Alex telah menghabiskan makanannya. Dia mendapatkan sepotong kue sebagai pencuci mulut dari Katherine sebagai hadiah tapi Katherine tidak mengatakannya. Dia hanya meletakkan kue itu tanpa mengatakan apa pun. Alex sangat senang. Dia kira ayahnya yang memberikannya tapi tidak bagi Paul. Matanya mengikuti langkah Katherine yang kembali ke dalam dengan terburu-buru. Sosok rapuh itu, mengapa bayangannya sulit hilang dari ingatan? Manajer restoran kembali menghampiri Katherine saat ia lewat. Lelaki itu tersenyum ramah, menepuk pelan bahunya sambil mengucapkan sesuatu. Terdengar ringan, hangat, dan terlalu akrab di mata Paul. Rahangnya mengeras. Tangan mengepal di atas meja. Dia membenci pemandangan itu. Entah disengaja atau tidak, pria itu seperti sedang menuang minyak ke atas bara. Hati

