Ketahuan

1272 Kata
Nadisya keluar dari kamarnya, ia melihat putrinya tengah berjalan mengendap-endap menuruni anak tangga dan berjalan ke arah kamar Alfa, adik dari sang suami, paman dari anak-anaknya. Terlihat Syaren yang tengah membuka perlahan pintu kamar Alfa lalu langsung masuk ke dalam. Huuhhh Nadisya menghembuskan nafasnya kasar. "Ckk! Anak itu ... mau buat masalah apa lagi? Ya Allah ... perasaan dulu waktu hamil normal-normal aja, kenapa dia kelakuannya minus? Apa kesalahanku? Apa ini yang namanya karma karena dulu aku sering membuat almarhum Papa dan Mama kesal?" gumam Nadisya, sejenak ibu dari Syaren Putri Anichole itu mengingat masa lalunya saat usianya masih belasan tahun, ia juga sering membuat masalah hingga orang tuanya sering menggelengkan kepala dengan ulahnya. Huh! Tap tap tap Nadisya berjalan menuruni anak tangga dan melangkahkan kaki ke arah kamar Alfa, ia membuka sedikit pintu kamar Alfa dan mendengar percakapan antara sang putri dan adik dari suaminya itu. "Dia ngapain coba," gumam Nadisya seraya menempelkan telinganya di punggung pintu menguping. Beberapa menit kemudian setelah Nadisya tahu apa isi percakapan antara Syaren dan Alfa. "Hmm ... jadi dia dipanggil guru BP dan kena SP," gumam Nadisya. Huhhh Nadisya menghembuskan nafasnya lemah dan menunduk. "Bikin masalah aja terus tuh anak! Bapaknya tau bisa ngamuk lagi, Ya Allah ...." Pintu kamar Alfa terbuka, Nadisya langsung berdiri tegak saat pintu itu terbuka. "Mamaa?" ucap Syaren dengan wajah yang mulai memucat kaget saat melihat sang ibu yang tengah berdiri tegak di hadapannya. Tap tap tap Nadisya berjalan melewati Syaren tanpa menjawab ucapan putrinya terlebih dahulu, Alfa yang sejak tadi duduk di depan meja kerja juga ikut berdiri saat Nadisya berjalan masuk ke dalam kamarnya. Nadiya berjalan menghampiri Alfa dan mengambil surat di tangan Alfa "Besok biar Mama yang ke sekolah kamu," ucap Nadisya pada Syaren, "jangan repotin uncle! Kamu anak Mama, harusnya kamu bilang ini sama Mama bukan Uncle!" ucap Nadisya melihat ke arah Syaren yang masih berdiri di bibir pintu. "Uncle ...." ucap Syaren menatap Alfa dengan penuh iba agar Alfa kasihan padanya. "Hmm ... biar aku aja yang ke sekolah, kebetulan besok aku free juga kok, gak ada kerjaan yang urgent dan gak ada meeting juga," ucap Alfa, "emm ... dan aku mohon, jangan kasih tau Darren ya ... nanti dia bisa marah kalau tau Syaren dapet SP dari sekolah dan walinya di minta ke sekolah." 'Alhamdulillah Ya Allah ... engkau memberiku ayah seperti singa, tapi engkau juga mengirimi aku malaikat seperti Uncle Al,' batin Syaren berucap. "Gapapa, biar dia tau rasa! Tiap hari berulah terus perasaan, kalau di diemin nanti ngelunjak!" ucap Nadisya dengan nada sinis. Syaren yang mendengar ucapan ibunya itu sontak langsung merasa lemas, jantungnya bahkan mulai berdetak tak menentu, ia menggigit bibir bawahnya melihat ke arah Alfa dengan wajah yang pucat dan tak karuan membuat Alfa yang melihat juga tak tega. "Aku pastikan ini kali terakhir dia buat masalah di sekolahnya," ucap Alfa meyakinkan Nadisya, "Darren baru aja kasih dia kebebasan, Sya. Kalau dia tau Syaren di kasih SP dan walinya di minta ke sekolah, Darren bisa marah. Kamu tau sendiri kan gimana sifat Darren kalau udah marah? Dan bisa jadi Rafael juga kena marah." Nadisya menatap Alfa dan mendengarkan Alfa berucap. "Darren pasti nyalahin Rafael dan kamu tau dengan jelas kalau Darren juga gak terlalu suka sama Rafli, papanya Rafael. Hubungan persahabatan kamu dengan Diandra bisa jadi masalah juga loh kalau masalah ini sampai ke telinga Darren, bisa aja kan nanti Darren nyalahin Rafli dengan alasan kalau Rafael bawa Syaren ke jalan yang gak bener, padahal kita tau dengan jelas kalau Rafael itu anak baik, dia bahkan rela loh setiap pagi nungguin Syaren yang kena omel dulu, padahal bisa aja dia ninggalin Syaren dan pergi ke sekolah lebih dulu, iya kan?" ucap Alfa menjelaskan. Ya, Nadisya dan Diandra (ibu dari Rafael) memang bersahabat sejak SMA. Dan Rafli, ayah Rafael, ia adalah mantan Nadisya sejak saat mereka duduk di bangku SMA. Nadisya dan Rafli, putus karena saat itu Rafli memilih fokus bekerja diluar negri. Dan, rasa tak suka Darren pada Rafli bukan hanya karena Rafli adalah mantan kekasih dari istrinya, tapi karena dulu, saat Syaren masih berusia 1 tahun, Rafli pernah mengkhianati pernikahannya bersama Diandra dengan berselingkuh. Dan wanita simpanannya itu atau selingkuhannya itu ialah ibu kandung Alfian, istri pertama Alfa yang saat ini pergi entah kemana. Rafli pernah menjalin hubungan dengan istri dari adiknya. "Coba kamu pikirin kesitu deh," ucap Alfa lagi. Tap tap tap Syaren mendekati Paman dan Ibunya. "Maa ... Syaren baru aja bisa bebas berangkat sekolah sama Rafael, baru aja bisa dengan tenang main tanpa ada larangan, masa Mama tega," ucap Syaren memohon dengan memegang pergelangan tangan kanan Nadisya, Nadisya sontak langsung menatap putri sulungnya itu. "Maa ... syaren mohon sama Mama, temen Syaren yang paling deket dan bisa ngertiin banget Syaren itu cuma Rafael, Syaren gak mau jauh-jauh sama dia, Syaren nyaman sama dia, selama ini cuma Rafael yang selalu ada buat Syaren. Mama bayangin kalo Papa tau surat ini, Papa bisa larang Syaren deket atau bahkan ketemu sama Rafael." Hmmhhh Nadisya mengembuskan nafasnya kasar lagi. "Ya udahlah, oke!" ucap Nadisya. Bibir Syaren dengan seketika sontak langsung melengkung ke atas tersenyum dengan sangat manis. Alfa yang melihat keponakannya tersenyum itu sontak langsung ikut tersenyum juga. "Seriously?" tanya Syaren. "Hmm ... tapi ....." "Tapi apa?" tanya Syaren. "Ini kali pertama dan terakhir ya dapet surat kaya gini, jangan ada yang kedua!" ucap Nadisya memperlihatkan surat berwarna putih di tangannya itu pada Syaren. "Ckk ... itu doang mah gampang. Syaren pastikan dan Syaren janji, ini yang terakhir, Maa." ucap Syaren tersenyum dengan sangat manis. "Oke! Mama pegang janji kamu! Tapi besok tetep Mama yang ke sekolah," ucap Nadisya melepas tangan Syaren di pergelangan tangannya dan berjalan ke arah pintu keluar pergi. Klak "Alhamdulillah, akhirnya aman..." ucap Syaren pelan setelah pintu kamar sang paman tertutup. "Are you happy?" tanya Alfa. "Of course, mana mungkin enggak happy," ucap Syaren tersenyum dengan sangat manis dan mendekati Alfa, ia melingkarkan tangannya di pinggang Alfa memeluk sang paman. "Thanks Uncle, kalau bukan karena Uncle, Syaren pasti udah kena omel tadi, Syaren sayang sama Uncle, sayang Syaren ke Uncle sama seperti sayang Syaren ke papa." Alfa tersenyum dan membelai rambut Syaren. "Uncle juga sayang sama kamu sama seperti Uncle sayang ke Alfian," ucap Alfa, "Mulai hari ini jangan bikin masalah lagi ya? Bener apa kata Mama kamu, ini kali terakhir loh dapet surat kaya begini, kalau papa kamu tau, bisa abis kamu sama dia." "Iyaa makanya diem-diem, jangan sampe papa tau," ucap Syaren. "dan untuk surat itu, Syaren pastikan itu SP pertama dan terakhir, lagian Syaren gak berulah kejahatan, cuma telat datang ke sekolah doang dan itu karena papa ya! Uncle tau sendiri kalau papa,-" "Iya tau, udah ah! Uncle mau beresin kerjaan lagi, kamu balik kamar sana," usir Alfa seraya melepas pelukannya. "Dihh ... ini juga mau keluar," ucap Syaren berbalik dan berjalan ke arah pintu hendak keluar. "Rafael?" teriak Alfa saat Syaren sudah beberapa meter menuju pintu. "Apa?" Syaren menoleh dan menatap Alfa. "Ehh ...." Syaren sontak langsung menutup mulutnya. 'Ngapain aku nyaut?' batin Syaren berucap. "Uncle manggil Rafael, kenapa kamu yang nyaut?" ucap Alfa dengan senyum menggoda. "Apa sih, orang refleks juga" ucap Syaren menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal dan menahan senyum, ia malah jadi salah tingkah. "Kamu pacaran sama Rafael?" tanya Alfa "Kepo!" jawab Syaren berbalik dan segera berlari pergi keluar dari kamar dan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Alfa berjalan ke arah pintu saat keponakannya itu keluar, ia melihat Syaren yang berlari menaiki anak tangga, rasanya waktu berlalu terlalu cepat. Alfa merasa baru kemarin ia menggendong bayi merah cantik nan menggemaskan itu, dan sekarang bayi dalam gendongannya itu sudah beranjak dewasa. "Dasar," gumam Alfa menutup pintu seraya tersenyum. Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN