"Jeslin...." Suara pelan Fiona perlahan mulai membangunkan Jeslin. Minyak kayu putih yang dioleskan ke hidungnya cukup membuatnya tersadar perlahan. Jeslin langsung melihat ada banyak wajah yang kini menatapnya dengan khawatir. "Kamu enggak papa, Jes?" tanya Clarina. Jeslin melihat Bimo sedang berdiri di samping Clarina. Ia tersenyum datar, lalu mengangguk. "Thanks, Fi," ucap Jeslin ke Fiona. "Lo mau ngapain? Mendingan lo pulang deh!" ucap Fiona saat melihat Jeslin hendak bangun dari posisi berbaringnya. "Kamu bisa naik mobil saya jika perlu. Mungkin perlu periksa ke rumah sakit?" ucap Bimo. Jeslin langsung menggelengkan kepalanya. "Saya cuma butuh istirahat di rumah. Apakah boleh, Bu?" tanya Jeslin sambil menatap Clarina. Clarina langsung setuju. "Kamu pulang naik apa? Gak mungkin

