ILYMH - Gara-Gara Resleting Jadi Kelepasan!

1056 Kata
Karena tidak ada acara resepsian. Seusai mengucapkan ijab qabul. Dilanjutkan dengan acara makan makan dan kumpul keluarga.  Rio dan Diandra duduk bersebelahan. Dengan canggung tentunya.  Rio tak berani menatap Diandra. Begitupun sebaliknya. Alasanya juga sama. Sama sama takut terpesona satu sama lain. "Yo lo jangan apa apain Diandra ya. Dia masih SMA" goda kerabat Rio, Desta yang seumuran denganya. "Haha nggak papa kali diapa apain Des. Udah halal ini" sanggah Rizkan kakak dari Diandra. Yang entah sejak kapan sudah sangat akrab dengan kerabat Rio yang sebleng itu. "Terserah di Rio nya aja sih kalau itu"  Kuping Rio memanas. Ingin dia terjun dari monas. Sedari tadi kerabat kerabatnya tak henti hentinya menggodainya tentang malam pertama. Oh my! Rio juga tidak berharap melakukanya. Apalagi melakukanya dengan Diandra. Harus pikir pikir dulu kaya nya. Lagian Rio masih punya banyak uang untuk sekedar memuaskan nafsunya. Tapi belakangan ini dia sama sekali tak pernah berbuat yang 'iya iya' . Setiap ingin berbuat yang 'iya iya' wajah Diandra muncul. Membuat ia kehilangan gairah. Pukul 08.00 malam. Barulah para kerabatnya izin untuk pulang kerumah masing masing. Membuat Rio mengelus d**a senang.  Semua kerabatnya memang sangat terkutuk. Menyesal Rio mempunyai kerabat macam itu. Apalagi sepupunya yang bernama Desta itu. Dia itu titisan tuyul hobinya bikin kesel aja. "Sob inget ya kata kata gue. Jangan apa apain Diandra masih kecil dianya" bahkan sebelum masuk ke mobil. Desta masih menyempatkan memberikan petuah kepada Rio. Yang sama sekali tak ada faedahnya. "Lo masuk atau gue bikin tulang tulang rusuk lo patah" desis Rio yang sudah geram sekali. "Iya iya gue masuk. Ntar kalau lo patahin tulang rusuk gue. Terus para wanita yang mau jadi tulang rusuk gue gimana? Apa lo nggak kasihan" "Lo pengemis minta dikasihani. Apa sekalian gue kasih makan? Kasih uang? Ck ck katanya direktur kok kere banget" cibir Rio telak. Tante dan Om nya yang sudah berada di dalam mobil hanya bisa tertawa. Dari dulu memang Rio sama Desta nggak ada akur akurnya. Berantem terus. Setelah mobil Desta berlalu. Rio menghela nafas panjang dan segera masuk ke dalam rumah. Untuk malam ini Rio dan Diandra menginap di rumah Mami. Alasanya karena ini hari terakhir untuk Diandra tinggal di rumah. Karena setelah menikah Diandra akan tinggal  bersama Rio di rumah yang sudah Daddy Rio siapkan. Sengaja Rio mandi di kamar mandi lantai bawah. Dirinya belum siap dan sangat tidak siap sekamar dengan Diandra. Apalagi hari ini dia begitu cantik. Aishh!! Rio menggelengkan kepalanya. Membasahi tubuhnya dibawah siraman air shower. Berusaha mengusir pikiran pikirannya yang dipenuhi Diandra! Diandra! Dan Diandra! ***** Rio naik ke lantai atas. Menuju kamar Diandra. Sengaja tadi ia berlama lama. Agar saat dia ke kamar Diandra sudah tidur. Jadi Rio tidak perlu bertatap muka dan bertatap mata dengan gadis yang dinikahinya beberapa jam yang lalu. Rio memegang kenop pintu dengan jantung yang cenat cenut. Apa setiap pengantin baru akan merasakan ini di malam pertamanya? 'Oh ayolah Yo. Kamu cuman harus tidur disampingnya. Punggungin dia nggak usah nyentuh dia. Beres kan!' Setelah menghembuskan nafas untuk lebih merilexkan jantungnya. Rio akhirnya masuk ke kamar Diandra. ***** Diandra naik ke lantai dua menuju kamarnya terlebih dahulu. Karena Rio harus mengantarkan ke depan pintu kerabatnya yang akan pulang.  Setelah sampai dikamarnya. Diandra mengedarkan pandanganya kesegala penjuru kamarnya. Kamarnya terlihat berbeda malam ini. Banyak bunga bunga yang ditata rapi di vas vas yang diletakkan di meja meja yang ada di kamar Diandra. Sprainya yang sebelumnya berwarna pink soft. Sekarang sudah diganti menjadi sprai sutra berwarna putih. Ditengah tengahnya terdapat kelopak kelopak bunga mawar yang dibentuk love. Diandra mendecih sebal. Ini kamar nya atau kuburan baru. Banyak sekali bunga bunganya. Apalagi wangi bunga melati yang terkesan seram membuat Diandra sedikit takut. Dengan pelan Diandra duduk dimeja riasnya. Membersihkan semua make up yang membuat wajahnya agak menjadi berat dan sedikit risih. Setelah itu ia melepaskan semua gaunya. Tapi sangat disayangkan. Diandra tidak dapat menggapai resleting gaunya yang sampai pinggul itu. "Aish ini susah sekali. Astaga"  Tangan Diandra sudah sangat pegal. Akhirnya ia meletakkan kepalanya dimeja rias. Tiba tiba saja dirinya merasa lelah dan mengantuk. Sampai bunyi kenop diputar membuat Diandra berjingkat kaget dan langsung duduk tegak. Seketika kepalanya langsung pusing. Ini sudah akibatnya jika terbangun dengan kaget. Sosok pria yang dinanti nantinya masuk kedalam kamar. Wangi parfumnya langsung menguar di dalam kamar Diandra. "Kenapa belum ganti baju?" Tanya Rio dingin lalu mendudukkan bokongnya di pinggiran ranjang. Matanya tak lepas dari cermin yang memantulkan wajah lelah Diandra. Rio jadi kasihan melihatnya. "Ini om eh kak. Aduh aku manggil nya apa nih?" Diandra memang betul betul bingung akan memanggil Rio apa. Honey? Tidak itu terlalu alay dan menjijikkan. "Terserah kamu aja" "Cepetan sana mandi terus tidur. Besok kita pindahan" perintah Rio. "Pinginya sih begitu kak. Tapi gaunya nggak mau lepas nih" "Memang kenapa gaunya? Kok nggak bisa lepas?"  "Aku nggak bisa buka resletingnya. Kakak bisa bukain nggak?" Rio agak kaget. Lalu segera memasang ekspresi paling dingin untuk menutupi debar jantungnya yang semakin menyiksa ini. Kemudian Rio berjalan mendekat ke arah Diandra. Diandra memejamkan mata dan membalikkan badanya. Pemandangan Rio yang hanya memakai kaos putih polos yang mencetak d**a bidangnya membuat nafasnya terasa sesak. Fikiran fikiran nggak nggak mulai merasuki otak Diandra.Hembusan nafas hangat Rio mengenai tengkuk Diandra. Sedikit merinding tapi Diandra diam saja. Srek! Rio membuka resleting Diandra dengan cepat.  Pemandangan punggung terbuka Diandra membuat Rio mati matian menahan sesuatu di dalamnya. Kulitnya begitu mulus, putih, dan kencang. Tak sengaja Rio menyentuh punggung Diandra membuat Diandra membalik badanya menghadap Rio. "Eh ehm kak aku mandi dulu ya" Diandra hendak pergi menuju kamar mandi yang terletak dikamarnya. Namun pergelangan tanganya di cekal oleh Rio. "Ada apa kak?" Tanya Diandra berusaha sesantai mungkin. Padahal jantungnya cenat cenut. "Jangan lama lama mandinya ini sudah malam"  Diandra mengangguk patuh dan tersenyum selebar mungkin. Ada perasaan bahagia terselip dihatinya saat Rio perhatian begini. Bisa meledak hati Diandra ini. Kemudian tanpa Rio sadari dia menunduk dan mengecup bibir Diandra singkat. Lama kelamaan menjadi lumatan lembut. Mata Diandra sukses terbelalak lebar. Apa yang dilakukan Rio?  Saat kesadaran Diandra kembali. Dia mendorong d**a Rio menjauh dan berlari cepat menuju kamar mandi. Meninggalkan Rio yang mengacak rambutnya frustasi dan memaki maki dirinya sendiri. "Gara gara resleting sialan! Gue jadi kelepasan" ***** Tbc Semoga kekangenanya readers semua dapat terobati.  Happy reading all Jangan lupa komen ya. Ditunggu loh..gue pasti bakal balesin satu satu. Haha ketauan ya cekes nya  *cekes: cewek kesepian
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN