Kinar, Pras, dan Bunda sudah masuk ke dalam rumah, sedang Laras dan Wak sudah diantar ke rumahnya. Dinginnya malam pedesaan sangat menusuk hingga tulang, bagi Pras yang tidak terbiasa dengan cuaca disini sangat tidak nyaman. Kinar menyuruh Pras untuk masuk ke kamar duluan setelah sebelumnya Kinar memberikan hoody untuk Pras pakai agar tidak terlalu kedinginan. Kinar sendiri sedang mengantar Bunda ke kamar dan menemaninya sejenak. “cepat buatkan cikopi haneut untuk Nak Pras, kasihan teh dia pasti kedinginan.” Suruh Bunda, karena tidak tega melihat anak mantunya keinginan. “iya sebenta, Bund. Inang mau pastikan Bunda dulu.” “halah … Bunda teh sudah gak apa apa atuh, cepetan atuh kamu buatkan cikopi untuk Nak Pras.” “Iya Bund, Bunda kalau butuh apa apa langsung panggil Inang aja ya.” “iy

