Dua puluh tiga

1739 Kata
“Arsha, pulang bareng yuk?” Arga sudah tiba di hadapan Arsha yang sedang berdiri di depan pintu. Menunggu Kayla, dan Rayna. Yang sedang piket Gadis itu terperanjat, karna tiba-tiba saja lelaki itu ada di hadapannya. “Lo mau pulang kan? gak ada jadwal eskul?” tanya Arga Arsha menggeleng, “Gak ada kak” Kayla, dan Rayna. Sudah selesai menyelesaikan piketnya. Mereka tersenyum menggoda kearah Arsha yang sedang mengobrol berdua dengan Arga “Ngobrol kok gak ajak-ajak sihh” cibir Kayla sambil bernada menggoda Rayna bergidik ngeri mendengar nada yang di alay-alaykan oleh temannya itu “Maaf kak, Kayla emang kalo keabisan obat kayak gini” Rayna tersenyum sekenanya. Lelaki itu terkekeh sambil mengangguk pelan Kayla langsung menatap Rayna, dan menatap kesal gadis itu “Syalan lo” Tiba-tiba saja keenam inti, serta satu ketua geng Levator menghampiri kelas mereka Kayla menyenggol tangan Rayna menggunakan siku. Karna melihat pacar gadis itu. Rayna sudah menerbitkan senyumannya saat melihat Rio menghampiri nya. Tapi tunggu, kenapa ketuanya ikut juga? Biasanya Alex tidak ikut jika Rio akan menjemput Rayna. Arsha langsung menatap ketujuh lelaki itu, pandangan nya tak sengaja bertemu. gadis itu segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain Tiba-tiba saja lengannya di tarik oleh seseorang dari belakang. Kayla, dan Rayna tentu sangat terkejut. Apalagi Arga yang sedari tadi menatap lelaki itu dengan tatapan tajam Namun, tidak dengan keenam inti Levator. mereka sudah tahu maksud ketuanya ikut “Pulang bareng gue” ucap Lelaki itu tiba-tiba Alex langsung menyeret gadis itu agar berjalan di belakang nya. Baru beberapa langkah, Tiba-tiba saja seseorang menahan tangan Arsha dari belakang “Lo gak bisa maen seret Arsha. Dia pulang bareng gue” ucap Arga Lelaki itu membalikan badan, menatap datar Arga. Lalu pandangan nya turun kepada gadis yang ada di tengah “Emang dia mau pulang sama lo?” tanya Alex tajam. Sambil menaikan satu alisnya keatas Arsha menelan ludahnya, merasakan hawa berbeda ketika kedua lelaki itu berbicara Arga terdiam. Ia sampai melupakan bahwa Arsha belum menjawab ajakannya. Lelaki itu menarik Arsha agar berdiri tepat di sampingnya. Lalu membisikan sesuatu ke telingga gadis itu “Lo harus ikut gue, atau gak gue maafin” ancam nya. Arsha terdiam. Bagaimana ini? ia harus apa? “Sha, mau kan pulang bareng gue?” tanya Arga memastikan Gadis itu gelagapan. Menatap Alex, lalu kembali menatap Arga. “Aku ada urusan sama kak Alex, kak. maaf sekarang gak bisa” jawab Arsha tidak enak Alex tersenyum miring penuh kemenangan mendengar jawaban dari gadis itu “Gak denger?” Lelaki itu langsung membawa Arsha berjalan meninggalkan Arga yang masih terdiam lesu. Dan di belakang sana, tepatnya di depan kelas. Kayla, Rayna, dan keenam inti Levator sedari tadi menonton perdebatan itu. Dan melongo karna akhirnya Arsha pulang bersama dengan Alex “Arga sadboy..” Guman Reza “Halah kayak gak nyadar aja lo Za” celetuk Gavin sambil menoyor tengkuk milik Reza dari belakang “Dihhh. Enak aja! gue gak sadboy. Apaan sadboy, jaman sekarang sadboy? gak jaman. gue jodohnya irene blackpink!” Reza menggelak. Padahal dalam hatinya dirinya sudah meringis melihat di depan mata Revan, dan Kayla yang berdekatan. “Serah lo deh” guman Gavin sambil geleng-geleng Revan yang mendengar ucapan Reza, langsung menatap kesamping. Ternyata ada Kayla yang berdiri. Ia langsung berjarak dan menjauh dari gadis itu. Ia sendiri tahu bahwa Reza menyukai Kayla dari jaman dulu. *** Alex memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah Arsha. Arsha menatap gerbang rumahnya. darimana lelaki itu tau bahwa ini adalah rumahnya? padahal dirinya saja tidak memberitahu Lelaki itu hanya ingin mengantarkan Arsha. dan juga ada sesuatu yang ingin lelaki itu sampaikan “Makasih kak” ucap Arsha Alex hanya berdehem sambil menatap lurus ke jalan Melepaskan stalbeat, sebelah tangannya membukakan pintu. Sebelum ia melangkah keluar, tangannya di cekal oleh lelaki itu Arsha langsung menoleh, dan menatap lelaki itu yang menatap nya juga. Alex menyodorkan benda pipih miliknya kearah gadis itu. Arsha menatap handphone milik Alex. Apa maksudnya? Ia tak paham Menghela napas, “Tulis nomor lo” Alex membuka suara Gadis itu sendiri tidak tahu untuk apa, namun ia langsung mengambil handphone Alex dan mengetik nomor miliknya Setelah itu ia kembali memberikannya pada Alex. Alex meminta nomor gadis itu untuk mengabarinya besok. karna besok dirinya akan mengenalkan gadis itu kepada Vina, sebagai pacar nya– ah, lebih tepatnya pacar pura-pura nya. Gadis itu keluar, dan masuk kedalam gerbang. sedangkan lelaki itu sedari tadi menatap Arsha. memastikan bahwa gadis itu sudah masuk dengan selamat Tersenyum tipis, lalu ia menyalakan mobilnya. Dan meninggalkan area rumah gadis itu Merasa lega bahwa dirinya sudah menemukan orang yang tepat untuk menajadi pacarnya. Walaupun ia tahu bahwa ini adalah tidak benar, karna sama saja membohongi Vina. tapi tidak ada pilihan lain selain melakukan ini. *** Blug! Bantingan suara pintu terdengar menggema. Arsha membanting pintu kamarnya, gadis itu melemparkan tasnya ke sembarangan arah Ia langsung membantingkan tubuhnya ke kasur. dan menenggelamkan wajahnya di bantal “Arghh sialan!” teriak gadis itu prustasi Bodoh sekali dirinya! Masa dirinya harus menjadi pacar pura-pura Alex!? Apa kata orang-orang nantinya? Bisa-bisa dirinya akan di teror oleh fans fanatik lelaki itu Ini juga salahnya kenapa dirinya melemparkan bola basket itu kebelakang kepala lelaki itu. Sekarang kan akibatnya begini! ia harus membayar nya dengan tidak biasa. “Yatuhan, kenapa nasib gue gini banget?” gumamnya pelan Ting! Bunyi notifikasi dari handphone nya berhasil membuat dirinya berhenti berguman tak jelas. Mendongak, dan langsung merogoh saku roknya. ia menyalakan handphone nya, dan membuka notifikasi yang tadi ada. Matanya membulat ketika membaca pesan dari seseorang, ia menatap kesal pesan tersebut. Alex: Sv. “Baru aja gue lagi gibahin, nih orang udah muncul aja!” gerutunya sambil menatap pesan singkat itu Arsha : ok kak “Mati aja lo Sha! ini semua ulah lo! Terima aja akibatnya” mematikan handphone nya dan melemparkan ke samping Ting! Bunyi notifikasi lagi muncul Gadis itu membuka kembali pesan itu. Arga : Sha, udah nyampe kan? Gadis itu menerbitkan senyuman tipisnya melihat pesan dari lelaki itu Arsha : udah kak, kakak gimana? Setelah membalas pesan dari Arga. Ia menatap room chat dirinya dengan lelaki itu. Sebenarnya dirinya menyukai sikap Arga yang terbilang lembut, dan ramah. tapi, lelaki itu terlalu misterius, dan selalu mengingat kan nya pada orang itu. Omg! Membulatkan matanya, dan langsung bangkit. Ia berjalan kearah meja belajar nya, dan mencari buku diarynya. Ia membuka setiap lembar. Memikirkan lelaki itu membuat dirinya ingat akan sesuatu “Bodoh! kenapa lo tadi gak cari foto itu Arsha!” makinya dengan suara yang panik Kenapa dirinya sampai lupa akan foto itu? Bagaimana jika seseorang telah menemukan foto itu dan mengenalinya? Ya, walaupun itu sangat tidak mungkin jika ada orang yang mengenalinya. Tapi, bisa saja mereka terus mencari tahu siapa orang yang ada di dalam foto tersebut. Hidupnya akan terancam jika itu terjadi! Ia harus cepat bertindak *** “Al, lo yakin bakal sama cewek itu?” tanya Vurgos Malam ini mereka sedang mengumpul di markasnya. seperti biasa. Lelaki itu berdehem dan mengangguk pelan sebagai jawaban. Ia pun tak tahu kenapa dirinya ingin sekali gadis itu yang menjadi pacar pura-pura nya. “Apa kata bunda Vina nanti? muka dia kan–” “Muka bisa di ubah. Yang kita harus cari tahu itu, tentang dia sendiri.” potong Rio cepat Semuanya langsung menatap Rio dengan tanda tanya “Maksud?” Alex menatap Rio sambil menaikan sebelah alisnya “Tentang dia. seperti masa lalu dia, sifat asli dia. dan yang lainnya” jelas Rio. Yang membuat Alex terdiam berpikir Vurgos yang mendengar penjelasan dari Rio langsung terkekeh pelan “Udah pasti si cewek itu lugu. Lo liat aja penampilan dia, udah cupu kayak gitu.” “Biasanya orang yang cupu tuh suka misterius” sahut Revan “Misterius kayak gimana?” Menarik napas, “Bisa aja mereka sok sok an cupu, lugu. Padahal kalo mereka lagi di rumah suka beda drastis sama yang di sekolah, atau yang kita lihat selama ini” terang Revan agak ngasal Vurgos mengangguk paham, ia paham sekarang. Alex yang sedari diam mencerna semua ucapan temannya. pikirannya jadi mengarah kepada foto yang terjatuh dari salah satu buku milik gadis itu Foto berisi dua orang. Perempuan dan lelaki yang seperti nya tengah tersenyum kearah kamera. Ia yakin itu ada hubungannya dengan gadis itu, atau dengan hidup gadis itu. *** Arsha berjalan di Koridor, semua murid yang ada di sana menatap remeh kepadanya. Ia bertanya-tanya kenapa mereka menatapnya dengan begitu? Ia sendiri tak paham dengan tatapan dari mereka Ia merogoh saku roknya ketika di rasa bahwa handphone nya bergetar. Ia membuka dan melotot tak percaya saat melihat postingan itu. Di sana, tepatnya di akun sosmed milik lambe turah melihatkan foto dirinya saat di tarik oleh Alex menuju parkiran kemarin. Wtf!? Kok bisa?! Siapa yang memfotokan dirinya saat itu? kemarin hanya ada dirinya dan lelaki itu. Tapi kenapa bisa tertangkap oleh lambe turah? Pantas saja sepanjang jalan tadi semua murid menatap aneh kepadanya. Ternyata ini! Arsha berjalan cepat kearah kelasnya. dirinya trending di sekolah dengan lelaki itu Saat sampai di kelas, ia langsung masuk dan duduk di kursinya. Tiba-tiba saja kedua temannya menghampiri dirinya dan mulai bertanya-tanya tentang foto yang di upload di akun sosmed lambe turah “Sumpahh shaaaaaa! lo harus jelasin semuanya sama kita!” heboh Kayla langsung duduk di sebelah Rayna mengangguk setuju sambil bersedekap d**a. “Harus itu!” “Kok bisa Sha? lo ada hubungan kan sama kak Alex?” tebak Kayla asal Arsha langsung menatap gadis itu, “Gak ada!” “Ada!” “Gak ada!” “Ada!” “Gak ada Kayla” “Ada! Itu buktinya!” melihatkan postingan dari akun lambe turah “Makanya jelasin Sha” ucap Rayna Arsha mengangguk, “Oke fine, aku jelasin. Tapi jangan kaget oke” “Oke buru!” jawab mereka berdua serempak Arsha menarik napas dalam-dalam, “Sebenernya...” Kayla dan Rayna sudah mendekat wajah mereka kearah Arsha “Sebenarnya...” “Paan Sha? buru mau gue betot?” Kayla mulai tidak sabaran “Sebenarnya, aku itu jadi pacar pura-pura nya kak Alex. Buat bayar ulah aku yang kemarin” jawab Arsha jujur “APAAA SHAAA?!” Teriak Kayla kaget Arsha membekap mulut gadis itu, “Jangan teriak! nanti orang lain denger!” Kayla mengangguk–angguk. Rayna diam, ternyata benar ucapan kekasihnya itu Rayna sudah di beri tahu oleh Rio, tapi dirinya agak tidak percaya. Maka dari itu ia memastikan langsung kepada Arsha “T-tapi serius Sha?” Arsha mengangguk “Terpaksa,” lanjutnya lagi Tbc.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN