ILYMH - Buat Anak

425 Kata
Hari ini jadwal periksa rutin Diandra, setelah dari dokter Rio mengajak Diandra mampir dahulu ke rumah nya. Sekalian Rio ingin berbincang empat mata dengan Papi Mertua, perihal keinginanya memiliki anak sebelas. Asik asik jos lah pokonya. Doakan saja, semoga Rio tidak dilemparkan Papi Mertua ke kandang harimau atau paling parah ke kandanganya Sumanto. Bisa dimakan hidup-hidup dia nanti. Secara gitcu, Sumanto kan manusia kanibals. "Cintanya Rio, Papi Mertua ada di rumah gak?" Tanya Rio cukup mengagetkan Diandra yang tengah melamun. Tangan Rio terangkat, mengelus pipi Diandra yang mulus. Melebihi tembok yang di plaster menggunakan semen holcim. "Kalau Kakak mau ngomong tentang mau punya anak sebelas, Diandra sarankan jangan. Lebih baik jangan bilang-bilang, tiba-tiba brojol sebelas." Ujar Diandra menggemaskan. Rio jadi ingin mengarungi Diandra sekarang, dan melemparkan istrinya itu ke ranjangnya.  Tapi Rio cukup sadar diri bagaimana kondisi Diandranya sekarang, ia mungkin tidak kuat untuk membopong Diandra. Karena berat badan istrinya itu sudah melampaui SNI. Yang ada ia yang akan di smackdown sama istrinya. "Good idea, mari kita buatkan mereka cucu yang gembul-gembul dan ucul-ucul." Rio mengajak istrinya berhigh five, yang disambut antusias oleh istri nya itu. Dasar pasutri gaje, kebanyakan makan micin.  ..... "Hmz.. Papi gak mau ada apa-apa sama anaknya Papi yang paling cantik itu. Dua anak cukuplah, buat apa banyak-banyak. Ingat Diandra masih kecil, 20 tahun aja belum. Dan kamu, suaminya malah ingin punya banyak anak? Ck.. rasanya kamu mau Papi lemparin ke kandang dinosaurus. Biar di ajak diskoan bareng, soalnya kamu kurang piknik kelihatanya." Papi pun memberikan kultum kepada Rio. Sepertinya ucapan istrinya yang ia abaikan benar adanya, harusnya ia tidak membicarakan ini dengan Papi mertua. Yah Rio salah. Dan lebih parahnya, sang Papi mertua ingin melemparkan menantunya yang kembaranya Zayn Malik ini ke kandang dinosaurus gaes. Harus kembali lagi ke jaman dimana manusia belum tercipta ke muka bumi. Kesyel deh calon Papah mudah, perkataan Papi Mertua yang menohok jiwa raganya. Membuat Rio mengurungkan niatnya memiliki sebelas anak yang gembul dan ucul-ucul. Aduh, pulangkan saja Rio pada ayah ibunya deh kalo begitu caranya. Daripada tekanan batin. Pupuslah harapan Papah muda. Tetapi, semangat Rio masih berkobar-kobar untuk memenagkan debat capres-cawapres bareng Papi Mertua. Akhirnya ia kembali menyanggah. Itu sama saja ia cari mati sih, sabodo lah. "Lumayan Pi kalau punya anak sebelas, kalo ada pertandingan bola kan seru. Bisa bikin kesebelasan. Lagian apa salah nya punya anak banyak, anyway banyak anak banyak rejeki. Siapa tau kan Rio tiba-tiba dapat jackpot, terus Rio lebih kaya melintir lagi."  Papi mertua memberikan tatapan killernya, hampir saja Papi lepas kendali dan melempar menantunya ini dengan bunglon kesayanganya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN