ILYMH - Back To School!

2276 Kata
Setelah hampir satu minggu absen. Akhirnya Diandra kembali ke sekolah tercinta. Jam 06.00 Diandra telah siap dengan baju seragam yang menjadi bau lemari karena tidak pernah dipakai. Rambut panjang ikalnya ia kelabang seribu. Membuat wajah Diandra berlipat lipat lebih cantik dari biasanya. Biasanya ia tidak pernah berdandan seperti ini. Tapi entah mengapa semenjak menikah. Ia ingin tampil berbeda dan mulai merawat diri. Jadilah sekarang Diandra yang sangat cantik dan penuh aura.  Jika kalian bertanya bagaimana hubungan Rio dan Diandra. Jawabanya adalah baik. Sangat baik! Hubungan mereka seiring berjalanya waktu semakin mendekat. Walau Rio masih sering bersikap acuh tak acuh pada Diandra. Tapi setidaknya Rio sudah mau mengajak Diandra berbincang terlebih dahulu. Bahkan Rio sering sekali menggoda Diandra. Diandra memasukkan beberapa peralatan tulis kedalam tasnya.  DRRTT..DRRTTT.. Dering ponsel Diandra mengintrupsi kegiatanya. Bulan calling~ "Hallo Bul" "Lo hari ini masuk kan?" "Iya Bul. Akukangen banget sama kamu"  "Iya gue juga. Yaudah gue cuman mau nanya itu aja" "Ketemu disekolah ya. Byee" "Bye" Bep Diandra memasukkan hp nya ke dalam tas. Menyertakan power bank dan earphone. Siapa tahu di dalam kelas ia bosan. Setelah itu ia keluar kamar. Berlari lari kecil menuju meja makan di mana sang suami sudah menunggunya. ***** Di ruang makan. Rio asik membaca koran paginya sembari menunggu Diandra untuk sarapan pagi bersama. Gadis itu sangat lama jika bersiap siap. Mungkin membutuhkan waktu 30 menit. Cihh Rio saja mungkin hanya membutuhkan waktu 5 menit. Wanita memang aneh dan suka mengulur ulur waktu. "Morning!" sapa Diandra sembari menarik kursi di hadapan Rio.  Tangan mungilnya yang cekatan langsung mengambil selembar roti. Mengolesinya dengan selai kacang. Rio mengintip dari balik koran yang ia baca. Bibirnya menyunggingkan senyuman tipis. Hari ini Diandra tampil sangat cantik sekali. Terlihat feminim dan anggun. Berbeda seperti dulu yang lebih tomboy dan masa bodoh sama penampilanya sendiri. Rio menaruh koranya. Kemudian menyangga kepalanya dengan tangan. "Tumben?"  "Tumben kenapa kak?"  "Nggak apa apa lupakan aja!" serah Rio yang salah tingkah sendiri. "Mau Diandra ambilkan sarapanya?" Tanya Diandra menawarkan diri. "No! Tangan Kakak masih normal" "Masih ada dua dan masih bisa buat ngambil makanan sendiri!" tolak Rio. "Istri lagi baik juga. Malah ditolak" gerutu Diandra. "Hari ini kamu pulang jam berapa?" Tanya Rio mengalihkan pembicaraan. "Jam 2 kak. Emangnya kenapa? Nggak biasanya nanya" "Enggak apa apa. Nanti malam temenin Kakak ke acara nikahan temen ya" ajak Rio. "Diandra? Kakak ngajak Diandra?" Rio mengangguk dengan wajah bingung. Memang perkataanya tadi kurang jelas ya?  "YOSSHHH!!!! AKHIRNYA KAKAK MAU NGENALIN DIANDRA KE TEMEN TEMENYA KAKAK!"  Diandra jadi girang sendiri. Melompat lompat layaknya habis mendapatkan lotre milyaran rupiah. Dengan bonus satu buah kapal pesiar!!! Kemudian ia berjalan ke arah Rio. Berdiri di belakang suaminya itu. CUUUP!!!! Rasa hangat menyebar di pipi Rio. Barusan Diandra mengecup pipinya. Singkat namun sangat membekas. Tangan Diandra merangkul leher Rio. Menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. "Makasih ya kak"  Rio mengangkat sebelah alisnya. "Untuk?" "Karena kakak mau ngajak Diandea ke acara penting kakak" "Sumpah Diandra seneng banget!"  "Diandra janji bakalan dandan cantik biar nggak malu malu-in kakak"  Rio tersenyum kecil. Mengerjai Diandra untuk saat ini sepertinya asik juga. Rio melepaskan tangan Diandra yang nangkring dilehernya. Badanya membalik sehingga matanya bertemu pandang dengan mata Diandra. "Siapa juga yang mau ngenalin kamu?" "Orang kakak cuman minta ditemenin aja. Kamu tunggu di mobil!" Ucap Rio sangat dibuat sungguh sungguh. "Hah!!!!" "IHHH KAKAK JAHAT BANGET SIHH!" "UNTUK DETIK INI. JAM INI. MENIT INI. JANGAN NGOMONG SAMA DIANDEA LAGI!" "DIANDRA SEBEL SAMA KAK RIOO!!!" "SUAMI DURHAKA" Diandra berteriak murka. Wajah putihnya menjadi merah padam. Sepertinya dia benar benar murka. "Alhamdulillah deh kalau gitu" "Sampai kapan rencananya kakak nggak boleh ngomong sama kamu? Nggak sampe setaun kan"  Diandra mengambil tasnya. Mencomot bekas rotinya tadi. Menggigitnya dengan sadis. Matanya masih menatap Rio tajam. "TAUU!!!" "DIANDEA BERANGKAT DAN JANGAN ANTER DIANDRA" "JANGAN JEMPUT DIANDRA JUGA!" "BYEE" ucap Diandra. Setelah itu ia melangkah menjauhi Rio yang terkekeh kecil. Baru beberapa langkah Diandra membalik badanya lagi. Wajahnya benar benar bengis. Telinganya juga memerah. Rio hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kenapa Diandra berubah menjadi monster begini. Apa cewek yang sedang PMS selalu begini? "KALO CEWEK MARAH ITU DI SAMPER!" "DIBUJUK!! NGGAK PEKA BANGET SIH!" Rio berjalan mendekati Diandra. "Yaudah kakak anterin kesekolah" "NGGAK USAH! NGAPAIN KAKAK NGOMONG SAMA DIANDRA. KAN DIANDRA UDAH BILANG JANGAN NGOMONG LAGI!!" "DIANDEA PERGI BYEE!" Kini Diandra benar benar pergi.  Rio menggelengkan kepalanya. Mengelus d**a dan berdzikir dalam hati. Setiap hari mungkin dia akan menghadapi situasi seperti ini.  Semenjak kemarin Diandra memang sensitive dan suka marah gak jelas kaya orang kesurupan. Katanya sih lagi PMS. Rio kurang faham juga apa itu PMS.  Harus ini dicari di google. Kalau ketemu bakalan Rio ajakin tawuran. Enak aja bikin lelaki tersiksa. "MR. DAAAAV!!!" Mr. Dav yang sedang memberikan perintah kepada anak buahnya langsung menghampiri sang tuan yang terlihat sangat gusar. "I...iya tu..tuan" ucap Mr. Dav tidak beraturan. "Tolong carikan yang namanya PMS. Kalo udah ketemu seret ke depan saya" "Mengerti!?" Walaupun tidak tau menahu soal PMS. Mr. Dav ngangguk ngangguk saja. Daripada pekerjaanya yang dipertaruhkan. Kan bisa berabe. Rio merapikan dasi nya yang miring. Lalu melangkah lebar menuju mobilnya. Pagi ini ia akan ada rapat dengan klien dari Singapura. Jadi ia harus cepat. ***** Diandra berangkat bersama supir yang biasa ia panggil bang minion. Entah mengapa rasanya nama itu sudah terpatri di benak Diandra saat pertama kali melihat sang supir pribadinya. Tubuhnya pendek. Botak dan kalau ngomong cepet seperti kerasukan alien nyasar. Jadi yaa bagus bagus aja kalau dinamakan minion. Hehehe... Kurang dari 15 menit. Mobil Diandra sudah sampai disekolah.  Di gerbang sudah ada segerombolan teman teman tercintanya. Bulan, Zelo, Zela dan Mich--- Kepala Diandra menyapu sederetan teman temanya. Tidak ada Michel disana. Biasanya dia berdiri di garda paling depan. Tapi untuk pagi ini Diandra tidak melihat adanya tanda tanda sang sahabatnya itu. Diandra keluar dari mobil. Senyum di bibirnya mengembang begitu saja. Ia sangat merindukan sahabat sahabatnya. "Haii" sapa Diandra. "Hai juga Dii!!" Jawab mereka kompak. "Oleh oleh gue mana?"  Zelo menadahkan tanganya tanpa tau malu. Memang sih dia salah satu tipe orang muka badak. Biar dia ngapain aja nggak bakal ada rasa malunya. Mukanya sudah di cor pakai semen tiga roda. Terus dipakei dempul. Dicat sampai tiga lapisan pakai wordrop yang anti bocor itu. "Tenang ada kok"  Diandra merogoh tasnya. Mengeluarkan gantungan kunci yang terbuat dari kayu jati. Disana terukir nama Zelo. Sangat cantik dan sederhana. Untung saja Diandra kemarin sempat beli gantungan kunci di salah satu pengrajin aksesoris kayu di tanah abang. Jadi teman temanya tidak akan mencurigainya. "Alhamdulillah bagus banget ini mah. Tengkyu Dii!" ucap Zelo yang langsung menyambar gantungan kunci itu. "Bakal gue posting ini di ig! Harus!"  Bulan dan Zela memutar bola mata kesal. Zelo kalau udah otaknya eror memang suka gitu. "Ini juga ada buat kalian" "Thanks banget Di" ucap Zela dan Bulan bersamaan. "Mich mana? Belum dateng?" Tanya Diandra. Mereka bertiga saling pandang. Mengisyaratkan hal yang pastinya tidak diketahui oleh Diandra. "Ada kok dia lagi dikelas" "Mager katanya" jelas Bulan. "Oh gitu!" "Aku samperin dulu deh" "Eitss tunggu tunggu!!!"  Zelo menarik tangan Diandra yang akan berjalan ke kelas Michel. Kalau dibiarkan ketemu bisa jadi perang dunia ketiga ini mahh. "Kenapa?" "Jangan ditemui dia lagi gila!" "Lo tau kan kalo dia lagi gila. Lo pasti diamuk sama dia" Diandra tersenyum menepuk pelan bahu Zelo. "Ya enggaklah! Dia nggak bakal berani sama aku"  "Tapi ini beneran dia lagi gila! Nggak mau diganggu siapa siapa. Lo bisa kena damprat ntar!"  Zelo masih berusaha mencegah Diandra. Yahh walaupun peluangnya buat cegah Diandra cuman 0,0000001. Abisan Diandra orangnya keras kepala. Batu aja kalah kerasnya. Hadeuhh!! Hanya keajaiban aja nih yang bisa cegah Diandra. "Ya Allah gue emang banyak dosa. Tapi tolong sekali ini bantu gue Ya Allah!" Do'a Zelo dalam hati. "Idih apaansih nggak takut aku sama dia!" Ucap Diandra masih kekeh. "Dii daripada kamu nanti kenapa napa. Mendingan kamu nurut saja sama daku. Pasti hidupmu akan bahagia selalu!" Ucap Zelo sok mendramatisir keadaan. "Dihh dangdut banget lo!" "Abis nonton konsernya Rita Sugiarto lo!?"  "Pacar lo tuh Bul!" Ejek Diandra yang jijik sendiri sama kata kata Zelo yang kedangdutan. Yang dituduh hanya bisa bergidik jijik. "Nggak! Nggak kenal gue sama ni bocah dangdut!"  "Yang kok gituh! Yaudah besok kita nonton konsernya BTS" ajak Zelo yang tau kegemaran Bulan. "Ogah!"  "Mending gue berhenti jadi army daripada gue dateng ke konser sama lo" "Ehh yaudah lo liatin gue aja. Kan gue mirip gitu sama Jungkook yekan?" Zelo sok imut imutkan wajahnya. Lesung di pipinya yang dalam ia perlihatkan ke Bulan. Memang sih Bulan akui kalau Zelo itu ganteng. Sebelas dua belaslah sama oppa oppa Korea. Tapi masalahnya otaknya itu agak gesrek. Males lah pacaran sama orang yang otaknya kurang satu ons. "Dih mimpi!" "Lo mau nggak jadi pacar gue? Gue pastikan lo akan bahagia selalu!" Janji Zelo sungguh sungguh. Bulan jadi merinding sendiri. Kayanya memang bener Zelo habis nonton konser Rita Sugiarto. Makanya otaknya jiwa raganya masih ketinggalan disana. "Nanti kalo gue udah putus sama Siwon!" Bulan pergi ke kelasnya duluan. Mood nya benar benar sudah buruk. Zelo ngikutin dari belakang.  "Katanya suka BTS. Kok sekarang SUJU?" "Terserah gue lah!"  Samar samar pertengkaran mereka masih di dengar oleh Diandra dan Zela yang masih setia di posisinya. "Gue balik kelas dulu ye! Bye Di"  Diandra melambaikan tanganya. Berjalan lemas ke arah kelasnya yang berlawan arah dengan kelas teman temanya. Acaranya untuk menemui Michel gagal sudah gara gara Zelo dangdut! ***** Saat istirahat pun ketiga teman temanya masih melarang Diandra bertemu Michel. Memang kenapa sih Michel? Apa dia terkena rabies sehingga Diandra nggak boleh nemuin Michel. Diandra duduk dibangkunya. Mengabaikan ketiga teman temanya yang baru saja pergi ke kantin. Beli siomaynya Mbak Mira yang janda semlohay itu. Diandra membenamkan kepalanya di tas yang ada di atas meja. Memukulkan tanganya berulang kali. Saat menstruasi Diandra memang seperti ini. Suka kesal sendiri! Apalagi suasana kelas yang sepi. Hanya ada dirinya sendiri. Jadilah Diandra ngamuk ngamuk nggak jelas. "ARGHSS SEBEL DEH!" "MAU PULAAAANG!!" Teriak Diandra kaya orang lagi kesurupan.  "Kenapa lo Dii?" Tanya Rico yang baru datang dari kantin. Dia menyodorkan minuman kaleng dingin buat Diandra. "Caps lock nya tolong dikondisikan!" "Salahin aja tuh autorsnya. Orang dia yang bikin gue kaya gini!!" Jawab Diandra masih sebal. "Haha bisa ae lo Dii!" "Oh iya gue mau tanya!"  "Bayar ya! Setiap jawaban lima ribu!" Balas Diandra gak sellow. "Lima ribu aja? Murah amat. Kaya siomaynya mbak Mira!" Ucap Rico berniat bercanda. "Tau aja situ naksir Mbak Mira!" Sewot Diandra. "Nggak gue naksir sama lo kok!" Diandra menatap Rico tidak percaya. Apakah barusan Rico menembaknya.  "Beneran?" "Ya enggak lah! Lo bukan tipe gue!" Diandra kembali menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi. Rico memang gila. Dan lebih gilanya ia mempercayai ucapan Rico. "Zela udah punya pacar belum?" Tanya Rico. "Jomblo! Dia jomblo! Dari lahir mahh dia jomblo!" Jawab Diandra kesal. "Bagi nomer hp nya dong!"  Diandra memutar kepalanya menatap Zelo datar. "Nggak jaman ihh nomor hp. Id line dong. Pin bm dong!"  Rico mengelus dadanya.  "Yaudah cepetan siniin!" "Minta ndiri!"  Diandra kembali membuang pandanganya kedepan. Menatap sekumpulan rumus aritmatika yang tertulis di depan sana. "Gue bayar deh!"  "Lo kira gue miskin?" "Hehe terus lo maunya apa?" Tanya Rico mencoba lembut. Biar bagaimanapun Diandra adalah teman Zela. Gadis yang seminggu terakhir ini menjadi buah mimpinya. Ahayde dangdut banget! "Minta ndiri sama orangnya. Tuh dia!" Jari telunjuk Diandra mengarah ke pintu masuk kelas yang dipunggungi Rico. "Mampus!" Desis Rico saat melihat Zela, Bulan, Zelo yang berdiri membawa sekresek makanan. "Gue ke kantin dulu ya. Tiba tiba gue kangen sama Mbak Mira!" "Eehh.. sama somaynya!"  Setelah itu Rico pergi dengan kepala menunduk. Melewati Zela tanpa melirik sedikitpun. Mereka bertiga menaruh kresek itu dihadapan Diandra. "Ini buat lo! Lo lagi sakit perut kan? Nih makan!" Ucap Bulan perhatian. Tahu kalau sahabatnya sedang mager keluar karena menstruasi. "Makasih Bul" ucap Diandra kemudian memakan nasi goreng dari teman temanya dengan lahap. Sedari tadi dia memang laper. Tapi males ke kantin. "Kenapa si Ocir tadi!" Tanya Zela. Ocir? Maksud Zela adalah Rico. Karena Zela lebih suka memanggil Rico dengan ejaan terbalik. Biar lebih seru. Gitu sih kata Zela.  "Minta nomer hp lo dia!" Jawab Diandra santai. Masih asik memakan nasi gorengnya yang tinggal 1/4. SROOOOTT!!! Zela menyemprotkan minuman yang disruputnya. Sampai menciprati Zelo yang tengah melamun memandang wajah Bulan yang tambah cantik. "Jorok ih!" Kesal Zelo mengusap usap wajahnya yang ternodai. "Sumpah lo!"  Diandra mengangguk.  "Dia suka sama gue?" Tanya Zela lagi dengan perasaan campur aduk. "Kayanya sih begitu"  Zela berdiri dari duduknya. Ingin nyamperin Rico yang lagi beli somaynya Mbak Mira. Mereka hanya diam saja. Biarlah Zela melakukan apa yang menjadi kesukaanya. Diandra menatap kedua temanya memelas. "Mich mana? Gue kangen ih ama dia!" "Anu..anu di..dia lagi belajar. Nanti ada pelajaran tambahan!" Jawab Zelo yang tentunya ngawur sengawur ngawurnya. Michel ikut pelajaran tambahan? Anak monyet saja mungkin tidak mempercayainya. "Oh" Karena tidak mau berpikir lebih jauh lagi. Akhirnya Diandra percaya saja. Toh kalau mereka bohong dosa ditanggung sendiri! Udah akil baligh mereka mah!  ***** Tbc Hayy GIMANA GIMANA?? ADA YANG KANGEN RIO? DIANDRA? ATAU JUNGKOOK HEHE GAK NYAMBUNG IHH!  POKOKNYA TETEP SETIA YA SAMA CERITA GABUT GUE INI. KALO BISA PROMOTE KAN KE TEMAN TEMAN KALIAN. BAYARANYA DAPAT PAHALA DEHH DARI ALLAH WKWK.... GUE MAKASIH BANGET YA BUAT READERS YANG DARI PERTAMA GUE PUBLISH UDAH NGEBACA NIH CERITA.  MAKASIH JUGA BAGI PARA READERS BARU. SEMOGA NGGAK BOSEN YA. HABIS BACA JANGAN LUPA KASIH VOTE YA... KOMEN JUGA NGGAK PAPA. SEMUA TIDAK ADA PAKSAAN DARI GUE. OH IYA KALIAN MAU ILYMH INI SAMPE BRP CHAPTER? KALO AKU SIH PINGINYA PANJANG.. MAU NGALAHIN EPISODENYA TUKANG HAJI NAIK BUBUR! HAHA BECANDA AJA IHH.. PALING 30-AN AJA UDAH GUE END IN. POKONYA GUE MAKASIH BGT BUAT PARA READERS WKWK... LOVE YOU ALL<3 SARANGHAE!! MIANHAE KALAU ADA TYPO GOMAWO... KISS KISS!! Sandy Aulia Azahra_
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN