Bab 15. Sahabat Baik

1073 Kata

Katherine sedang membilas piring terakhir ketika suara langkah kaki terdengar dari pintu belakang. Dia pikir itu salah satu staf dapur yang kembali mengambil bahan makanan, jadi ia tidak menoleh. Namun langkah itu berhenti di belakangnya. Lama, seolah orang itu ragu untuk bersuara. “Katherine?” Suara itu membuat jantung Katherine hampir melompat keluar. Dia mengenali suara itu. Lembut, namun memiliki nada penasaran yang khas. Suara yang dulu sering memanggil namanya dengan canda dan tawa tapi sekarang terdengar seperti bisikan dari masa lalu yang ingin membongkar luka yang telah lama dia kubur. Katherine menunduk dalam-dalam, tak berani menoleh. Ia berharap itu hanya ilusi. Namun suara itu terdengar lagi. “Katherine… ini aku, Emma.” Tangannya yang menggenggam lap piring mulai gemetar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN