Sayangnya Rajan terlambat menghalangi dan kini Giran sedang menggenggam tangan Lara erat sambil mengatakan hal yang sama dengan kemarin bahkan pemuda itu tidak perduli jika tangan Lara kesakitan karena Giran terlalu menahan Lara dengan sekuat tenaganya padahal gadis itu tidak akan sanggup juga mendorong dirinya.
"Setelah gue waktu lu kemarin buat berpikir seharusnya hari ini sudah bisa memberikan jawaban bukan? Lu kok yang cinta sama gue dan harusnya gak sulit buat lu meminta gue kembali jadi pacar lu! Terus sekarang harus begini sih sikap lu, Lara! Udahlah gak usah banyak basa-basi mending sekarang lu balikan sama gue aja dah!" ucap Giran tegas.
"Astaghfirullah, Giran! Lepasin tangan gue! Sakit woy?! Lu kira gue ini benda atau gimana hah!! Cepetan lepasin tangan gue!! Lu apa-apaan sih, megang tangan orang seenaknya aja! Di kira badan gue ini mainan lu yang bisa lu perlakuin seenak lu apa! Lepasin!!" gumam Lara kesakitan.
Kehadiran Giran benar-benar menyebalkan belum lagi ucapan omong kosongnya yang tidak bisa di percaya karena ia selalu menganggap bahwa Lara masih mencintai padahal itu hanya pikiran Giran sendiri dan kali ini baik Lara maupun Rajan sudah tak lagi bisa memaafkan Giran yang datang seenaknya dan bersikap tak baik pada Lara.
"Harusnya tuh lu ngerti bahasa manusia kan, Giran! Kalau Lara bilang lepasin dia harusnya lu tuh lepasin tangan dia bukan malah seenaknya bersikap semau lu! Orang yang mudah meminta kembali adalah orang yang benar-benar tidak tau malu sekali ya anda! Apakah kata jangan itu tidak bisa di pahami kamu ya?! Lepaskan dia sebelum gue gak akan bisa mengendalikan kemarahan gue ya! Lepasin dia sekarang juga, Giran!" tutur Rajan serius.
"Bukannya lu yang minta putus dari gue terus sekarang semudah itu meminta gue kembali gitu? Cukup sudah kesabaran gue dari kemarin?! Sekarang harusnya gak ada jawaban yang gue perlu omongin ke lu jadi udah gak ada gunanya lu di sini, pulang sana! Jangan ganggu gue sama Rajan! Pergi sekarang!" ucap Lara datar.
Namun ucapan Rajan dan Lara bagaikan angin lalu yang tak di tanggapi oleh Giran bahkan pria itu mengatakan bahwa Lara pasti akan dengan mudah menerimanya karena gadis itu berjanji tak akan melupakannya dan Narunna tak sebanding dengan Lara yang sangat mencintai dirinya.
"Dalam hubungan ribut dan kembali damai itu hal yang mudah, Lara! Lagipula kamu bilang lebih mencintaiku di banding Narunna jadi sudah pasti hanya kamu yang tidak akan bisa melupakan aku! Aku mencintaimu begitupun juga kamu jadi tidak ada alasan untuk tidak bersama bukan? Hidup itu semudah ini jika ketika ingin kembali! Kamu saja yang menyulitkan," ujar Giran santai.
Mendengar ucapan Giran membuat Rajan benar-benar tak mengerti dengan apa yang di pikirkan Giran, sudah berkali-kali Lara tidak menggubris dirinya lalu kenapa dia melakukan hal yang sama berulang kali seolah-olah kata cinta itu sangat mudah terucap dari bibir pemuda yang telah berkali-kali menyakiti hati gadis yang katanya ia cintai itu.
"Benar-benar manusia yang tidak jelas ya dia itu?! Setelah tadi dia mematahkan hati orang yang mencintainya lalu sekarang ia bersikap seperti hanya dia paling benar di sini!! Bagaimana bisa ada orang seperti Giran ini sih? Kata cintanya terdengar mudah malah membuatku tidak yakin dengan ucapan dan perasaan dari pemuda itu dah," batin Rajan datar.
Sejenak Lara terlihat bimbang dan Giran tersenyum dalam hati karena gadis itu masih mudah untuk dibohongi sedangkan Rajan yang melihat ada tatapan campur aduk dari gadis yang Rajan cintai membuat pemuda itu berbicara asal dan tanpa Giran sadari pemuda itu terpancing emosi dan memukul Rajan hingga terjatuh ke lantai.
"Kenapa ia harus mengatakan hal yang tidak aku ingin dengar di saat seperti ini! Aku tau dulu aku masih memiliki hati untuknya, sekarang hal seperti ini tidak perlu aku dengar terus kenapa dia harus berbicara semudah ini setelah perbuatan tidak baiknya meninggalkan aku! Rasanya sepertinya berjalan di jalan yang tanpa arah saja ya Allah," batin Lara bingung.
"Mulutnya mungkin bisa berbohong akan banyak hal, tetapi hati, ekspresi dan tatapannya tidak bisa membohongiku! Pada akhirnya dia akan tetap memilih gue dengan mudah dan mau Lara bohong kayak gimanapun juga tetap aja cuma gue yang akan mendapatkan hati Lara! Mau bagaimanapun juga Rajan bukanlah tandingan gue!" batin Giran bangga.
"Memanfaatkan kelemahan seseorang hanya demi kepentingan pribadi itu sangat memalukan asal lu tau aja, Giran! Mungkin buat hati lu yang gak pernah bisa memahami orang lain itu akan terasa mudah untuk mengatakan cinta dan kebahagiaan, tapi buat Lara yang udah lu lukain mah gak akan gampang! Dia kesakitan karena lu dan harusnya lu gak menyakiti dia lagi?! Kalau lu menyakiti dia ya artinya lu orang yang benar-benar gak punya hati Giran," ucap Rajan santai.
Lara yang terkejut melihat Rajan dipukul seperti ini membuat gadis itu melepaskan tangan Giran sekuat tenaga lalu ia membantu Rajan untuk berdiri, mungkin Lara bisa terima jika orang yang dulu pernah bilang mencintainya kini malah mempermainkan dirinya hanya saja Lara tak akan bisa terima jika Rajan terluka karena ulah Giran.
"Kenapa lu tiba-tiba memukul Rajan sih, Giran! Kalau lu bersikap begini itu artinya lu setuju dengan ucapan Rajan! Harusnya tuh lu belajar dari kesalahan bukan malah kembali menyakiti orang lain hanya karena lu gak suka dengan ucapan orang lain! Belajarlah untuk merubah hal yang seharusnya tidak kamu lakukan dan jangan sakiti Rajan karena dia gak salah apapun di masalah yang lu buat sendiri, Giran?!" omel Lara kesal.
Sementara Giran yang mendengar nada kesal dan cara Lara membela Rajan membuat pemuda itu malah menghina Lara yang di anggap terlalu naif karena memikirkan orang lain di saat Lara sendiri bahkan tak bisa melindungi dirinya dari Giran, awalnya Rajan membiarkan Giran bersikap seperti ini demi menjaga keadaan Lara.
"Ternyata gue masih dibela Lara ya? Kalau begitu gue harus sabar demi dia, gue gak mau karena ulah gak jelas Giran nantinya malah membuat keadaan kesehatan Lara semakin lambat untuk pulih jadi gue harus membiarkan Giran menyakiti gue asal keadaan Lara bisa baik-baik aja! Gue ikhlas menahan semua rasa sakit ini demi menjaga keadaan Lara," batin Rajan tegar
"Barusan lu ngebentak gue, Lara? Lu pikir lu siapa bisa membalas gue dengan nada tinggi! Nih ya harusnya lu tuh bersyukur karena punya mantan kayak gue dan masih ada harapan sama gue bukannya malah membela orang yang gak penting! Lu kira diri lu ini kayak buat gue? Lu cuma salah satu orang yang suka gue dan gak rugi juga kalau lu gak mau balikan," ledek Giran santai.
Namun saat mendengar hinaan yang tak seharusnya pemuda itu katakan pada gadis yang Rajan cintai membuatnya tak bisa lagi membiarkan Giran dan tanpa berkata-kata lagi Rajan langsung menghantamkan bogem mentah pada wajah pemuda yang angkuh dan benar-benar tidak tahu malu ini.
Entah mengapa Giran merasa tak bisa membalas pukulan Rajan dan rasanya kekuatan Rajan seperti bukan manusia pada umumnya, bahkan Giran tak bisa bangun dari lantai karena tadi ia jatuh tiba-tiba lalu Rajan terus memukuli wajahnya hingga terasa kesakitan kemudian Lara yang khawatir Rajan disalahkan membuat gadis itu memeluk Rajan dan menenangkannya.
"Apa yang lu lakukan ke gue ini hah!! Minggir lu dari gue dasar manusia gak jelas! Bisa-bisanya memiliki kekuatan yang bukan seperti manusia pada umumnya ini hah!! Gue bilang lepasin gue gak!! Jangan mentang-mentang saat gue lagi lengah lu jadi bisa seenaknya sama gue, lu pikir pukulan lu gak ada rasa apa-apa? Sakit woy?! Pergi lu dari diri gue, Rajan!!" omel Giran kesal.
"Rajan, tolong kendalikan dirimu dan tenanglah! Aku tau kamu marah karena ucapan Giran ini memang sangat keterlaluan! Hanya saja kalau kamu bersikap seperti ini lalu apa bedanya kamu dengan Giran! Untuk itu tolong jangan bertindak seperti ini karena Giran tidak layak untuk di tanggapi oleh kamu Rajan! Aku mohon sabar ya," tutur Lara lembut.
Mendengar nada khawatir dan tingkah Lara yang melindunginya membuat Rajan termenung karena ia baru pertama kali melihat Lara bersikap yang tak biasa bahkan ia membela dirinya padahal kemarin gadis itu mengatakan bahwa Rajan bukan siapa-siapa terus kenapa sekarang tingkah dia lain dari sebelumnya.
"Ini Lara sedang menenangkan aku ya? Tidak biasanya Lara bersikap seperti melindungiku? Aku tau ia meminimalisir hal yang mungkin akan di buat-buat oleh pemuda tidak jelas itu jadi Lara memilih menenangkan aku agar kami tidak di salahkan nantinya! Entah kenapa sikap Lara yang begini malah bikin bingung karena sebelumnya berbanding terbalik sama sikapnya dia yang saat ini seperti memiliki rasa ya? Lah gue mikir apaan sih?!" batin Rajan bingung.
Di saat pemuda itu sedang kebingungan seperti ini tak lama Giran memanfaatkan kesempatan itu dengan kembali bangun dan meminta Lara untuk memikirkan ucapannya karena seharusnya gadis itu tidak perlu banyak memikirkan hal yang sudah jelas menurut Giran sedangkan Lara dengan tegas memperingatkan pemuda itu untuk pergi dari kamar rawatnya.
"Mungkin dimata lu dulu gue memang salah besar cuma gak ada salahnya untuk lihat gue yang berubahkan! Ingat lagi seberapa jauh kita berjuang, Lara! Cuma gue satu-satunya pria di hidup lu yang memberikan lu kebahagiaan kan? Kembali bersama itu mudah kok! Coba pikirkan lagi apa yang harus lu lakuin sebelum lu nyesal nantinya! Gue selalu ada buat lu," ujar Giran bangga.
"Cukup omong kosongnya, Giran! Gak ada balikan yang mudah setelah luka yang lu berikan ke gue aja belum sembuh jadi sebaiknya lu tau diri dan gak usah membual banyak hal di depan gue karena gue gak butuh itu dan jangan datang lagi kalau omongan lu cuma berisi hal gak penting gini! Silahkan pergi dari ruangan ini, Giran! Pergi sekarang juga?!" sahut Lara tegas.
Dalam diam Rajan berusaha tetap sabar dan mengendalikan dirinya untuk tak memukuli pria tak jelas ini, tetapi semakin Rajan yang ada ia malah semakin geram dengan gestur badan dan seringaian yang terlihat menunjukkan bahwa Giran benar-benar orang tidak waras yang berpikir bahwa semua hal terjadi sesuai seperti yang ia pikirkan padahal itu hanyalah keinginan semu.
"Pria ini terlalu berlebihan dalam memandang dirinya sendiri atau apa sih!! Dia pikir dengan cinta yang dulu pernah di milikin Lara terus sekarang Lara gak bisa hidup tanpa dia gitu? Semudah itu dia meminta kembali tanpa menyadari sesakit apa Lara memulihkan hati yang dipatahkannya! Benar-benar orang gak waras sih dia! Membenarkan hal yang cuma ada di kepala dia doang! Aneh banget dah?!" batin Rajan geram.