Hari ini, Lessa memutuskan untuk berangkat ke sekolah. Walaupun Dimas telah melarangnya karena baru kemarin dia pulang dari rumah sakit. Namun, Lessa tetap bersikukuh, karena dia sudah sangat bosan jika harus seharian ada di dalam kamar. Lessa seperti mayat hidup jika tidak bertemu dengan teman-temannya. "Les, lo masih ingat gue?" "Otak lu masih aman kan? Gak geser kan?" "Les, lu gak kena gagar otak, kan?" Baru saja kakinya melangkah masuk ke dalam kelas, dirinya langsung dikelilingi teman-temannya yang memberikan pertanyaan beruntun. Lessa sontak mengembuskan napas panjang. Sedikit tidak mengerti pikiran teman-temannya itu. "Lessa ini cuma kena bola basket. Masa kelempar bola bisa langsung amnesia atau gagar otak. Lucu kalian!" Lessa menggeleng kecil. Membelah kerumunan itu agar bisa

