Tujuh belas

2297 Kata
“Tumben si anak rajin cengar-cengir kayak orang gilak” celetuk Vurgos. Yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Revan yang senyum - senyum sendiri. Tidak biasanya Revan seperti ini, senyum - senyum sendiri sambil bermain handphone. “Hooh, gue jadi curiga... ” sahut Gavin yang ada di samping Vurgos Reza yang kepo dengan percakapan mereka langsung menoleh kesamping, “Curiga ape Vin?” “Dia udah saraf” jawab Gavin enteng. Semuanya mengangguk-angguk paham “Bisa jadi tuh, akhir - akhir ini kan si Revan sering banget cengar-cengir gak jelas” ucap Denis yang ikut-ikutan gibahin Revan “Chatingan ama gebetannya kali” Rio bersuara dari belakang. lelaki itu sedang bermain game online bersama Alex Semuanya menoleh ke arah Rio berpikir sejenak memang masuk akal juga, tapi kan Revan paling anti dengan namanya pacaran “Lah emang dia demen pacaran? ngeliat tuh bocah punya gebetan aja kagak pernah.” “Ye kan kali aja” “Gak percaya sih gue kalo tuh bocah punya gebetan” ucap Reza sambil memincingkan matanya menatap Revan fokus “Setuju ama Reza” Gavin mengangguk kuat sambil menatap Revan “Jangan-jangan si Revan kerasukan maung reog?” celetuk Denis ngawur. langsung di hadiahi toyoran dari Gavin “Mana ada maung cengar-cengir Den,” Karna semakin penasaran akhirnya dengan keberanian Vurgos berjalan kearah Revan dan mengintip apa yang sedang di lihat oleh lelaki itu Tanganya dengan cepat segera mengambil benda pipih itu dari tangan Revan. “Liatin ape sih, cengar-cengir sendiri nehh ye si abang” Vurgos melihat isi room chat Revan dengan seseorang gadis yang ia kenal. “Sialan lo! balikin sini Gos” Revan berdiri dan segera mengambil handphone nya dari tangan Vurgos. “OHH PANTES AJA SI REVAN CENGAR-CENGIR ORANG DIA LAGI CHATAN BARENG KAYLA!!” Vurgos tertawa terbahak-bahak sambil bertepuk tangan Sontak semuanya menatap Revan penuh tanya dan menahan tawa “Demen ama tuh cewek cempreng Van?” Ucap Gavin. Jangan aneh dengan sebutan 'cewek cempreng' karna memang itu lah julukan untuk Kayla. Memiliki suara yang cempreng dan sikap bar-bar itu lah ciri ciri Kayla Revan langsung menggeleng, “Kagak” “Cielah, malu-malu reog. Ngaku aja kali” goda Vurgos sambil tersenyum penuh arti “Sekedar nyapa doang” “Sekedar nyapa kok perhatian banget ampe nyuruh-nyuruh tidur?” Vurgos semakin gencar menggoda lelaki itu. Apa katanya sekedar menyapa? tapi kok sangat amat perhatian? Reza yang mendengar nama Kayla di sebut langsung mengubah mimik mukanya. ia langsung melihat kearah handphone nya dan membuka room chatnya, lalu tersenyum getir Perlu di ketahui bahwa Reza sudah menyukai Kayla dari awal masuk kesekolahnya. Ia sudah mencoba untuk mendekati, bahkan menembak gadis itu tapi tetap saja gadis itu belum menerimanya. Tapi dirinya tidak patah semangat, ia terus mengejar gadis itu sampai gadis itu klepek-klepek padanya. “Oh, pantes...” menolog Reza pelan sambil tersenyum getir melihat chatnya yang sedari tadi belum di balas oleh Kayla Reza berdiri dan langsung mengambil jaketnya, dan melangkah kearah pintu utama “Gue cabut duluan ye” pamitnya pada semua orang yang ada di Markas “Kemana lo nyet?” tanya Denis yang melihat Reza hendak keluar “Mau ngasih makan ayam mak gue” jawab Reza konyol “Lah kagak jadi nginep lo?” tanya Vurgos sambil berteriak karna lelaki itu sudah keluar Reza menggeleng, “Lain kali aja” jawabnya. Lalu ia menyala kan mesin motornya dan memencet klakson sebagai tanda pamit kepada semua orang Tak bisa di pungkiri bahwa dirinya sedang cemburu. Apakah cemburu dengan sahabat sendiri sebuah kesalahan? Ntah lah sekarang dirinya tidak mengerti. Jika memang gadis itu bahagia dengan Revan maka dirinya akan merelakan gadis itu. melihat gadis itu tersenyum bahagia saja sudah membuat dirinya ikut bahagia “Reza cemburu” Celetuk Rio membuat semua orang menoleh kearahnya lagi Rio dapat melihat gelagat Reza yang sedang cemburu “Hah?” Vurgos menepuk dahinya, “Gue lupa kalo si Reza ngejar-ngejar si Kayla dari taun mos” ia lupa dengan fakta itu “Ye lo sih!” “Kok jadi gue anjing?” jadi sekarang salah siapa? Alex menghembuskan napasnya, ia berdiri dan melangkah keluar. Sebelum satu langkah lagi melewati pintu utama ia berpesan kepada semua orang “Jangan sampe pertemanan kita terpecah belah cuman gara-gara cewek. cewek banyak gak usah di rebutin” setelah mengatakan itu, Alex keluar dari markas meninggalkan mereka yang sedang terdiam Revan tersenyum tipis, sambil menggeleng, “Kagak lah, gue aja ama dia beda gimana bisa nyatu?” terkekeh getir di akhir kalimat *** Di lain tempat, tepatnya di sebuah kamar berwarna abu-abu seorang gadis duduk di tepi ranjang sambil menatap satu lembar kertas yang membuat beban pikiran nya bertambah. “Penyakit sialan!” makinya kesal, ia meremas kuat kertas itu hingga menjadi bulat “Kenapa harus muncul?” tanyanya pada diri sendiri. Kenapa pernyataan ini harus muncul di saat dirinya ingin sekali membuktikan bahwa dirinya juga membanggakan. Sangat sulit untuk di percaya, bahwa dirinya di vonis penyakit yang mampu merengut nyawanya kapan saja. “Arghhh fuckkk!” tangannya mengambil gelas kaca yang ada di nakas lalu melemparkan nya ke arah tembok. Pecahan kaca berserakan kemana-mana, untung saja Adit sedang keluar dan dirinya sendiri di rumah Napasnya memburu, d**a nya kembali terasa sesak namun dirinya mengacuhkan hal itu Ting! Sebuah notif dari akun i********: pribadi milik papahnya mengalihkan antesinya. ia langsung mengambil benda pipih itu dan langsung melihat posting yang baru saja di kirim oleh sang Papa Saat melihat poto-poto yang di upload oleh Wisnu tatapannya menjadi sendu, dadanya terasa amat sesak. Postingan tersebut menampilkan sebuah foto berisi tiga orang yang sedang tersenyum ceria tanpa beban. Mereka seperti terlihat keluarga yang sangat harmonis. Tak lupa Wisnu meng-tag akun pribadi milik Yuna, dan Arka. Ia meleparkan handphone itu, sebelah tanganya memukul-mukul d**a bagian kirinya yang terasa amat sesak. ingin sekali ia berada bersama mereka, berfoto bersama, tersenyum ceria tanpa ada beban. Namun, itu hanya mimpi. Arsha tidak pernah merasakan hal seperti itu. Badannya bergetar, air matanya turun tanpa permisi. keringat mulai bermunculan, dadanya semakin sakit dan sesak. Menggigit bibir bagian dalam dengan kuat hingga bibirnya bedarah akibat giginya sendiri Tangan gadis itu menarik laci, dan mengambil pisau kater yang ada di dalam sana. Menatap nanar pisau kater itu lalu ia menggoreskan di bagian tangan kanan. Darah kental mengalir dengan deras, sudut bibir itu tertarik ke atas membuat lengkungan. rasa sesak sedikit menghilang dari dadanya. ia terus mengulang hal itu membuat lukisan di tangan putih sendiri Melangkah menuju kamar mandi dan segera mencucinya. tidak terasa sakit karna Arsha sudah terbiasa seperti itu Melakukan self harm sebagai bentuk untuk melepaskan rasa sesak yang ada di dadanya. Setelah selesai gadis itu keluar dan berjalan menuju ranjang. merebahkan dirinya, jemarinya menari di atas keyboard dan mengetik sebuah pesan untuk Wisnu. Walaupun belum ada satu pesan pun yang di balas. Boro-boro di balas di lihat saja Wisnu tidak sama sekali. Arsha : Haloo selamat malem Pah, jaga gilak kerja ya pah. inget tubuh papah juga butuh istirahat. Semoga Arsha bisa peluk papah di dalam mimpi nanti. Good night pah.. Arsha sayang sama papah *** Bell istirahat sudah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu. semua siswa-siswi mulai berhamburan keluar dari kelas. Namun, ada juga beberapa siswa-siswi yang tetap di dalam kelas Sudah 1 minggu yang lalu kejadian bullying itu berhenti terhadapnya. Dan sudah seminggu juga dirinya tidak pernah bertemu kembali dengan Alex. ah, bukan maksud dirinya ingin bertemu dengan lelaki itu, namun ia ingin membalikan hoodie hitam milik lelaki itu. Arsha sudah sering menaruh hoodie itu di taman terakhir kali mereka bertemu, tapi, saat dirinya mengecek kembali ternyata hoodie itu masih ada di kursi yang ia taruh. ingin menghubungi Alex pun dirinya tak tahu media sosial milik lelaki itu Dan sekarang ia kembali membawa hoodie itu berharap ia dapat bertemu langsung dengan pemiliknya Gadis itu memasukan buku catatan nya kedalam tas karna sudah waktunya untuk istirahat. Tiba-tiba saja Kayla datang dari arah luar sambil memberitahukan suatu yang membuat dirinya langsung mengalihkan antesinya “Guys! Ayok kita ke lapangan! Liat kakel maen basket” ajak Kayla kepada Arsha dan Rayna Rayna langsung menengok, “Serius? Kelas yang mana?” “Kelas XII IPA. Kelasnya kak Alex and dkk.” jawab Kayla membuat Rayna tersenyum ceria Rayna langsung mengangguk semangat Kayla beralih menatap Arsha, “Yok, Sha! Lo belum pernah nonton mereka maen basket kan?” “Boleh” Mengangguk pelan, lagi pula ini kesempatan dirinya untuk mengembalikan hoodie milik lelaki itu Mereka pun segera kelaur dari kelas menuju lapangan basket. Arsha terkekeh kecil mendengar ocehan antusias dari Kayla. “Sumpah Sha! Lo harus banget nonton, mereka mainnya keren. Gua yakin lo nanti klepek-klepek sama mereka” ucap Kayla setelah sampai di lapangan, mereka pun melihat mereka sedang bertanding Basket karna sekarang jadwal kelas itu berolahraga Arsha terkekeh mendengar ucapan itu “Nohh liatt!!! Sumpahh ganteng-ganteng semua anjritt!” Kayla berteriak histeris ketika melihat para lelaki men-dribble bola basket itu dengan sangat lincah “Masih gantengan Kak Rio” celetuk Rayna. Gadis itu tidak mengalihkan perhatian nya kepada lelaki pujaannya “Bucin dasar!” Kayla berucap malas “Sirik aja lo jomblo” Kayla memutar bola matanya malas, memang jika seseorang sudah bucin akan susah untuk kembali seperti semula “Kay, Kak Revan liatin kamu terus” Arsha melihat Revan yang sedari tadi mencuri pandangan kearah Kayla “Hah? Masa?” Tanya Kayla agak kaget namun tak di pungkiri bahwa dirinya sangat senang Arsha mengangguk, “Tuh liat aja, dia liatin ke arah kamu terus” gadis itu menunjuk kearah Revan Tak sengaja pandangan keduanya bertemu, Revan tersenyum tipis sambil mengedipkan sebelah matanya. Pipi Kayla terasa panas serta rona merah terlihat. Gadis itu menunduk malu sambil menggulum bibirnya sendiri. Ingin sekali ia berteriak “Cieee” goda Arsha dan Rayna “Apasih kalian tuh!” Kayla semakin menunduk karna malu “Ciee di liatin sama kak Revan” goda Rayna semakin gencar “Diem gak lo?!” delik Kayla sambil menahan senyumannya Rayna terkekeh kecil, “Iya, iya. gue mau beli minum buat kak Rio. bentar lagi kan selesai” pamitnya “Okey” jawab mereka berdua kompak Rayna langsung pergi dari area lapangan dan pergi kekantin, membeli minum untuk sang pujaan hatinya Kayla dan Arsha pokus melihat pertandingan yang semakin seru. Lebih tepatnya Kayla yang amat serius, Sedangkan Arsha ia memikirkan caranya untuk kembali ke kelas dan mengambil hoodie milik lelaki itu dan mengembalikan nya “Eum, Kay...” panggil Arsha “Hmm?” Kayla berdehem sambil pokus melihat kedepan “Aku mau kekamar mandi dulu ya, sebentar. nanti aku balik lagi kesini” bohongnya. Kayla langsung menoleh, “Gue sendirian dong..” “Gue ikut ya” ucap Kayla Arsha menggeleng cepat, “H-hah? G-gak usah! aku bentar doang kok” Kayla mengerucutkan bibirnya, gadis itu mencoba untuk mengalihkan atensinya “Itu kak Revan lagi liatin kamu terus, aku ke kamar mandi bentar ya” Kayla langsung menatap Revan dan mengangguk kepada Arsha “Okey deh! jangan lama-lama ya” Arsha pun segera pergi dari area lapangan, dan langsung berlari kekoridor kelasnya. setelah sampai di dalam kelas ia menghembuskan napasnya. untung tidak ada orang Ia langsung berjalan kearah mejanya dan segera membuka tasnya untuk mengambil sesuatu. Ia mengambil tota bag berwarna abu-abu dan mengecek nya sebentar Tersenyum kala barang itu masih ada, itu adalah hoodie hitam milik Alex yang kemarin lelaki itu pinjamkan. ia melangkah keluar dan langsung turun menuju ruangan basket. Setelah sampai di depan ruangan itu ia melihat sekitar ada orang atau tidak, setelah memastikan keadaan sekitar sepi ia langsung masuk kedalam dan mencari tas milik lelaki itu Ia merutuki kebodohan nya sendiri, ia tidak tahu tas Alex yang mana. Gadis itu memutar kembali otaknya dengan beberapa hari yang lalu. Setelah mengingat kembali ia langsung mencari tas yang mirip dengan ingatannya Tersenyum sumringah setelah mendapat tas Alex. ia langsung membukanya dan langsung membukakan tas itu dan langsung memasukan tote bagnya kedalam. Setelah itu ia membereskan kembali dan langsung keluar dari ruangan itu Ia bernapas lega tidak ada orang yang melihat nya masuk kedalam ruangan ganti milik lelaki. Baru beberapa langkah dari ruangan itu ia mendengar seseorang yang memanggilnya dari arah belakang Sialan dia bisa ketahuan kalo seperti ini “Arsha!” Panggil orang itu dari belakang Membalikan badan dan tersenyum canggung melihat orang itu. “Iya kak?” tanya Arsha pada Arga Lelaki itu melangkah cepat dan tersenyum manis kearah Arsha “Abis ngapain? kok lo ada di sini?” tanya balik Arga yang terheran melihat Arsha yang ada di depan ruangan ganti “A-aku abis dari toilet cuman jalan kesini, gitu kak” jawab nya bohong. Masa bodo dosanya sudah menumpuk karna berbohong kepada orang lain “Ohh” Arga mengangguk-angguk paham “Iya kak” “Udah makan?” “Belum kak” menggeleng pelan “Loh kenapa?” Arga menatap gadis itu “Tadi aku lagi liat kakak kelas main basket kak” “Terus sekarang lo mau balik lagi kesana?” “Iya” Arga menarik pergelangan tangan milik Arsha, lebih tepatnya di bagian luka goresan “Ayok kekantin aja” ucap Arga sambil memegang pergelangan tangan dengan kuat “Aww” Arsha meringis pelan karna lukanya kembali terbuka dan terasa perih Mendengar ringisan dari gadis itu dengan sigap Arga melepaskannya dan langsung menatap khawatir Arsha “Eh, kenapa Sha?” Tanya Arga khawatir “Ah, gak papa kok kak” Jawab Arsha sambil tersenyum sebisa mungkin Pandangan nya terjatuh kepada pergelangan lengan milik gadis itu yang memiliki luka goresan. lumayan banyak “Tangan lo-” Arsha segera menggeleng memotong ucapan lelaki di hadapan nya “Gak papa, ayok katanya mau kekantin kak” Arsha berusaha untuk mengalihkan pembicaraan “Oh, iya. Ayok” Arga mengangguk lalu mereka berjalan kearah kantin Hufft untung.... Arsha bernapas lega karna lelaki itu tidak melihat dengan jelas pada pergelangan nya. untungnya dirinya memakai cardingan untuk menutupi luka yang ada di pergelangan nya ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN