Chapter 16: Suara Hati

1497 Kata

Raya POV Hari sudah malam saat Raya akhirnya sampai di rumah. Rasanya ia lelah lahir batin seharian ini. “Kak, Ibu barusan telpon, nyari kakak.” Lapor Rayi begitu ia masuk. “Marah-marah juga, ngata-ngatain kakak. Kakak bilang ibu suruh kembaliin uangnya Mas Damar ya?” “Iya Yi, capek kakak ngeladenin ibu. Makin dibantu malah makin seenaknya. Kakak jadi diteken banget sama Mas Damar. Akhirnya kakak bilang aja masalah uang itu urusan Mas Damar sama ibu, kakak nggak mau ikut campur.” “Bagus, Kak. Apa kata Mas Damar?” “Marahlah.” Raya mengusap lehernya yang tadi dicengkram Damar, bergidik sendiri. “Untung besok dia udah mau balik ke Jakarta. Pokoknya kakak nggak mau urusan sama dia lagi. Terus Yi, kalau ibu ada telpon, kamu reject aja.” “Oke kak.” “Kakak tidur dulu, besok kakak mau ke k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN