"Bakmi ini benar-benar enak!" seru Jeslin sambil mengelap bibirnya dengan tissue. Bimo pun mengangguk setuju. "Enggak rugi kita beli ini. Porsinya banyak. Topping daginggnya juga banyak macemnya." "Next time boleh makan ini lagi, yang. Cuma masalahnya kapan? Hahaha." "Yah tinggal rencanain aja sayang. Boleh kok kita ke sini lagi." Jeslin menghela nafas. "Masalahnya kapan kamu ada waktu? Kamu kan selalu sibuk." "Nanti ya, Sayang. Aku bakalan cari waktu yang pas buat kamu." Bimu mengelus kepala Jeslin. Jeslin langsung melunak melihat sikap lembut Bimo. Biasanya topik kesibukan kerja Bimo akan menjadi bahan pertengkarannya. Namun kali ini tidak. "Baiklah. Eh... itu HP kamu ada yang call tuh." Jeslin menunjuk ke arah ponsel Bimo yang terlihat ada panggilan telepon yang masuk. "Clarina?"

