Be With You Part 2

1231 Kata
Tap tap tap Rafael berjalan setengah berlari ke arah kasir. "Sama ini ya, Mbak," ucap Rafael seraya menaruh kalung couple di atas meja kasir. Syaren yang melihat sontak langsung tersenyum saat melihat kalung itu. "Aku tunggu di depan ya?" pamit Syaren. Rafael tersenyum dan mengangguk pelan mengiyakan. Beberapa menit kemudian. "Udah?" tanya Syaren saat Rafael keluar dari toko. "Udah," jawab Rafael, "Jepit sama bandonya pake ya. Mau gak?" Syaren tersenyum dan mengangguk. Rafael lalu memasangkan jepit yang tadi ia beli di kepala Syaren, ia juga memasangkan bando yang Syaren pilih tadi di kepala Syaren. "Aku gak usah pake deh ya? Masa laki-laki pake bando, kan malu." "Ihh … Kok gitu? Kan biar couple-an. Nyenengin hati aku sehari ini aja masa gak mau," ucap Syaren. "Cuma hari ini loh, kita juga jarang kan kaya begini." "Ckk! Ya udahlah! Lagian aneh-aneh aja! Masa couple-an pake bando! Kan kaya cewek!" protes Rafael. "Cuma sehari ini doang, biar orang liat dan mereka paham kalau kamu itu pacar aku dan kamu teramat sangat mencintai aku," jawab Syaren mengambil bando di dalam paper bag yang Rafael pegang lalu memasangkannya di atas kepala Rafael. "Ya ampun ... gantengnya pacar aku," puji Syaren. "Aku gak bahagia di puji!" ucap Rafael. "Tapi aku sangat amat bahagia," ucap Syaren menggenggam tangan Rafael. "Ayok! Kita jalan, cari ice cream terus nanti kita foto-foto." ucap Syaren seraya menarik tangan Rafael hendak melangkah pergi. Namun, Rafael tak melangkahkan kakinya, ia tetap berdiri di tempat hingga Syaren tak jadi melangkah dan tetap berdiri di samping Rafael. "Kenapa?" tanya Syaren. "Aku kan udah ngikutin apa yang kamu mau. Sekarang kamu yang ikutin apa mau aku," ucap Rafael. "Ya udah, kamu mau apa?" tanya Syaren. Rafael mengambil sesuatu di dalam paper bag yang masih ia pegang, ia mengambil sesuatu di dalam sana dan memperlihatkannya pada Syaren. Sebuah kalung couple perak dengan love yang terbelah mirip patah hati. "Pake ini," ucap Rafael. "Emang murah sih, tapi setidaknya ini akan menjadi kenangan saat nanti kita sudah beranjak dewasa, bukti kalau kita saling mencintai." Syaren yang mendengar sontak langsung mengatupkan bibir menahan senyum. "Kalungnya kan dua, satu untuk aku dan satu lagi untuk kamu, ini kan kalau di pisah kayak patah hati, tapi kalau bersatu jadi cinta. Sama kaya kita, kalau aku sama kamu pisah, aku sama kamu juga pasti bakalan patah hati. Jadi, kita harus tetep sama-sama biar cinta itu tetap ada," ucap Rafael. Syaren tersenyum lagi dan mengangguk. "Ya udah, pasangin dong." "Kamu pake yang sebelah kanan, aku yang kiri ya?" Syaren tersenyum dan mengangguk lagi. Hari ini tak henti-hentinya ia dibuat tersenyum oleh Rafael. "Iya, pasangin sekarang," ucap Syaren mengangkat sedikit rambutnya yang terurai dan mendekati Rafael hingga kepalanya hampir bersentuhan dengan d**a Rafael. Degh degh degh Dengan tidak sengaja Syaren mendengar detak jantung Rafael yang dirasa memompa dengan sangat hebat. "Apa mungkin dia gugup?" batin Syaren berucap. "Aku mencintaimu, Raf." batin Syaren berucap lagi. "Udah," ucap Rafael. "Oke, thanks thayaaang," ucap Syaren mencubit gemas pipi Rafael. "Kamu mau aku pasangin enggak?" tanya Syaren. "Enggak, aku pakai di rumah aja nanti," ucap Rafael. "Beneran di pake ya?" "Iya, pasti di pake. Orang aku yang beli, masa iya aku gak pake," ucap Rafael. "Oke," jawab Syaren. "Sekarang kita selfie dulu ya? Mau aku jadiin foto profil WA aku." "Harus banget pake beginian?" tanya Rafael seraya memegang bando yang terpasang di kepalanya. "Iya, biar imut," jawab Syaren merogoh tas kecil dengan tali panjang hingga pinggang yang ia kalungkan di leher itu. Syaren mengambil handphone dan membuka aplikasi kamera. Syaren mengarahkan handphone menghadap ke arahnya dan Rafael untuk selfie. Syaren menjulurkan lidah sedang Rafael tersenyum kalem menatap ke arah kamera. Cekrek cekrek cekrek Beberapa foto Syaren ambil lalu melihat lagi hasil foto yang ia ambil tadi. "Uwuu ... kyeopta," ucap Syaren, ia menatap Rafael dan memegang gemas pipi Rafael. "Makin gemes dan sayang aku sama kamu," ucap Syaren. "Dihh ... muji kalau kemauannya di turutin," ucap Rafael. Hehee Syaren tersenyum menyeringai. "Udah ... ayok, kita cari makan terus jalan-jalan, kita happy-happy hari ini," ucap Syaren menarik telapak tangan Rafael dan berjalan lagi menyusuri trotoar. *** "Mau naik apa lagi?" tanya Rafael setelah mencoba banyak wahana dari mulai bianglala, alap-alap, kora-kora, halilintar dan wahana permainan lainnya. Syaren bahkan mengambil banyak gambar saat sebelum mencoba wahana yang akan ia dan Rafael naiki. "Enggak ah, capek! Lemes!" ucap Syaren duduk berjongkok. "Masa segitu doang udah capek, waktu kecil kamu loh yang selalu heboh," ucap Rafael. "Itu kan waktu aku kecil, sekarang aku udah gede!" jawab Syaren. "Aku haus, cariin aku minum," ucap Syaren masih berjongkok. Rafael ikut berjongkok dan memegang kedua pipi Syaren. "Are you okay?" tanya Rafael. Syaren mengangguk pelan. "I'm okay," jawab Syaren. "Tapi muka kamu udah merah, apa mau pulang aja?" tanya Rafael. "Baru jam segini, masa udah pulang," ucap Syaren. "Kita jalan-jalan aja dulu." "Ya udah, kita cari minum dan tempat duduk," ucap Rafael. Ia lalu berjongkok membelakangi Syaren. "Ngapain?" tanya Syaren saat Rafael berjongkok di hadapannya. "Naik ke punggung aku, biar aku gendong sampe dapet air minum," ucap Rafael. Syaren melihat ke segala arah yang sangat ramai. "Enggak ah gak mau!" "Kenapa?" tanya Rafael sedikit menoleh. "Malu! Aku bukan bocah!" jawab Syaren. "Katanya capek, kan ini solusi biar kamu gak capek," ucap Rafael. "Ya gak gitu juga Rafa!" Syaren bangun dan berdiri. "Sekarang kamu bangun dan genggam tangan aku. Genggaman tanganmu sudah cukup bagiku," ucap Syaren lagi seraya mengarahkan telapak tangannya pada Rafael. Rafael tersenyum dan berdiri tegak. Ia memegang telapak tangan Syaren menggenggamnya. "Ayok, kita cari tempat istirahat," ucap Rafael seraya melangkahkan kaki. Setelah beberapa menit berjalan-jalan, Syaren dan Rafael akhirnya terduduk di sebuah tempat yang tak begitu ramai namun tak sepi juga. "Kamu duduk dulu di sini ya? Tunggu sebentar. Aku mau cari minum dulu buat kamu," ucap Rafael. Syaren yang sudah terduduk itu mengangguk pelan mengiyakan. Rafael lalu berbalik dan pergi meninggalkan Syaren untuk mencari minuman. Beberapa menit kemudian, Rafael kembali datang dengan membawa satu cup minuman bubble tea dan juga kentang goreng, ia menaruhnya di atas meja di hadapan Syaren. "Kok cuma satu porsi? Buat kamu mana?" tanya Syaren. "Aku minta dikit aja punya kamu, lagian aku kan tadi udah makan. Takutnya kalau aku beli, nanti malah gak kemakan dan kebuang, kan jadi sayang buang-buang uang," ucap Rafael. "Iya sih. Ya udah ... ini kita makan berdua aja," ucap Syaren mengambil kentang goreng, mencelupkannya ke dalam saus dan mengarahkannya pada Rafael. "Aaaaaa ...." Rafael melahap kentang di tangan Syaren dan tersenyum menatap wanita di hadapannya. "Hmmm ... gemessh!" ucap Rafael seraya mengacak-acak pucuk rambut Syaren. "Iihhh ...." protes Syaren saat Rafael menyentuh rambutnya hingga bando yang ia kenakan hampir terjatuh. "Maaf, maaf, Sayang," ucap Rafael namun wanita di hadapannya masih mendelik sinis. "Jangan gitu matanya, coba minum minumannya biar kepala kamu dingin." Syaren mengerucutkan bibir dengan mata yang masih mendelik, ia lalu membungkuk mendekati minuman cup di atas meja, meminum tanpa menyentuh cup itu dengan tangannya. Rafael yang melihat sontak langsung mengerutkan alis, ia lalu ikut membungkuk dengan kedua siku tangan yang menyentuh meja dan telapak tangan memegang pipi. Matanya menatap Syaren, jarak matanya dengan mata Syaren bahkan hanya tinggal beberapa senti. "Kenapa minumnya harus kayak begini?" tanya Rafael. Degh Syaren menelan ludah, ini kali pertama matanya berhadapan dengan mata Rafael dengan jarak yang begitu sangat dekat, matanya bahkan tak berkedip saat menatap mata Rafael, sedotan di bibirnya masih menempel namun air di dalamnya tak ia minum, detak jantungnya memompa dengan sangat hebat. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN