26. Perang Dingin

1314 Kata

Mas Adam kayaknya kecapekan banget. Semalam dia tidur lebih awal dan nyenyak sekali, sampai dengkurannya sedikit mengusikku dan membuatku terpaksa pindah tidur di kamarku. Namun, entah di jam berapa, Mas Adam ikut pindah ke kamarku. Aku baru menyadari keberadaan Mas Adam ketika aku sudah bangun pagi, dengan ia memelukku dari belakang. Sangat disayangkan, Mas Adam pulang di saat aku tidak libur atau weekend. Jadi dengan berat hati, aku harus meninggalkan ia sendiri seharian. Well, bukan maksudku menganggap Mas Adam kayak anak kecil yang harus ditemanin di rumah. Hanya saja, pasti rasanya membosankan kalau sendirian sebelum aku pulang. "Tadi malam kenapa pindah, hm?" Aku terkejut ketika tiba-tiba kurasakan pelukan Mas Adam di belakangku. Spontan saja kegiatan mengupas bawang kuhentikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN