Aku masih bingung dengan apa yang terjadi hari ini. Setelah Mas Devano mengatakan aku pacarnya--yang tentunya bohong, wanita muda yang tadinya berdiri di samping mamanya Mas Devano langsung pergi dengan raut wajah muram menyedihkan.. Tak ada yang kuucapkan ketika Mas Devano mengenalkanku dengan mamanya. Aku hanya tersenyum masam, karena masih kaget dengan apa yang terjadi. Mulutku gatal sekali ingin mendengar penjelasan dari Mas Devano. Di sinilah kami sekarang, duduk di kursi paling sudut kafe yang kudatangi. Setelah Mas Devano mengantar mamanya pulang naik taksi, ia lantas mengajakku masuk kembali ke dalam kafe untuk bicara. "Sorry, Mel. Aku nggak maksud--" "Kenapa Mas Deva ngelakuin itu?" potongku cepat. Kuakui, aku kesal sekali dengan kejadian tadi. "Aku cuma... bingung. Cewek tad

