Sayangnya ucapan Axton di tolak Lara sebab ia akan pindah rumah sakit jika bayi Axton dan Luruh lahir sementara Luruh yang memahami maksud suaminya berusaha membujuk kakaknya untuk pindah terlebih dulu lagipula mengandung dan melahirkan itu butuh waktu sedangkan di lain sisi waktu yang Lara miliki tidak pernah mereka tau.
"Mungkin ucapanmu terdengar adil, Axton! Hanya saja aku harus menolak syaratmu karena aku mau di pindahkan dari rumah sakit ini jika bayi Luruh dan kamu lahir! Selain itu aku tidak ingin pindah ke manapun jadi sebaiknya kalian berdua pikirkan kembali ucapanku ya!" ujar Lara serius.
"Mungkin maksud Axton dia ingin kakak mendapatkan perawatan yang lebih baik dulu sebelum nanti aku stress dan banyak pikiran karena kita kan tidak tau akan terjadi apa nantinya terlebih waktu yang kita miliki ke depannya juga tidak bisa kita prediksi jadi tolong kakak pahami bahwa aku akan terluka jika harus mengandung dan keadaan kakak belum ada di tempat yang aman kak," ucap Luruh lembut.
Mendengar ucapan adiknya membuat Lara tersenyum dan ia menyahuti jika nanti Luruh sudah mengandung maka Lara akan pergi ke rumah sakit yang lain dan Luruh tidak perlu menemani Lara seperti saat ini sebab ia tidak ingin membuat adiknya kelelahan mengurusi dirinya dan Lara percaya jika Rajan saja sudah cukup untuknya.
"Kakak juga tidak ingin membuatmu stress dek jadi kalau nanti kamu sudah mengandung maka saat itu aku akan pergi ke rumah sakit yang lain dan kamu tidak perlu menemani kakak seperti sekarang! Lagipula dengan kehadiran Rajan saja kakak percaya bahwa aku akan baik-baik saja jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan kakak ya dek," sahut Lara serius.
Axton yang merasa tak ada salahnya dengan ucapan Lara membuat pemuda itu menyetujuinya dan meminta Lara untuk menepati ucapannya dan pindah dari rumah sakit ini jika Luruh telah mengandung dan dengan yakin Lara bilang tentu saja ia akan pindah asal Luruh dan Axton tidak berbuat curang atau membohongi dirinya.
"Jadi kak Lara mau pindah jika Luruh sudah mengandung? Baiklah aku setuju dan tolong kak Lara tepati ucapan kakak ini ya? Hari dimana Luruh di nyatakan mengandung maka di sanalah aku minta kakak untuk pindah dari rumah sakit ini agar bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik ya? Bagaimana kakak setuju bukan?" ujar Axton serius.
"Tentu saja, Axton! Aku akan pindah kapanpun jika Luruh mengandung asal kalian tidak berbuat curang atau membohongi diriku ya? Aku akan menepati ucapanku jadi kalian berdua juga harus menepati ucapan kalian! Tenang saja aku tak mungkin mengingkari ucapanku jadi aku harap kalian juga bisa adil ya," ucap Lara santai.
Tak lama tangan Axton terulur dan pemuda itu untuk membuat kesepakatan bahwa mereka tak akan berbohong satu sama lain sementara Luruh merasa khawatir dan perasaannya bercampur aduk antara sedih sekaligus ingin menghentikan ide konyol Lara dan suaminya ini.
"Setuju! Aku anggap ini sebuah kesepakatan yang terbuka di antara kita berempat jadi tolong untuk kerja samanya ya! Kalau kakak bisa menepati ucapan kakak maka kami juga tak akan mungkin berbohong pada kakak jadi semoga kakak sepakat dengan ide kakak ini ya? Sebab antara aku dan Luruh tidak keberatan dan setuju-setuju saja kok," tutur Axton santai.
"Baiklah aku setuju jika seperti ini dan tolong perlakukan Luruh dengan baik terlepas dari hal ini aku telah mempercayakan adikku padamu jadi jangan sakiti dia! Kesepakatan itu bukan soal anak kalian melainkan pemindahan rumah sakit untuk itu hargai dan lindungi Luruh karena aku ingin dia bahagia dan aman bersamamu!" sahut Lara serius.
"Mereka berdua ini apa-apaan sih? Aku tau mereka berdua bermaksud baik padaku hanya saja aku merasa ide ini konyol sekaligus menyedihkan karena aku merasa seperti bukan adik atau istri yang baik untuk mereka! Bagaimana caraku untuk menghentikan kesepakatan ini? Rasanya aku tidak ingin berada dalam masalah ini hanya saja aku tak bisa berbuat apa-apa juga untuk mereka ya," batin Luruh dilema.
Dalam diam Rajan memandang Luruh dan Lara sedih karena keduanya terlihat terluka dengan keputusan ini hanya saja ini satu-satunya cara agar Lara mau di pindahkan dari rumah sakit ini dan tak lama perawat membawakan makanan untuk sarapan Lara kemudian Axton menyadari Luruh belum cukup tidur membuatnya mengajak Luruh pulang.
"Ucapan mereka mungkin terdengar baik-baik saja, tetapi wajah mereka terlihat jika keputusan ini melukai perasaan mereka! Entah dunia yang terlalu keras pada Luruh dan Lara atau ada hal yang ingin Allah sampaikan pada mereka melalui hal ini? Apapun itu aku harap mereka berdua tak lagi terluka seperti ini ya Allah," batin Rajan sendu.
"Selamat pagi, nona! Ini sarapannya saya bawakan bersama obat yang harus di minum pagi ini jadi tolong di habiskan ya nona Lara! Makanannya saya taruh di meja ini ya? Kalau begitu saya permisi dulu nona," ucap perawat itu santai.
"Sepertinya sudah saatnya kami pulang, semalam Luruh bergadang jadi ia perlu beristirahat karena Luruh belum cukup tidurnya! Ayok Luruh! Mari kita pulang agar kita bisa istirahat dengan nyaman di rumah! Kami pulang dulu ya kak Lara, assalamualaikum!" tutur Axton lembut.
Luruh hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti lalu gadis itu mengikuti langkah dari suaminya yang memeluk Luruh yang terlihat kelelahan, sebenarnya Lara masih ingin bersama adiknya hanya saja gadis itu tau keinginannya selalu menyakiti hati Luruh yang seharusnya ia bahagia dengan pilihan hidupnya.
"Aku tau kalau sekarang kamu sudah menikah, dek! Hanya saja aku ingin sedikit waktu bersama dengan adikku cuma ya sudahlah aku yang menginginkan Luruh bersama dengan pemuda yang bisa melindunginya jadi ya sudahlah aku harus mengikhlaskan dirinya lagipula keinginan aku selalu menyakiti hatinya! Padahal aku hanya ingin Luruh bahagia dan sepertinya caraku yang begini adalah selalu menyakiti hati Luruh ya? Maafkan aku ya dek," batin Lara sendu.
Satu-satunya hal yang bisa Lara lakukan saat ini adalah memandang ke arah luar jendela yang terlihat begitu menenangkan membuat Lara terdiam karena ia berusaha mengagumi hal indah di kala hari-harinya terasa seperti badai yang melelahkan untuknya sementara di lain tempat Luruh masih memandang kosong pada jalanan yang ramai dengan perasaan sedih.
"Rasanya aku ingin sekali memberikan kebahagiaan untuk Luruh hanya saja keadaanku seperti ini dan berkatnya aku jadi belajar banyak hal melihat kesabaran dan ketabahan hati Luruh darimu aku belajar bahwa hidup itu tidak hanya tentang diri sendiri melainkan bermanfaat untuk orang lain dan sebagai kakak rasanya aku malu akan diriku yang seperti ini," batin Lara pasrah.
"Harusnya aku tidak menceritakan masalahku pada kakak ya? Melihat kakak berusaha untuk melindungi pernikahanku dengan Axton aku jadi mengerti bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik aku harus bertahan dari banyak hal yang terjadi! Darimu aku belajar bahwa hidup itu memang tentang bertahan dan berjuang walaupun tidak mudah untuk berjuang dan bertahan di saat seperti ini hanya saja aku benar-benar belajar kuat karenamu kak," batin Luruh sendu.
Dalam diam keduanya tahu jika berada di posisi masing-masing ini tidaklah mudah dan dari cara bersikap Luruh dan Lara membuat mereka berdua belajar lebih kuat lagi walaupun menjadi kuat dan tabah bukanlah hal yang mudah untuk di lalui dan rasanya mereka tidak tau harus apa lagi untuk tetap bertahan di saat seperti ini.
"Sepertinya kehadiranmu benar-benar memberi warna untuk orang yang penyakitan seperti aku ini dek, aku bersyukur masih ada seseorang yang mau menghiburku dan darimu aku belajar lebih kuat karena tidak mudah untuk berada di posisimu jika aku menjadi dirimu! Kalau begitu aku akan terus bertahan dari penyakit ini demi melihatmu bahagia Luruh," gumam Lara tegar.
"Melihat kakak yang selalu kuat dan tabah membuatku malu karena di saat hidupku yang Allah kasih kemudahan saja aku masih banyak mengeluh padahal dari sikap kak Lara aku jadi banyak belajar bahwa masalah menguatkan hidupku walaupun rasanya aku tidak tau harus apa lagi untuk tetap bertahan di saat menolong kakakku sendiri tidak bisa," batin Luruh frustasi.
Rajan yang melihat Lara melamun dengan tatapan sendu membuat pemuda itu memberi saran bahwa seharusnya gadis ini tidak perlu memikirkan hal yang belum terjadi sebab masalah akhir itu bukan tugas mereka dan Lara hanya memandang Rajan sambil tersenyum tanpa bilang apapun sebab hati Lara terlampau sakit untuk sekedar menjelaskan dirinya.
"Pasti kamu sedang memikirkan soal Luruh dan dirimu ya, Lara? Aku mungkin tak memahami dirimu hanya saja aku ingin memberi saran kalau seharusnya kamu tidak perlu memikirkan hal yang belum terjadi sebab masalah akhir apa yang nanti kita dapatkan itu bukan tugas kita dan jalani saja hal yang perlu kamu lakukan ya? Sudah jangan sedih lagi ya? Hm?" tutur Rajan lembut.
Sementara di dalam mobil Axton melihat wajah istrinya sedih membuat pemuda itu berusaha menenangkan Luruh dan menggenggam tangan Luruh erat sebab ia tidak ingin membiarkan gadis itu berjuang sendiri di saat mereka telah resmi berada dalam ikatan yang sah seperti ini.
"Masih memikirkan soal pemindahan kak Lara ya sayang? Jangan khawatir untuk masalah kak Lara biar nanti ia memutuskannya sendiri jadi kamu tenang saja ya! Kita akan melalui semua masalah ini bersama-sama kok, Luruh! Yakinlah bahwa masalah ini akan baik-baik saja dan kita akan berjuang hingga menemukan akhir yang cerah sayang," ucap Axton lembut.
Luruh hanya memandang tangan mereka dan gadis itu juga ikut balas menggenggam tangan Axton erat sambil gadis itu berdoa semoga di kemudian hari pemuda itu tidak berubah dan tak lama mereka sampai di rumah dan Axton menuntun Luruh untuk beristirahat sebab semalaman ia sudah terjaga terlalu lama.
"Tidak pernah terpikir olehku bahwa kami akan saling menyakini satu sama lain seperti ini hanya saja apakah kami akan tetap seperti ini? Apakah di kemudian hari ia tidak akan berubah? Aku khawatir kebaikan dan kebahagiaan yang ia berikan hari ini suatu saat akan pergi? Rasanya jika hari itu tiba maka aku tak sanggup melalui hari itu ya Allah," batin Luruh sendu.
"Sarapannya bisa di tunda nanti lagi sayang! Ayok istirahat dulu, Luruh! Kamu sudah semalaman sudah bergadang terlalu lama dan sudah saatnya tubuhmu beristirahat dengan nyaman sayang! Ayok sini aku temani kamu sampai tidur! Jangan memikirkan apa-apa dulu ya sayang nanti setelah istirahat baru kita isi perut kita ya sayang," tutur Axton lembut.