Paul tengah tenggelam dalam tumpukan dokumen ketika dering ponselnya memecah kesunyian ruangan. Ia menjangkau benda itu tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun dari laporan yang tengah ia telaah. "Halo..." sapanya cepat. "Tuan Jackson?" Suara pria terdengar di seberang. "Ya," Paul melirik sekilas ke layar ponsel, lalu mendekatkannya kembali ke telinga. "Dengan siapa aku berbicara?" "Aku kepala sekolah putra Anda. Ada hal penting yang harus aku sampaikan mengenai Alex." Jantung Paul mencelos. Matanya kini benar-benar terarah pada ponsel. "Apa yang terjadi dengan Alex?" "Maafkan kami jika kabar ini mengejutkan. Tapi saya harus jujur. Kami lalai menjaga putra Anda." "Langsung saja katakan!" Paul kini terdengar tegas dan penuh tekanan. "Di kedua lengan Alex, terdapat memar yang cukup

