Damar POV Damar baru saja bertemu dokter Diro saat sang dokter sedang jadwal visitnya, dan betapa kagetnya ia saat mendengar hasil pemeriksaan. “Jadi, saya sudah boleh kembali ke Jakarta, dok?” “Benar Pak. Dari saya sudah oke semua, Bapak tinggal kontrol rawat jalan saja, nanti saya rekomendasikan ke dokter kenalan saya di Jakarta. Beliau juga ahli syaraf yang biasa menangani kondisi seperti bapak.” “Kapan saya bisa keluar dari rumah sakit?” “Besok, bisa.” “Apa tidak bisa saya tetap dirawat disini, Dokter?” Dokter muda itu mengernyitkan dahi mendengar permintaan Damar. “Saya rasa, lebih baik Pak Damar dirawat jalan di Jakarta. Dekat dengan keluarga juga. Pasti ingatannya akan lebih cepat pulih.” Damar terdiam. Baru ia senang bisa memaksa Raya bersamanya, tapi ternyata ia sudah bole

