144. Tingkah Permata

1106 Kata

"Ata lagi apa?" tanya Binar ketika keluar dari kamar mandi dan mendapati putrinya sedang tidur di samping bayi yang sedang terlelap. Baru tadi pagi ia diizinkan pulang setelah menginap satu malam di rumah sakit. "Ata lagi lihat dedek bayi, Bunda." Binar duduk di tepi tempat tidur. "Ata senang punya adik perempuan?" Bertanya sembari menatap putrinya. "Senang, Bunda. Ata senang sekali punya adik bayi. Enggak apa-apa mau perempuan atau laki-laki. Ata tetap tenang," jawab Permata. Binar tersenyum. Tidak perlu diceritakan bagaimana bahagianya ia sekarang karena telah memiliki dua putri dari hasil pernikahannya dengan sang suami. Wanita itu tetap duduk di sana untuk mengawasi sang putri. Ada rasa khawatir Permata akan melakukan hal yang tidak baik bagi sang adik karena rasa cemburu. Ia mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN