Langit malam masih gelap ketika suara rintihan terdengar. Zean terbangun, refleks melihat jam menempel di dinding. Pukul tiga pagi, kurang. Mengalihkan tatapan ke arah samping. Istri tampak sedang menggeliat menahan sakit. Wajahnya terlihat tegang. Tangan meremas ujung selimu. Sean terpaku saat sang istri menatap ke arahnya. Untuk beberapa saat ia bingung harus melakukan apa. "Mas ... sepertinya kontraksiku udah mulai sering." Suara Binar pelan, syarat dengan rasa sakit. Jantung Zean seolah loncat ke kerongkongan. Ia bingung harus melakukan apa lebih dulu dulu. Ia pikir sudah siap menghadapi kelahiran anak keduanya sebab sudah ikut kelas persiapan. juga membaca banyak artikel, tak lupa menonton video edukasi. Tetapi kenyataannya, ia gemetar dan bingung. "Kita ke rumah sakit sekarang."

