"Ngapain lo masih di sini?" Dika berkata sinis sekali pada seseorang yang satu-satunya memakai seragam sekolah di ruangan ini. Yang merasa disindir itu mengangkat kepalanya dan menjawab dingin, "Jagain Lessa." "Cih!" Dika berdecih acuh. Menempatkan diri untuk duduk di sofa sana. Kedua tangannya bersidekap. Kaki kanannya ia angkat menumpu di kakinya yang lain. Sorot matanya dipasang tajam sekali. Seperti terusik akan kehadiran orang itu. "Perhatian amat. Lo siapanya Lessa?" "Pacarnya." Sepasang mata Dika langsung terbelalak. Begitu juga dengan Lessa yang melotot kaget. "Em ... Nando gak pulang?" tanya Lessa dengan takut-takut. Dia melirik sekilas Dika yang terus memberikan tatapan tajam untuknya. "Gak. Gua mau nungguin elo sampai sehat." Nando semakin mengeratkan genggaman tangannya

