"Lo harus ikut, lo tega menolak Kak Yunita yang udah baik banget sama kita?" bujuk Aya mengerutkan alisnya sengaja memojokkan Nindya. Nindya yang mendengarnya kini hanya bingung, rasa kesal, geram, sedihnya semua bercampur aduk. "Haduhh gimana nih ya, kalau gue gak temuin kasian juga Aya. Dia kan baru masuk kerja di sana, trus kalo dia yang di tanyain sama Kak Yunita kasian juga si Aya. Huhh ya udah deh, gakpapa gue jalanin aja kalau Kak Yunita jadiin gue sebagai ART di rumah Adeknya itu. Kalau gue nyaman, gue bakal lanjutin aja kerjaannya, dan kalau gue gak betah gue tinggal resign. Ya setidaknya gue udah ngerhargain juga tawaran Kak Yunita itu," pikir Nindya dalam hatinya melamun. "Ya udah deh, iya. Gue mau," jawab Nindya. Akhirnya dia mau menuruti permintaan Aya. Betapa membulatkan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


