"AYAH ...!'' Binar yang sedang tertidur, seketika membuka mata saat mendengar jeritan anaknya. Terkejut, ditambah dengan tangis Vanilla yang sepertinya terganggu karena suara melengking itu. Gegas ia angkat tubuh bayinya. "Kenapa? Ada apa?" Itu adalah suara Zean yang berlari ke kamar saat mendengar putrinya berteriak. Permata meraung seraya berusaha melepaskan diri. "Tangan Ata mana, Ayah?" tanyanya di selat tangis. Zean menghela napas panjang. "Ayah kira ada apa." Duduk kemudian membuka kain yang membungkus tubuh putrinya. "Tangan Ata sakit, Ayah." Permata masih saja menangis sebab sekarang tangannya terasa kaku. "Udah jangan nangis lagi. 'Kan Ata sendiri yang tadi mau dibungkus kayak dedek bayi. Ayo!" Zean mengangkat tubuh Permata yang masih terisak dan dibawa keluar dari kamar ag

