Tidak cukup hanya di sana melainkan di saat suasana terasa begitu panas dan memuakkan tiba-tiba saja pemuda itu terkekeh dengan bangga seolah-olah Giran berpikir jika Lara yang diam seperti ini berarti gadis itu memang tak berhasil melawan dirinya yang selalu mendapatkan semua hal yang ia mau.
"Gue pergi kata lu? Lu yakin dengan ucapan lu ini? Rasanya lucu aja denger lu berbicara omong kosong kayak gini dah! Jadi beginikah cara lu mengatasi kekhawatiran diri lu, Lara? Dengan cara mendiamkan gue? Pada akhirnya lu tuh gak akan bisa berhasil melawan gue!! Gak ada gunanya lu memperingatkan gue karena gue yang lebih tau hidup gue hahaha!" kekeh Giran senang.
Suara tawa Giran membuat Rajan semakin geram dan kehilangan kesabarannya lalu tak lama Rajan menyindir Giran yang terlalu angkuh akan hal yang sebenarnya tidak pernah bisa dipahami oleh pemuda itu dan ketika Giran hendak membalas ucapan Rajan, Rajan malah lebih dulu untuk memperingatkan Giran pergi sekarang juga sebelum ia menyesalinya.
"Lebih tau hidup lu katanya? Pada kenyataannya lu tuh cuma orang angkuh yang sebenarnya lu tuh gak akan bisa pahami seberapa gak bergunanya lu karena udah menyakiti orang yang cinta sama lu! Bahkan setelah tingkah gak guna lu ini terus sekarang lu mau kembali sama dia? Benar-benar orang yang gak tau diri ya Lu? Pantas saja lu kehilangan Lara ya," sindir Rajan datar.
"Kayak lu manusia yang paling benar saja, Rajan!! Terserah gue dong mau mandang diri gue ini bagaimana!! Kenapa lu terus ikut campur dalam hubungan orang lain!! Gue maupun Lara tuh gak butuh omong kosong lu yang gak gak berguna ini kok! Diam aja deh lu!" balas Giran terhenti.
"Diam kata lu? Kalau gue diam itu artinya lu dalam masalah yang besar jadi sebelum nantinya lu cuma bisa menyesali perkataan lu sekarang mending lu pergi dari sini?! Satu hal yang harus di ingat baik-baik adalah gue gak akan suka mengulangi hal yang sama jadi sebaiknya lu menjauh dari hadapan gue!! Gue tidak main-main dengan ucapan gue kok!" ujar Rajan serius.
Giran hanya bisa mengepalkan tangannya kesal saat melihat tatapan tajam Rajan bahkan saat mata Giran melihat tangan Rajan, pemuda itu seperti bersiap memukulnya lagi jadi dengan hati yang kesal dengan pemuda itu membuat Giran memilih untuk pergi dulu sekarang dan nantinya ia akan benar-benar membalas perbuatan Rajan padanya.
"Lu pikir gue takut dengan sikap arogan lu ini? Sayangnya gak! Mungkin lu bisa mengatakan banyak hal cuma gue akan membalas perbuatan lu ke gue!! Tunggu saja sampe waktunya tiba!! Nantinya gue akan buat lu paham sesulit apa permintaan maaf dari gue! Sampe hari itu datang sebaiknya lu persiapkan diri lu!!" ucap Giran serius.
Perlahan-lahan pemuda itu menghilang bersamaan dengan pintu yang tertutup sedangkan di lain tempat Axton bersiap-siap bekerja ke kantor karena tadi ia mendapat telpon dari salah satu karyawannya yang bilang ada hal yang harus di tangani langsung oleh Axton jadi dengan rasa enggan, mau tidak mau Axton berangkat kerja.
"Gue tuh bayar karyawan buat mengurusi pekerjaan gue! Terus kenapa ini karyawannya bisa-bisanya menyuruh gue buat datang ke kantor!! Padahalkan gaji yang gue kasih mereka terima harusnya tuh ya mereka atur sebaik mereka dong! Heran dah punya karyawan kenapa bikin emosi aja!! Malah jadi gue yang repot sendirikan?!" gumam Axton kesal.
Sementara Luruh yang melihat suaminya terlihat tak dalam perasaan yang baik membuatnya berusaha menenangkan Axton dan beruntungnya pemuda itu tidak lagi merasa kesal dan ia langsung memeluk Luruh erat kemudian meminta istrinya mengantarkan bekal makan siangnya.
"Tenanglah, Axton! Namanya juga pekerjaan ya wajar kalau harus membutuhkan lu jadi lu juga harus bisa bertanggung jawab atas tugas lu! Udah jangan kesel mulu masa pagi-pagi lu udah ngomel-ngomel begini! Harusnya lu lebih bijak dan tenang dalam menanggapi masalah ini, Axton! Ayok sini di rapihkan dulu bajunya," tutur Luruh lembut.
"Iya sih benar, ya sudah kalau begitu aku minta tolong nanti makan siang kamu bawakan bekal makanan buat aku ya sayang! Rasanya hari ini aku ingin makan masakan kamu, Luruh! Nanti sebelum istirahat makan siang aku harapkan kamu sudah sampai ya! Pagi ini masakanmu enak jadi aku minta untuk bawakan bekal ya," ucap Axton santai.
Dalam diam Luruh merasa agak sedikit aneh dengan permintaan Axton yang dirasa tidak biasa dari sebelum-sebelumnya sedangkan Axton yang menyadari tatapan dan ekspresi bingung dari istrinya membuat pemuda itu berusaha menenangkan Luruh dan gadis itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja.
"Loh tumben banget, Axton meminta dimasakin dan dibawain bekal begini ya? Rasanya aneh banget sama sikap dia pagi ini dah? Kenapa tiba-tiba dia terlihat seperti sosok lain? Apa jangan ada hal yang gak beres ya? Tunggu dah! Ini Axton menyembunyikan hal apa sebenarnya dari gue? Yaudah gue ikutin mau dia aja dah," batin Luruh bingung.
"Aku tau kamu pasti memikirkan alasan permintaan aku ya kan? Tenang saja!! Tidak ada hal yang aku sembunyikan dari kamu dan aku memang hanya ingin meminta untuk dibawakan bekal masakanmu saja kok bukan seperti apa yang kamu pikirkan sayang! Lagipula kamu paling tau dengan siapa aku gadis yang aku cintai kan? Kamu pemenangnya kok," tutur Axton lembut.
Setelah semua persiapan Axton sudah selesai tak lama Axton memeluk Luruh erat lalu pemuda itu melambaikan tangannya pada Luruh yang menatapnya sambil tersenyum, dalam diam Luruh berdoa semoga dirinya dan Axton tetap seperti ini walaupun ke depannya Luruh tidak tahu apa yang akan terjadi hanya saja Luruh berharap mereka tetap kuat bertahan hingga akhir.
"Aku tau cinta ini belum benar-benar dihatinya ataupun aku, tetapi aku berharap semoga aku dan Axton tetap seperti ini ya Allah! Aku memang tidak tau apa yang akan terjadi nantinya hanya saja aku berharap pada Rabb pemilik semesta ini supaya kami tetap kuat bertahan hingga akhir karena satu-satunya kekuatan kami hanya padamu Ya Allah," gumam Luruh serius.
Sayangnya rasa bahagia akan selalu berdampingan dengan kesulitan jadi meskipun Luruh tidak menginginkan masalah lain hadir di rumah tangganya bersama Axton tetap saja semesta tak pernah kehabisan cara untuk menguji mereka karena saat Axton sampai di kantornya tiba-tiba saja pemberitahuan pesan masuk terdengar oleh telinganya.
"Aku dengar-dengar katanya kamu hari ini ada di kantor ya? Kalau begitu nanti siang kita pergi makan di luar ya? Kebetulan ada salah satu restoran kesukaanku, Axton! Di sana makanannya enak-enak jadi sampai bertemu nanti siang ya! Jangan khawatir istrimu pasti mengerti alasan kamu pergi denganku! Untuk itu kamu tenang saja ya," pesan dari Laninna.
Membaca pesan masuk di ponselnya membuat Axton menghela nafasnya lelah sebab Axton sudah memperkirakan jika Laninna akan mengajaknya pergi makan siang di luar untuk itu pria beristri ini sudah lebih dulu meminta Luruh agar datang dan membantunya karena Axton paham dengan siapa ia berhadapan kali ini.
"Darimana Laninna tau aktifitas yang aku miliki? Rasanya ada hal yang tidak beres di kantor ini ya? Kalau begitu aku harus mencari tau orang yang bekerja sama dengan Laninna! Tidak heran sih dengan pesan ini dan untunglah aku sudah meminta Luruh datang agar ia bisa membantu diriku karena sepertinya Laninna sedang berusaha menguji kami ya?!" gumam Axton kesal.
Sebenarnya pemuda itu tak khawatir jika Laninna mencari masalah dengan dirinya, tetapi hati Axton merasa tak tenang dengan Luruh yang bisa saja di ganggu oleh Laninna untuk itu Axton akan menghubungi abang dan daddynya karena ia tidak ingin Luruh menjadi korban atas sikap tidak jelas Laninna ini.
"Kalau dia memang berniat memberikan ujian padaku dan Luruh, aku tak masalah jika Laninna mencari masalah dengan diriku, tetapi hatiku merasa tak tenang dengan hal yang di pikirkan oleh Laninna!! Entah apa yang akan Laninna lakukan pada Luruh! Sepertinya aku harus minta bantuan pada daddy dan abang Terang! Aku tidak ingin Luruh yang terluka," ujar Axton serius.
Waktu terus bergerak begitu juga langkah Laninna, Luruh dan pikiran Axton yang terasa tak ada di tempat sebab Axton berharap istrinya lebih dulu datang di banding Laninna atau nanti gadis itu akan salah paham lagi pada Axton padahal pemuda itu tidak pernah menginginkan Laninna untuk datang ke kantornya.
"Rasanya pikiran gue jadi gak tenang gini karena memikirkan siapa yang datang duluan karena kalau Laninna datang lebih dulu yang ada Luruh bisa salah paham lagi sama gue! Aduh jangan sampe begitu! Gue tidak pernah menginginkan Laninna untuk datang ke kantor cuma kalau Luruh melihat Laninna duluan yang ada malah nanti jadi berkelahi ya," gumam Axton gelisah.
Tak lama gadis cantik itu sudah dalam perjalanan agar suaminya bisa makan siang dengan tepat waktu karena Luruh mengerti jika perut kosong di saat jam bekerja sangatlah tidak baik sedangkan Axton yang memang sudah berencana menghindari Laninna membuat pemuda itu meminta bantuan pada Luruh karena ia satu-satunya gadis yang bisa Axton harapkan.
"Perasaan Laninna mulai gak jelas sih dia! Gue harus menghindari Laninna karena sekarang gue udah bukan berstatus lajang lagi dan bagaimanapun juga gue harus menghargai perasaan Luruh terlebih cuma dia satu-satunya orang yang bisa gue mintain bantuan! Semoga Luruh lebih cepat sampai di banding Laninna karena gue gak mau Luruh sedih lagi dan pasti istri gue bakal salah paham kalo liat Laninna duluan," batin Axton serius.
Beruntungnya semesta seperti memahami rasa kekhawatiran yang dirasakan oleh Axton sebab orang yang datang lebih dulu adalah Luruh lalu dengan senyuman terbaiknya gadis itu berhasil menenangkan perasaan yang berkecamuk di hatinya sedangkan Luruh menanyakan apakah ada masalah kenapa suaminya terlihat sangat kesal ketika melihat dirinya datang.
"Aduh kira-kira siapa yang datang duluan Ya Allah? Alhamdulillah! Luruh datang lebih dulu dan dengan begini dia bisa membantu gue membuat Laninna sadar bahwa sekarang dan seterusnya dia gak perlu gangguin dia! Terima kasih sayang! Aku sudah khawatir kamu terlambat dan untungnya kamu seperti menyelamatkan aku," batin Axton senang.
"Assalamualaikum, loh Axton? Lu kenapa? Muka lu kayak kesel begitu? Bukannya tadi lu sendiri yang minta gue ke sini ya? Jangan bilang lu lagi jahilin gue apa ya? Eh atau ada masalah di kantor ya? Makanya.muka lu kayak menahan emosi begitu mungkin? Ada apaan sih sebenarnya di sini tuh? Gue ada salah ya?" tanya Luruh bingung.