“Stok makanan gimana, Bu?” tanya Alang memecah kebisuan. Dewi tergagap. Lamunan wanita paruh baya itu buyar. “Cempedak tinggal satu. Rebung dan durian sudah habis.” jelasnya. “Apa tanaman-tanaman itu masih ada, Lang?” tanya Lia khawatir. Alang mengangguk menenangkan. “Tapi—” “Tapi apa?” potong Lia. Wajahnya penasaran. “Kalau habis, kita harus memakan menu yang lain,” jawab Alang. Membuat mereka tampak khawatir. “Apa itu termasuk ul—ar?” tanya Lia terbata. “Yah! Ular, tikus, cacing—dan banyak lagi,” terang Alang pelan. Hegh! Semua merasa tersedak. “Saya tak yakin bisa,” jawab Lia mengambang dengan raut pucat. Alang angkat bahu mendengarnya. “Aku akan berusaha. Meski harus muntah-muntah,” sahut Endi. “Aku juga,” jawab Kikan berusaha tegar. Alang mengangguk. Lia dan Dewi masih bun

