Bab 5

2027 Kata
Mereka sepakat untuk pergi ke sebuah Cafe yang banyak di minati anak muda di sana. Nindya hanya pasrah sekarang mengikuti Aya kemanapun dia pergi. Setelah sampai mereka langsung memesan minuman kopi dengan rasa yang di inginkan masing-masing lalu duduk bersama di luar saja karena hawa saat ini sedang begitu sejuk dan teduh, cuaca tidak panas juga tidak hujan hingga sekelompok anak muda ini lebih memilih nongkrong di luar ruangan Cafe itu saja. Suasana semakin asyik saja. Sekarang sekelompok anak muda itu saling bercerita satu sama lain hingga membuat pecah tawa yang sangat indah. Hanya Nindya yang terlihat terus malu-malu tak ikut tertawa hanya tersenyum jaim. "Eh Ya, sodara lo ini emang pendiem ya?" tanya salah satu cewek yang dari tadi terkekeh pada Nindya. Kini mata mereka semua tertuju pada Nindya. Nindya yang menyadari hal itu langsung melotot terdiam menegakkan duduknya lucu sembari membetulkan posisi wadah kopinya polos. "Haha kami bukan sodaraan Sist. Kami cuman teman sekampung yang emang temenan dari kecil. Soalnya Bibi aku itu temen Mamanya dari dulu," jelas Aya tersenyum. Nindya mengangguk sembari tersenyum jaim tanda apa yang di katakan Aya benar. "Ooh gituu tooh," jawabnya seakan tak percaya. "Haha tapi dari mulai kita masih di kampus tadi, dia gak ikut kita bercanda deh. Hey kamu baik-baik aja kan?" sambung teman cewek mereka yang lain mencoba agar Nindya merasa tak di kucilkan. "Ah iya Nindya, lu kenapa sih dari tadi gak ikut nimbrung. Udah gakpapa gak usah malu, gue aja sekarang udah ikut gila kok sama mereka-mereka ni," sahut Aya melipat kedua tangannya ke d**a sembari bersender tanda merasa sedikit kecewa juga pada Nindya yang dari tadi hanya cuek. "Ehmm, maaf ya. Dari tadi aku cuman diam aja. Soalnya... Hehe masih malu," jawab Nindya kikuk. "Aduuh kamu gak usah gitu sama kita. Kita semua kan udah jadi temen satu kelas nantinya. Masa iya kamu malu terus sama kita," jawab perempuan berwajah ramah itu tersenyum merasa lucu pada Nindya. Akhirnya mereka tertawa dan sebagian mengangguk tanda setuju. Mendengar pendapat mereka sekarang Nindya merasa sedikit lebih nyaman, dan gadis itu akhirnya mulai mau ikut bergaul. * Semakin asik saja sekarang mereka bercerita karena Nindya juga ikut nimbrung. Gadis itu malah menjadi salah satu orang yang paling ribut di kelompok itu sampai-sampai Aya merasa heran tersenyum mengerutkan alis melihat tingkah Nindya. Ya, Nindya memang tipikal orang yang apabila sudah mengetahui bahwa circle yang dia ikuti memang benar baik. Barulah dia mau bergabung. Nindya sekarang merasa bersyukur kalau semua orang yang ada di kelasnya adalah orang baik-baik. Karena ikut tertawa lepas sekarang tak dia sadar minuman kopi yang dia pegang telah habis dia minum. "Yah udah habis," rengek Nindya polos. Semakin membuat mereka merasa lucu melihat Nindya yang ternyata adalah orang yang asik juga. "Ya elo sih ketagihan kan cerita sama kita. Makanya dari tadi jangan diam aja sok malu-malu kucing gitu," ledek Edo mencandainya. Kini Nindya merasa malu pada dirinya sendiri. "Hehe iyaa. Gak salah gue sama Aya masuk jurusan dan sekelas sama kalian," puji Nindya. Aya tersenyum mencibir sembari mengangguk tanda setuju. Melihat makanan yang masih banyak di meja mereka membuat Nindya mengerutkan alisnya mengangkat wadah kosong kopinya. Nindya lalu memutuskan untuk memesannya kembali. "Eh guys. Misi dulu ya gue mau pesen lagi nih minum. Kalian ada yang mau nitip gak?" tawar Nindya sembari berdiri. "Ehh Nin ya gue pesen ya Cappucino preeze satu lagi. Takut haus lagi," pinta Aya. "Iya Nin gue pesen juga yang choco bubble aja deh," Nindya tersenyum mengangguk tanda mau. Mereka pun memberi uang pada Nindya. "Udah nih, yang lain gak ada lagi?" tanya Nindya sekali lagi meyakinkan. "Iyaa, udah kok kami masih ada," sahut Edo. "Oke," Nindya lalu berbalik pergi untuk membeli minuman lagi. Jarak ke kasir lumayan jauh hingga Nindya berjalan sedikit lama untuk sampai ke sana. **** Jauh di depan Cafe itu berada terlihat sebuah mobil sangat mewah berwarna kuning keren berhenti tepat di sana. Sebagian orang yang duduk di luar ruangan Cafe terkekeh padanya meski jaraknya lumayan jauh dari keramaian. Terlihat samar-samar dari dalam kaca hitam mobil kece itu seorang lelaki berambut kece berkacamata hitam. Entah siapa dia. Ia terlihat menarik nafas malas. Membetulkan jaket juga rambutnya dan langsung keluar dari mobil itu. Orang itu mulai membuka pintu mobilnya. Sepertinya ia bukan orang biasa. Terlihat begitu sempurna penampilannya bak superstar. Mobilnya pun tidak seperti mobil-mobil biasa kebanyakan. Mobilnya adalah mobil yang terbilang termahal ada di dunia. Ia pun keluar dengan gaya begitu kece. Sungguh lelaki ini memang begitu tampan, dengan rambut bergaya spiky texture, berkacamata hitam kece, dari jaket, baju, celana serta sepatunya terlihat memang outfit mahal dan keren masa kini. Namun, ketika ia baru saja keluar dari mobilnya sangat cool. Kerumunan orang yang langsung muncul entah dari mana mencoba mengejar ingin mengerubunginya. Di belakangnya ternyata juga di ikuti oleh sekelompok mobil-mobil biasa entah siapa. Segerombolan orang itu terlihat membawa kamera dan flash putih begitu terang bagaikan kilat langsung memotretnya meski dari kejauhan. Bukannya kaget lelaki itu seakan biasa saja pada flash-flash kamera yang mengganggunya meski tidak terlalu terlihat karena masih siang. Lelaki itu hanya cuek menutup mobilnya santai lalu membetulkan kacamata hitam berbentuk persegi kecenya. Baru saja ia melangkah segerombolan orang-orang itu langsung mengerubunginya. "KA YUDA HELLO!" "KAK YUDAA," "KA YUDA SELAMAT SIANG!" "KA YUDA APAKAH PROJECTS BARU KA YUDA AKAN SEGERA RILIS?" "KA YUDA PERMISI!" "PERMISI KA YUDA!" Ya, orang-orang yang menggeromboli lelaki itu adalah para wartawan. Lelaki ini memang bukan lelaki biasa. Tidak hanya kamera yang di bawa para wartawan itu menggerubungi dirinya. Mereka tak lupa membawa mic agar jawaban dari lelaki tampan itu terdengar jelas di depan kamera. Namun, lelaki itu terlihat hanya tersenyum tipis menepis sopan semua mic yang di sodorkan untuknya sembari terus berjala cepat menjauhi mereka semua. Terlihat sekelompok perempuan yang tengah nongkrong di luar ruangan Cafe itu langsung memasang wajah sangat terkejut ternganga lebar dengan mata terbelalak ketika melihat lelaki tampan itu berjalan menjauhi para wartawan. "HOOOO!!! OMAYGOT ITU BENERAN KAK YUDA?!" teriak perempuan itu langsung berdiri menahan histeris. "HAH? MANA!" "MANA IH!" "MASA GAK MUNGKIN!" "BENERR ANJIR!" Mereka histeris hebat seketika ketika lelaki itu berjalan semakin dekat ingin memasuki Cafe itu. "AAAAAA KAK YUDAA!!!" "KAK YUDAA!!" "KAK YUDAA I LOVE YOU!!" "KAKAK GANTEENG AAARGH!!" Histeris mereka semua saat melihat sosok lelaki bertubuh tinggi tegap itu. Ia hanya tersenyum sembari melambai santai ke arah semua orang yang menyorakinya begitu histeris dan sesekali membuat kiss bye bergaya tengil sehingga semakin membuat para wanita gila karenanya. Ya, lelaki itu bernama Yuda. Nama panjangnya adalah Sayudha Hartigan. Ia adalah seorang selebriti terkenal di dunia perfilman dan sinetron sehari-hari. Berumur 26 tahun mempunyai mata lumayan besar, alisnya yang agak tebal serta bibirnya yang tipis dan hidungnya yang mancung itu membuat semua orang mengidolakannya. Badannya juga tinggi dengan bahu yang lebar dan perut yang sixpack, jadi wajar banyak wanita dari yang tua hingga muda banyak mengidolakannya, bahkan lelaki pun banyak yang menjadikannya sebagai panutan. Sungguh sebuah kebetulan sekali saat Nindya bersama teman-temannya nongkrong, ternyata lelaki tampan ini memang ingin pergi ke Cafe yang viral terkenal bagus dan banyak di bandrongi banyak remaja. Minuman dan juga makanannya juga enak maka dari itu tak salah seorang Yuda ingin mencoba minuman yang ada di sana. Ia di temani para bodyguardnya hingga terlihat sekarang ia bisa santai memasuki Cafe itu tanpa di ikuti para wartawan yang heboh. Wartawan-wartawan itu di tahan oleh para bodyguardnya agar tidak mengganggu Yuda pergi saat sendiri. **** Nindya terlihat masih berdiri menunggu satu lagi minuman pesanan Aya yang masih di buatkan. Yuda terlihat sudah memasuki Cafe itu dengan santainya. Yuda memang cowok yang bersifat percaya diri namun cuek pada sekitarnya. Hingga ia terlihat tidak takut jikalau sekarang ada fans yang akan menghampirinya. "Emm permisi Mbak, Mas," Seketika saat melirik ke arahnya wanita yang sedang membungkus minuman pesanan Aya itu langsung ternganga. Yuda hanya tersenyum malu. Kini Nindya tepat bersebelahan dengan superstar itu. Namun, Nindya tidak mengetahui sama sekali semua itu. "B-b-b-beneran ini?" tanya wanita itu gagap sekarang gemetar hebat hingga memasukkan sedotan ke dalam kresek minuman Aya pun nyaris terjatuh. Nindya yang merasa heran dengan tingkah Mbak pelayan Cafe itu langsung melirik ke arah Yuda yang tepat ada di sampingnya. Yuda yang baru tersadar ada seorang perempuan berada di sampingnya langsung terdiam. Nindya yang bengong hanya melotot dengan mulut terbungkus merasa heran kenapa lelaki itu membuat Mbak-Mbak itu menjadi gagap dan begitu gemetar seakan tidak bertemu dengan manusia biasa. Yuda merasa takut sekarang kalau Nindya adalah cewek yang terkejut sangat mengidolakannya karena ekspresi Nindya yang terlihat melototinya sembari mengerutkan alisnya. Mbak pelayan Cafe itu langsung mendekat ke arah Yuda dengan wajah berseri-seri sembari mengasih cepat minuman itu ke Nindya. "M-maas mau apa Maas silahkan," ucap Mbak itu sangat terpesona sampai-sampai bergaya sok seksi sekarang centil sangat menggoda di hadapan Yuda hingga membuat Nindya semakin jijik karenanya. "M-makasih ya Mba," sahut Nindya kikuk. Para Barista cowok-cowok hanya ternganga mematung menatap Yuda. "Eehm he, iya Mba saya mau..." "HOOHHH AYO MAS NODAI AKU..." Betapa melotot kaget Yuda ketakutan saat Mbak-mbak itu langsung menarik jaketnya. Nindya yang melihat semua itu langsung membelalakkan matanya sungguh kaget sekaligus geli. Dia langsung bergegas pergi membawa semua minumannya dan membiarkan Yuda di tarik Mbak pelayan Cafe itu. "Eh Mba maaf Mba jangan macam-macam sama saya!..." "MAS YUDAA!!!" histeris Mba itu tidak sadar lagi hingga para Barista langsung berlari membantu Yuda lepas darinya. Akhirnya setelah di bantu Yuda berhasil terlepas dari Mba yang langsung gila saat bertemu dengannya. Sekarang Mba itu malah pingsan tak sadarkan diri. Yuda merasa sedikit trauma begitu takut. Namun, ia mencoba menepis semua perasaan itu karena ia juga sudah sering bertemu fans yang begitu tergila-gila padanya. "Maaf Mas Yuda, Mas mau beli apa?" tanya cowok itu ramah mencoba biasa saja dulu. Yuda yang sudah merasa tenang lalu memesan minuman yang sudah ia pilih setelah memperhatikan menu-menu yang ada di sana sejenak. Sebelum membuatkan. Mereka semua meminta foto bersama dulu dengan Yuda. Yuda akhirnya menerima dan mau berfoto bersama mereka. **** Manajer Yuda terlihat berlari terbirit-b***t mengejar selebritinya hingga ia berhasil menemukan Yuda dan terlihat begitu ngos-ngosan sekarang. "Huh huh, aduh Mas Yuda! Harusnya kamu jangan berjalan sendiri begini bahaya banget tau gak kalau sampai di ikutin atau di gerombolin orang-orang Mas Yudaaa!!" gerutu cowok bergaya kasual rapi itu sangat khawatir. Yuda hanya mendengus malas sembari menusuk sedotan ke minuman lalu meminumnya dengan sangat santai. Cowok itu mengerutkan alisnya ternganga melihat kelakuan Bosnya itu. "Sloww... Sloww meen. Ayo pesan sana," jawabnya santai. Manajernya semakin merasa lelah sekaligus gregetan dengan tingkahnya. "Bisa-bisanya Mas tenang-tenang beginii ayoo cepat kita pergi dari sini sebelum para wartawan sampai ke sini!" perintah cowok itu geregetan panik sendiri. "Tenang, tenaang Di. Gue aman kok. Mas tolong buatin satu lagi ya buat Manajer saya ini hm," sahut Yuda santai. Terlihat para Barista itu sedang merekamnya hingga membuat Manajer Yuda tersadar mereka memanfaatkan momen ini untuk viral. Yuda terlihat hanya tersenyum lebar sembari santai menunggu minuman pesanannya selesai. Yuda memang orang yang baik pada semua orang. Namun, meski begitu ia adalah tipe orang yang sulit di akrapin. Ia hanya bersikap profesional saja pada semuanya agar tetap terlihat sebagai publik figur yang ramah dan baik untuk di tiru semua orang. Setelah selesai Manajernya langsung menariknya dan membawanya cepat-cepat pergi dari sana. **** Nindya kembali ke teman-temannya. Namun, setelah sampai Nindya merasa bingung saat melihat Aya dan yang lain seakan baru saja mendapatkan sesuatu yang sangat luar biasa. Terlihat mereka semua sangat histeris juga heboh sampai ada salah satu teman mereka yang menangis sangat terharu. Nindya yang masih tak tahu menahu apa yang terjadi sangat khawatir langsung menaruh minuman-minuman itu dan menanyakan apa yang terjadi pada mereka semua. "HUUUU!!!" jerit Aya. "Loh kalian kenapa? Ada apa?" tanya Nindya mengkhawatirkan mereka semua. Namun, mereka malah semakin histeris tak memedulikan Nindya. Hanya Edo yang terlihat kesal melipat kedua tangannya malas bersender di kursi. "Ya kalian kenapa sih! Rin? Kamu kenapa? Ada apa? Kenapa kalian kek habis nangis gini?" tanya Nindya heran. "Huuuu, sumpaah gak kuaat aaaaa," jerit Rina malah semakin menjerit mengingat kegantengan Yuda. Nindya semakin tak mengerti pada mereka semua. "SUMPAAH YA GUYS DIA ITU TADI GANTENG BANGET IIH!!!!" teriak teman mereka yang satunya lebih histeris sembari menghentakkan kakinya sangat kegirangan begitu senang. Nindya semakin ternganga menoleh ke belakang dengan apa yang mereka bicarakan dan yang apa sebenarnya telah terjadi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN