Lima

2192 Kata
"M-maaf kak, aku gak sengaja" Ujarnya sambil menunduk. Laki-laki yang ada di hadapannya mangangguk lalu tersenyum ramah ke arahnya. "Lo siswi baru?" Tanyanya. Lalu dia mengangguk polos dan menunduk "I-iya kak" Ucapnya dengan agak ketakutan "Gak usah takut, gua gak gigit orang kok." Ujarnya sambil terkekeh kecil, lalu dia mengangguk polos dan tersenyum simpul. "Lo, lagi cari ruangan kepala sekolah?" Ia mengangguk kecil membuat laki-laki yang ada di hadapannya mengangguk paham Arsha terus menunduk menatap lantai. jantung nya berdebanga ada di hadapannya terkekeh kecil, sungguh Arsha sangat polos dan lucu pikir laki-laki tersebut. "Ayok, gua anterin." Ujarnya sambil menarik tangannya, ia cukup terkaget dengan hal itu. Baru beberapa langkah, ia Segera menghentikan langkahnya secara sepihak, dan melepaskan tangannya dengan perlahan. Ia mencuri pandangan, ada rasa ragu di dalam dirinya untuk menatap laki-laki itu "Gak ngerepotin kak?" Tanyanya, Jari jemari nya masih setia seperti tadi, masih bergetar, dan mengeluarkan keringat. Laki-laki itu menggeleng sambil tersenyum tipis, "Gak, lagian gua ketos di sini." Dia hanya mengangguk lalu mulai berjalan berdampingan dengan laki-laki itu. "Nama lo siapa?" Tanyanya sambil melirik ke arahnya. "A-Arsha kak" Jawabnya "Gua Arga." Dia hanya mengangguk, dan mereka berhenti di sebuah ruangan, pasti kepala sekolah. Tok... Tok.... "Permisi pak, ini ada siswi baru." Ujar Arga ramah. "Masuk sini, eh, Arga kamu jangan dulu pergi. Nanti anterin dia ya." Arga hanya mengangguk sambil tersenyum ramah seperti biasa "Baik, pak." Arsha masuk kedalam ruangan, dan berbincang-bincang sebentar. sebagai tanda pengenalan dengan kepela sekolah di sini. sebelum melangkah keluar, ia mengucapkan terimakasih, serta tersenyum ramah kepada pria tua itu Arga menegakkan kembali tubuh nya, lalu menoleh kesamping menatap Arsha yang baru keluar. "Udah?" Dia hanya mengangguk "Ayok gua anter ke kelas" "Makasih ya kak" "Sama-sama" Bila di perhatikan dari wajah nya, Arga memiliki sifat baik, dan ramah. pipi nya yang tirus, rahang yang kokoh, hidung yang mancung, alis tebal, bulu mata panjang, dan lentik, serta bibir yang tipis. Wajah Arga kelewatan tampan, nyaris hampir sempurna. ia mencoba untuk tenang, semoga saja hati Arga setampan wajahnya Arga menghentikan langkahnya di depan kelas XI IPA 2. Lalu di ikuti oleh Arsha. "Permisi, bu. ini ada siswi baru." Ujar Arga dengan senyum ramah Seisi kelas menjadi hening setelah mendapatkan sosok Arga yang ada di depan kelas, udah ganteng, baik, sopan. Duh, idaman semua siswi SMA Harapan Bangsa. "Oh, iya makasih ya Arga udah mau nganterin ke sini." Ujar bu Ida. Arga mengangguk, lalu menoleh ke samping sambil tersenyum tipis. setelah itu ia pamit untuk pergi menuju Kelasnya "Baik anak-anak, kita kedatangan murid baru. Ibu harap,kalian semua menyambut nya dengan senang hati" Bu Ida beralih menatap Arsha yang masih berdiri di depan kelas sambil menunduk. ia tersenyum tipis, lalu mempersilahkan Arsha untuk masuk kedalam kelas "Silahkan masuk." Arsha mengangguk cepat, lalu berjalan masuk sambil menunduk. menghindari tatapan aneh dari murid yang lain "Hai, nama gu-aku Arsha, aku pindahan dari sekolah sebelah” ucap nya dengan terbata bata, kedua mata nya enggan untuk menatap balik murid yang ada di hadapan nya. "Ada yang mau di tanyakan anak-anak?” Seorang laki-laki menatap Arsha dengan tatapan jijik dan malas. ia kira murid baru nya itu, secantik bidadari yang turun dari kayangan. ternyata ekspetasi nya terlalu tinggi "Gak cantik bu, gak jadi nanya deh." ucap Daniel lantang. "Sok-sok an mandang fisik, orang muka sendiri aja kek gigi kudanil yang gak di sikat setaun." Sahut Kayla dengan suara keras. Seisi kelas tertawa karna ucapan Kayla, dan itu membuat Daniel malu. "Mampus, lo niel. di serbu Kayla kan?"ujar Arya yang masih tertawa "Diem lo!" "Sudah-sudah, jangan pada ribut. Silahkan Arsha kamu duduk sama Kayla." Ujar bu Ida menengahi. "Kayla angkat tangan." Ucapnya agar Arsha tahu dimana meja Kayla. Kayla pun mengangkat tangannya dan tersenyum kecil ke arah Arsha. lalu dia berjalan menuju meja Kayla. Setelah Arsha duduk di sebelah Kayla, gadis itu langsung memperkenalkan diri. Arsha sendiri sempat terkejut, adakah orang yang bersedia berteman dengan dirinya? "Gua Kayla, nah itu Rayna." Ujar Kayla sambil menunjuk ke arah meja Rayna, dan tersenyum ke arahnya. "Arsha." ujarnya lalu mulai merhatikan penjelasan materi Bu Ida *** Bel istirahat telah berbunyi sejak 5 menit yang lalu, semua murid mulai berhamburan keluar kelas. namun, ada beberapa murid yang masih di dalam kelas Seperti seorang murid laki-laki yang sedang fokus membaca buku, namun, di kerumuni oleh 5 orang laki-laki lain, yang sedang merayu dirinya untuk pergi kekantin Ia sudah berkali-kali menolak untuk kekantin karna terlalu malas, bukan malas lebih tepatnya dirinya tidak suka keramaian. “Al, kantin yok. laper gua njir” ajak laki-laki bertubuh tinggi serta kekar itu. sebut saja Reza “Kalian aja, gua males” Tolak nya dengan nada dingin, “Gak bosen apa lo baca buku mulu, Al? mending kita liat yang cantik-cantik. kek adek kelas gitu contohnya.” imbuh laki-laki bermata sipit, ber nametag Vurgos. Ia mendengus dan melirik sinis Vurgos. karna selalu saja membahas perempuan. sudah bisa di tebak bahwa Vurgos adalah pakboy cap kerdus. selalu modus kepada semua siswi adalah ciri khasnya “Tau Al, lo kan, udah pinter. gak bosen apa tiap hari, jam, menit, detik. baca buku mulu” celetuk Gavin. laki-laki yang memiliki wajah seperti orang Arab, itu, mencoba membantu temannya yang sedang menggoda Alex “Gak” “Kantilah Al, hayu. urang ngumpul bareng” ucap Denis dengan logat sundanya “Udah lama kagak di traktir sama lo Al, kita tuh. Ayolah, kali ini aja” “Maunya yang gratisan mulu Lo Van, banyak duit juga lo” “Kalo ada yang gratis kenapa harus yang bayar?” tanya Revan. membuat semua mendengus malas Menghela napas pelan, “Tanya Rio” Alex menutup buku yang ada di gengaman tangannya Semua mata tertuju pada laki-laki yang sedari tadi diam di bangku belakang sambil terus memperhatikan benda pipih kesayangannya Denis berbalik badan menatap Rio yang hanya pokus kepada handphone nya. “Kantinlah Nyet, laper nyeh aing. jangan bobogohan wae” Rio tidak merespon, dia hanya terus menatap fokus pada handphone miliknya “Yoklah, Yo. kantin, Rayna juga pasti ada di kantin” tambah Reza, ia yakin jika menyebutkan nama sang pujaan hatinya. laki-laki itu pasti mau Rio mengangguk, membuat sekumpulan laki-laki itu bersorak ria. usahanya tidak sia-sia. Akhirnya Alex berdiri dan mulai melangkah keluar kelas. di ikuti oleh lima laki-laki lainnya Di depan pintu kelas, lagi lagi ada yang menghentikan langkah mereka oleh tiga orang perempuan “Al, mau kemana?” Tanya gadis berambut pirang, make up yang tebal, dan baju yang ketat. membuat lekuk tubuh nya terlihat jelas oleh siapapun Gadis itu bernama Lauren, si gadis yang sedari dulu mengejar Alex namun tak kunjung di Terima. semua cara untuk mendapatkan hati laki-laki itu sudah ia lakukan, namun sampai sekarang belum kunjung mendapatkan hasil. Sudah di tegur beberapa kali oleh sahabatnya, maupun sahabat Alex untuk tidak menganggu hidup laki-laki itu. namun, Lauren tetep dalam pendirian nya. ia masih tetep mengejar Alex, mungkin sekarang ia sudah bisa di bilang. terobsesi oleh Alex. Contohnya setiap kali ada seorang gadis yang akan mendekati Alex, maka gadis itu akan berurusan dengan nya. yang ia lakukan yaitu cara membully gadis itu, agar tidak pernah mendekati Alex. “Ngepet” Celetuk Reza Gadis itu mendengus sambil melirik sinis ke arah Reza, “Gua gak nanya ke lo!” gadis itu kembali menatap Alex dan tersenyum manis “Kantin” Jawab Alex tidak menatap gadis itu sama sekali “Udahlah, La, jangan halangin kita” “Iya tuh, bener kata Revan. jangan nempel mulu, udah di tolak juga lo!” “Serah gue dong, bukan urusan lo bedua.” “Al, aku ikut ya–” Tiba-tiba saja ada seorang adek kelas perempuan menghampiri dirinya. dan menggagalkan misi nya untuk mendekati Alex. “Permisi kak, kak Lauren di panggil ke ruang BK.” Gadis itu menunduk, tak berani menatap Lauren. setelah mengatakan hal itu ia langsung pamit untuk pergi sebelum berurusan dengan Lauren dkk “Sialan!” batin Lauren menggerutu “Nya, cek urang oge naon siah. maneh mah ges we jing ka BK” usir Denis dengan logat sundanya Dengan perasaan dongkol Lauren pergi, dan di ikuti oleh kedua temannya yang lain. Bisa di sebut dayang-dayang nya mungkin. Pupus sudah rencananya yang ingin ke kantin bersama dengan inti geng Levator itu. Ketujuh laki-laki itu hanya menatap punggung ketiga gadis itu, dengan pandangan tak suka. memang mereka semua tidak suka Lauren dan Dinar. karna sikap dan penampilan nya seperti tante girang, Terkecuali pada Adel. Mereka semua selalu welcome kepada gadis itu. Karna cuman dia lah yang paling baik di antara mereka bertiga Rio memperhatikan arah pandang Denis, laki-laki itu masih memandangi punggung kecil Adel. ia menepuk tiga kali pundak lebar laki-laki itu “Kalo suka itu kejar, jangan cuman diem aja. perjuangin dia, Nis” Memang dulu Denis dan Adel menjalin hubungan. Bahkan seantero sekolah saja tahu dan mendukung hubungan mereka. Menurutnya mereka berdua memang cocok satu sama lain. hubungan mereka kandas karna orangtua Adel tidak merestui hubungan mereka berdua. Denis terkekeh miris lalu menggeleng pelan, “Mau gua perjuangin dia sampai kapan pun. gua gak akan bisa bersatu sama dia, Yo” “Susah sih emang, kalo terhalang restu orang tua. sabar aja, jodoh gak kemana” Rio pergi meninggalkan Denis yang masih terdiam sendiri di teras. *** Sedangkan di bangku kantin, sudah ada tiga gadis yang sedang duduk di sana. karna jam istirahat mereka memutuskan untuk ke kantin --- ralat maksudnya hanya Kayla dan Rayna lah yang minat ke kantin. dirinya hanya di paksa oleh kedua gadis itu untuk ikut Kata nya sih itung-itung beradaptasi dengan kantin di sekolah barunya itu Dengan terpaksa Arsha pun menurutinya. dan pergi ke kantin bersama mereka. sebenarnya ia sangat malas, alasan terutamanya ia malu karna penampilan. “Sha, lo mau pesen apa? biar gua pesenin” tawar Rayna. Arsha menggeleng, “Gak usah, biar aku aja yang pesenin kalian” “Mau traktir kita lo?” Kayla menebak asal sambil menaik-turunkan alis kedua nya. “Iya, karna kalian udah mau temanan sama aku.” Arsha tersenyum manis di akhir kalimat. perkataan Arsha mampu membuat kedua nya merasa kasihan “Sha... Emang lo dulu gak punya temen ya?” Rayna menyenggol sebelah tangan Kayla menggunakan siku nya, dan menatap tajam gadis itu Bisa bisa nya dia menanyakan hal seperti itu “Punya kok, tapi dulu.” jawab nya pelan nyaris tak terdengar Kedua nya terdiam kaku mendengar jawaban dari mulut gadis itu, Kayla menggigit pipi bagian dalam, merasa bersalah karna sudah menanyakan hal seperti itu “Ah, jadi kalian mau pesen apa?” Arsha mengalihkan pembicaraan. ia menatap kedua gadis yang ada di depan nya itu “Gua bakso aja deh,” ujar Kayla dengan tersenyum simpul “Samain aja. eh iya, nanti lo tunjuk aja meja nya. Gak usah lo bawa, nanti juga di anterin ke sini” Rayna menunjuk ke arah warung dengan telunjuk “Okey. Aku pesen dulu ya” Arsha berdiri, dan berjalan menuju warung yang di tunjuk oleh Rayna tadi. setelah sampai ia langsung memesan pesanannya dan dengan sahabatnya. tak lupa sebelum dia beranjak, ia menunjukan meja yang ia duduki Arsha berlalu dari sana dan berjalan kembali menuju meja nya, tangannya membawa segelas jus yang ia pesan tadi Ia berjalan sambil menunduk, mengalihkan pandangan aneh dari beberapa siswa-siswi yang duduk di meja yang ia lewati. dan menulikan bisikan tak mengenakan hatinya Tanpa sengaja ia menabrak seseorang, dan jusnya mengotori seragam orang itu. ia diam membeku karna kaget, lalu ia menatap orang yang ia tabrak tadi sudah menggeram kesal Keadaan kantin yang tadinya berisik, kini menjadi sepi. seperti tidak ada penghuni. dan suasana di sana berubah menjadi mencekam Mereka tahu yang Arsha tabrak tadi ialah gadis yang di takuti seantero sekolah karna di juluki ratu bullying. “LO!! KALO JALAN TUH PAKE MATA! PERCUMA KALO LO PUNYA MATA KALO GAK LO GUNAIN BUAT LIAT JALAN!!” ucap Lauren marah Ya, yang Arsha tabrak tadi adalah Lauren. “Ma-maaf kak, Aku gak sengaja” Arsha menunduk takut, bahkan langkah nya sempat mundur karna mendengar bentakan dari Lauren “BA--” Adel segera menengahi dan membisikan sesuatu kepada Lauren agar tidak membuat ulah, baru saja mereka keluar dari ruang keramat. “Udah gak papa Ren, Lo baru aja keluar dari BK jangan sampai lo masuk lagi gara-gara masalah sepele.” Bisik Adel lembut Akhirnya Lauren mengalah, ia tidak menerus aksinya itu. Mengingat bahwa ia baru saja keluar dari ruangan BK Lauren menatap Arsha sengit. lihat saja ia akan menandai gadis itu. Setelah itu Adel dan Dinar menyeret Lauren menjauhi Arsha dan keluar dari kantin Setelah di rasa gadis tadi sudah tidak ada, Arsha menghembuskan napas pelannya. Kayla dan Rayna menghampiri Arsha dan membawa gadis itu duduk di meja. menanyakan apakah ia terluka atau tidak “Shaaaaaa, Yaampun, lo gak kenapa-napa kan? Gak luka??” tanya Kayla heboh. Arsha menggeleng,“Gak kok, aku baik-baik aja” “Untung deh ya, tadi kak Adel udah duluan nyeret kak Lauren. kalo nggak bisa aja lo abis di bully sama dia” “Emang mereka siapa?” Tanya Arsha penasaran. Kayla dan Rayna mulai menjelaskan siapa mereka, dari Lauren, Dinar, dan Adel. mereka menjelaskan secara detail sifat mereka. Arsha mengangguk sesekali kala mendengar penjelasan dari kedua gadis yang ada di hadapan nya itu. Dan ia tahu siapa yang ia tabrak tadi ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN