Chapter 18: Semangat Hidup

1842 Kata

Fajar POV Fajar terbangun pagi ini dengan nafas yang sesak. Butiran keringat dingin keluar tanpa henti saat ia meringkuk di atas tempat tidur. Rasanya seperti ada benda tajam menusuk dadanya. “Tenang… tenang…” Lelaki itu berbisik pada dirinya sendiri. Mengatur nafas, berusaha bertahan melewati serangan itu, sembari merapal doa agar sakit itu segera hilang. Usahanya berhasil, lima menit setelahnya, rasa sakit itu perlahan pudar. Nafasnya kembali normal. “Haah…” Fajar mengelus dadanya berulang kali. “Syukurlah.” Setelah merasa benar-benar membaik, Fajar menekan tombol untuk menegakkan kepala ranjang agar ia bisa duduk. Jam menunjukkan pukul 8 pagi. Mungkin… dia udah di kantor. Batinnya, lalu mengecek ponsel untuk mengonfirmasi perkiraannya. Benar saja, ada pesan dari seseorang yang a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN