Chapter 13: Ancaman Pahit

1472 Kata

Damar POV Damar tersenyum lebar melihat siapa yang kembali ke rumah sakit sore ini. Tebakannya benar ternyata, dengan memenuhi permintaan ibunya Raya, pacarnya itu akan kembali menemuinya, meski dengan raut wajah minim senyum. “Hai, sayang.” “Mas, kenapa sih kok mas ngasih uang sebanyak itu sama ibu aku?” Raya langsung mengomelinya tanpa basa basi. “Nggak salah dong aku bantu calon mertuaku sendiri.” “Mas!” Gadis itu merangsek mendekat, menutup mulut Damar dengan tangan kanannya. “Jangan ngomong gitu. Nanti kalau kedengeran Mbak Ratih gimana?” Ia celingukan, mencari sosok Ratih. Damar tertawa kecil, menarik tangan yang menutupi mulut lalu mengecupnya lembut. Rindu sekali dia, padahal sang pacar baru meninggalkannya beberapa jam saja. Raya tersentak dan langsung menarik tangannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN