Budi gemetar menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah Nindya merasa sangat suatu kebetulan. "M-Mba bukannya orang yang... Pernah kasih es krim ke Keponakan saya waktu itu kan?" tanya Budi mengangkat kedua alisnya mencoba membuat Nindya teringat. Nindya yang awalnya kaget sangat syok kini langsung terdiam ternganga bengong. Melihat Nindya yang masih bengong hanya menyipitkan matanya sebelah berusaha mengingat juga kalau dia memang pernah melihat Budi entah di mana. Budi seketika teringat dan tersadar jika Nindya adalah orang yang juga pernah terjatuh tepat di hadapan mereka saat mereka ingin melewati karpet mewah di depan ribuan orang. Betapa terkejutnya Budi malah baru mengingatnya. Budi ternganga dengan mata berkedip benar-benar merasa konyol dengan apa yang terjadi. Nindya semakin m

