Aku terbangun dari tidurku, melihat jam diatas meja samping tempat tidur. Pukul 2 dini hari. Tak biasanya aku terbangun di waktu sepagi ini bahkan masih begitu gelap untuk disebut pagi hari. Rasanya ada yang hilang, tapi aku tak tahu apa itu atau mungkin hanya perasaanku saja. Aku kembali mencoba memejamkan mata ini, tapi sayangnya aku tak bisa. Sampai aku mengingat satu hal, Arvin. Aku baru mengingatnya sudah beberapa hari ini dia tak mengambil tubuhku. “Vin..” bisikku memejamkan mata. Sampai aku kembali membuka mata namun yang terjadi aku masih mengendalikan tubuhku. Aneh. “Arvin...” panggilku kembali tapi masih tetap sama. “Lo gak usah bercanda.” Gumamku, kemudian aku beranjak dari tempat tidur dan duduk dihadapan cermin. Aku melihat bayanganku dari cermin, satu hal yang baru saja

