara. Air matanya langsung jatuh menetes membasahi kedua pipinya. Bimo terdiam. Menatap tak percaya pada Dimas yang tengah menangis terisak. Ponsel Dimas bergetar. Dia pun mengambilnya. Melihatkan nama asisten pribadi yang tengah menghubungi dirinya. Dimas pun meletakkan benda pipih itu di kupingnya lantas menjawab. "Batalin semua rapat yang ada! Anak saya lagi sakit." "Saya gak peduli! Apapun itu saya gak peduli! Saya hanya memikirkan anak saya!" Dimas tampak emosi membentak-bentak orang di seberang sana. Sep

