Dua puluh lima

1729 Kata
“Eh, emang bener kalo limbad berbuat baik jadi limgood?” Pertanyaan random yang keluar dari Reza, membuat keenam temannya menatap kearahnya. “Gak gitu konsepnya nyet!” Gavin menoyor kepala Reza “Lohhh salah saya apa ya kak?” Reza mulai mendramatis “Banyak!” “Sampe gak bisa di ucapin satu satu Za.” ucap Vurgos sambil memakan bakwan “Tegahhh bangettt kalian” “DI GEBOYYY GEBOYYY MUJAIR” “NANG NING NONG” “NANG NING NONG” “HOBAH!” Suara Gavin mengikuti sound t****k yang sedang trend. Membuat semua orang yang ada di kelas geleng-geleng kepala melihat nya “Berisik anjing! Gedein suaranya!” ucap Vurgos “Kecilin!” koreksi Denis Vurgos mengangguk, “Nah iya itu maksud gue! Mulut gue typo” “Mata lo kedip, gitu amat natapnya” ujar Reza yang sedari tadi memperhatikan Gavin yang me-scroll t****k sampai tidak kedip Gavin melirik Reza sinis, “Halah, lo juga suka kek gini kalo liat yang bohay bohay!” “Tobat gue, dosa gue udah banyak.” Reza sadar bahwa sekarang dirinya banyak dosa. Sedari dulu sih, cuman dia belum sadar saja Gavin memutar bola matanya malas, “Bacot. Nanti juga kek gitu lagi!” “Vurgos!! Lo nyolong permen gue yak!?” Adel datang dan langsung menarik kerah seragam milik Vurgos. Tadi dirinya melihat Vurgos yang menguyah permen, tapi yang membuat dirinya curiga adalah lelaki itu sedari tadi berjalan-jalan di sekitar barisan bangku nya “Enak aja! Fitnah lo” elak Vurgos berusaha menetrakan suaranya dan ekspresi nya “Gue liat pake mata kepala sedari” ucap Adel lagi. Ia yakin bahwa lelaki keturunan buaya itu yang mengambil permen miliknya “Kalo liat pake mata kepala, kenapa masih nanya” Guman Vurgos pelan “Tuh kan! Ngaku lo!” “Ngaku apaan? ngaku kalo kita pacaran?” Menaik-turun kan alis nya Lelaki itu berusaha menggoda Adel. Sebenarnya ia hanya ingin mengetes Denis. Plak! Adel langsung menampar pipi Vurgos “Ngadi-ngadi lo!” ogah banget jika dirinya memiliki hubungan dengan lelaki seperti Vurgos. Yang ada tiap hari darahnya pasti naek “Kdrt lo! jahat sama calon lo sendiri” ucap Vurgos mendramatis Di saat keduanya sedang adu mulut, seseorang sedari tadi memperhatikan mereka. Mimik mukanya menjadi datar melihat pemandangan yang ada di depan. Lelaki itu langsung pergi keluar kelas, meninggalkan teman-temannya. “Denis! Kemana lo?” tanya Reza “Kantin!” jawab Denis setengah teriak “Suami lo ngamuk noh Del, susulin gih” Titah Vurgos Adel menatap tajam Vurgos. lalu ia pergi menyusul kedua temannya *** Bell pulang sekolah telah berbunyi sekitar lima menit yang lalu, semua murid sudah keluar dari kelas dan berjalan menuju gerbang utama Begitu pun dengan kelas 12 ipa tepatnya di kelas Alex. Beberapa murid sudah keluar, tinggal dirinya bersama dengan beberapa murid yang lain Lauren, dan Dinar saling pandang untuk melakukan rencananya Lalu mereka menatap kebelakang, tepatnya di bangku Adel. “Yok” ucap Lauren yang sudah berdiri Adel langsung menatap Lauren dan Dinar. “Duluan aja deh kalian, gue mau ngerjain soal dulu satu lagi” Memutar bola mata malas, “Ck, iya. Nanti nyusul oke” ucap Lauren, Adel mengangguk. Mereka berdua pun pergi meningalkan kelas, Adel memperhatikan punggung kedua temannya yang sudah hilang. dirinya menatap lelaki yang masih duduk di bangku nya Ia berdiri dan berjalan mendekati lelaki itu. “Al, buruan jemput Arsha sekarang.” bisik gadis itu pelan Lelaki itu menatap Adel dengan heran. “Maksud lo?” Menghela napas, “Gue gak tau apa yang bakalan terjadi sama cewek itu kalo lo terlambat jemput dia.” Adel pergi begitu saja setelah menyampaikan kalimat yang membuat Alex bingung. Alex diam, ucapan Adel barusan terus berputar. Adel teman se geng Lauren. Astaga! Berarti Arsha sedang dalam bahaya Ia tahu betul Lauren sangat terobsesi padanya. dan semua murid tahu dirinya sedang dekat dengan Arsha. *** “Del, iket kakinya! Jangan ngelamun aja” titah Lauren Seperti rencananya akan berjalan dengan lancar sekarang, Lauren berhasil membawa Arsha. Ia membawa Arsha ke salah satu bilik kamar mandi. Adel sebenarnya kaget, karna Lauren berhasil membawa Arsha. ia kira Alex akan lebih dulu menjemput gadis itu. Ternyata tidak Ia mengangguk ragu, sambil menatap sendu Arsha. Berjalan dengan cepat dan segera mengikat kaki milik gadis itu Sebenarnya dirinya tak tega, gadis yang tak tahu apa-apa harus menjadi korban kali ini. namun, dirinya tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perkataan Lauren. Lauren beralih ke hadapan Arsha, dan membuka kacamata milik gadis culun itu “Haii Arsha. Mari kita bermain-main sebentar,” ucap Lauren sambil tersenyum horor Arsha menelan ludahnya, apa maksudnya? “Kak lepasin! aku salah apa sama kakak?” Arsha berusaha memberontak, namun tangan, dan kakinya diikat. Lauren terkekeh pelan, “Mau di lepasin hm?” jemari gadis itu mengelus pipi Arsha “Aku minta maaf kalo ada salah sama kakak” ucapnya gemetar Lauren menjambak kepangan gadis itu, dan menatap Arsha tajam “Salah lo banyak! dan gue gak akan lepasin lo gitu aja, lo harus tau akibatnya.” Arsha meringis saat kepangan nya di tarik begitu kuat. Ia rasa rambutnya akan lepas dari kulitnya. Lauren melepaskan jambakan itu, lalu menatap kembali Arsha “Sebenernya gue tuh, gak tega sama lo. Modalan penampilan culun kayak lo gue kira kagak punya nyali. Tapi, gue salah besar. Ternyata, lo malah makin ngelunjak!” ujar Lauren sarkas Lauren sendiri melihat bahwa Arsha, dan Alex semakin hari, semakin dekat. Dirinya kira Arsha akan stop menganggu Alex. Ia mengambil beberapa polaroid yang berisi foto Arsha saat bersama Alex. Dan melemparkan nya, tapat di wajah gadis itu. Arsha menunduk, melihat foto itu. Ternyata foto dirinya saat bersama dengan Alex. “Gue udah peringatin lo biar gak deketin Alex. Tapi lo gak dengerin gue. Dan sekarang terima akibatnya Arsha” “Kak, ini salah paham. Aku bisa jelasin” Arsha menatap Lauren dengan mata yang sudah berair “BACOT!” Lauren mengambil seember air keruh. Yang sudah pasti itu adalah air bekas pel-an. ia langsung menguyurkannya di tubuh gadis itu Byur! Arsha memejamkan matanya, merasakan air menghujani tubuhnya saat ini. Bau aneh tercium oleh hidungnya, Lauren beralih mencengkram kedua pipi milik Arsha. Dan meminumkan air keruh itu kedalam mulut Arsha. Ya, Lauren mencekoki Arsha menggunakan air bekas pel-an itu. “LO ITU CUPU, CULUN, CUMAN BEBAN DI SINI!” Napas Lauren semakin memburu Gadis itu sedang tidak waras sekarang! “Jangan harap gue bakal lepasin lo sebelum lo jauhi Alex!” Di belakang tubuh Lauren, ada Dinar dan Adel yang hanya diam melihat kejadian itu Dalam hati, Adel terus berdoa agar Alex cepat kesini dan menghentikan aksi gilak yang di lerbuat oleh Lauren “Ren, udah! Dia bisa mati kalo lo terus terusan cekokin dia!” Adel bersuara dari belakang Lauren menoleh kebelakang menatap Adel “BIARIN DIA MATI! GUE GAK PEDULI! KENAPA LO BELAIN DIA?! LO TEMANAN SAMA DIA?!” balas Lauren sambil menatap tajam Adel Arsha hanya diam, tak bersuara. d**a nya terasa sakit dan sesak. kepala nya mulai berdenyut nyeri. Ia hanya berharap semoga dirinya tetap bertahan. Brak! Gebrakan pintu terdengar oleh mereka semua. Pintu kamar mandi di dobrak oleh seorang dari arah luar. “LAUREN!” suara berat milik seorang lelaki itu menggema di telingga mereka Adel menoleh dan bernapas lega karna itu adalah orang yang ia tunggu-tunggu sedari tadi “Lo udah keterlaluan!” Ucap Alex sambil menatap Lauren Marah Gadis itu menelan ludahnya susah payah. Kenapa lelaki itu mengetahuinya? Pasti ada seseorang yang mengadu pada Alex, pikirnya “Ini bukan seperti yang kamu liat, Al” “Lo kira gue bodoh!? Lo gak punya hati!” Alex menabrak pundak gadis itu, dan berjalan kearah Arsha yang sudah terkulai lemas. Ia langsung membuka ikatan Arsha, dan memegang kedua pipi gadis itu dengan tatapan penuh khawatir “Sha, bertahan ya.” ucapnya cemas “Sa.. Sakit...” parau Arsha Alex langsung menggendong gadis itu. dan melangkah keluar Tepat di hadapan Lauren dirinya berhenti dan berucap “Kalo ada apa-apa sama Arsha. lo orang yang pertama yang gue cari” “Gue benci sama orang kayak lo Ren..” lanjutnya lagi Lauren hanya diam. d**a nya terasa sesak mendengar ucapan terakhir dari lelaki itu. Alex melangkah cepat keluar meninggalkan para gadis gilak itu Adel pergi terlebih dahulu, dan mengejar Alex. “Alex! tunggu!” teriak Adel Alex berhenti Adel memberikan seragam baru, dan memberikannya sekantong obat “Ini seragam baru buat Arsha. gue merasa bersalah karna gak bisa nolongin dia. Lo juga langsung bawa Arsha ke rumah sakit, gue tadi liat dia kayak kesakitan.” ucap Adel panjang lebar Alex mengangguk, “Thanks Del, lo harus keluar dari dua cewek gilak itu. Secepatnya.” *** Ting tong Alex menekan bell rumah milik Arsha. Ia sudah membawa gadis itu ke rumah sakit, dan ia akan memberitahukan keluarga gadis itu Arsha di temani oleh Adel sementara. Pintu terbuka dan menampilkan seseorang lelaki di sana. Alex terdiam sebentar, ia mengenali lelaki itu “Lo ngapain di sini?” Tanya Alex Adit mengernyit heran, seharusnya dirinya yang bertanya seperti itu. “Harusnya gue yang nanya itu ke lo. Ngapain lo di sini?” “Gak penting Dit, gue mau kasih tahu Arsha lagi di rumah sakit sekarang.” terang Alex Adit melotot, kenapa gadis itu? ada apa? Perasaan gadis itu tidak sakit “Arsha kenapa!? Kok bisa di rumah sakit?!” tanya Adit khawatir “Cerita nya panjang, sekarang lo harus kesana.” jawab Alex Adit mengangguk, laki-laki itu langsung masuk kembali, mengambil kunci mobil. Setelah itu, ia langsung pergi mengikuti arah mobil Alex *** Adit berjalan memasuki ruangan Arsha, ia berjalan lesu setelah mendengar penjelasan dari dokter yang menangani gadis itu Apalagi dirinya baru tahu, bahwa Arsha memiliki riwayat penyakit jantung. lebih tepatnya jantung gadis itu lemah, dan tidak boleh terlalu bekerja karna jantungnya lemah dan tidak tahan lama. Dan lebih parahnya lagi, gadis itu tidak pernah konsul selama dua bulan terakhir “Gimana Dit? kenapa Arsha?” tanya Alex yang sedari tadi menemani Arsha di dalam Adit menggeleng pelan, ia tak boleh memberitahu orang lain dahulu. “Lo pulang aja Al, biar gue yang jagain Arsha” bukannya menjawab Adit malah menyuruh lelaki itu untuk pulang Alex mengerti, ia berdiri dan menepuk pundak lelaki itu. “Oke, gue pulang” Setelah nya lelaki itu berjalan keluar. Adit langsung duduk di kursi yang ada di samping ranjang, dan memegang jemari gadis itu “Kenapa lo nutupin semua nya dari gue Sha?” Tbc.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN