29. Pengakuan

1033 Kata

Aku refleks berdiri dari ranjangku dan menghampiri Mas Adam yang tiba-tiba memasuki kamarku. Meski tampaknya remote AC yang kulempar tadi tidak sampai mengenai Mas Adam, namun aku ingin memastikan. "Ngapain sih lempar-lempar segala!" Aku meringis begitu mendengar sapaan Mas Adam. Remote AC itu sudah terpisah menjadi beberapa bagian, dan tergeletak menggenaskan di lantai. "Maaf, Mas. Kukira tadi orang lain masuk," kataku jujur. Aku memang sempat berpikiran kalau bisa saja ada orang asing memasuki apartemen setelah namaku menjadi trending di sosmed. Di situasi seperti ini, rawan sekali wartawan berburu berita dari sumbernya langsung. Mas Adam berdeham dan melirik ranjangku. "Kenapa hapenya nggak aktif? Dari tadi diteleponin, nggak bisa. Kirain ada apa-apa sama kamu." "Oh, itu... berisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN