Aya meneguk liur begitu gugup berdiri sopan menghadap Yunita. Namun, Yunita tersenyum hingga membuat jantung Aya yang awalnya berdebar sangat kencang kini sedikit normal kembali. Semua teman-temannya yang ikut tegang tadi pun kini merasa lega karena melihat Yunita tersenyum tidak ingin memarahi Aya. Mereka semua lalu kembali melakukan aktivitas masing-masing berpura-pura tak tau apa-apa. Aya juga menghela nafasnya sangat lega begitu bersyukur. "Maaf ya Ayaa ganggu kamu lagi sibuk. Kamu lagi ngerjain apa?" tanya Yunita lembut. "Emm gaak. Gak ada kok Kak. Cuman beresin meja di depan aja tadi udah selesai kok," jawab Aya kikuk nyengir seraya menengok malu-malu ke arah meja yang tadi dia bersihkan. Mendengar pekerjaannya selesai Yunita merasa senang. "Okee baguslah kalau begitu. Ee maaf y

