Luruh mungkin tak mengatakan seberapa sedihnya perasaan ia hari ini, tetapi rasanya ia masih sangat sedih dengan ucapan Laninna yang bersikap seolah dirinya tidak lebih dari orang yang pernah pemuda itu cintai walaupun Luruh mengerti jika Rinja tak akan menganggu mereka tetap saja ia kecewa karena Axton tak menceritakan hal sepenting itu padanya.
"Untuk apa dia bertanya seperti ini? Rasanya hatiku masih sakit kalau harus membahas ucapan Laninna! Iya aku memang tidak tau apapun soal Axton, tapi Laninna tidak perlu bersikap seolah-olah dia satu-satunya orang yang paling penting untuk Axton! Aku paham sih kak Rinja tak akan menganggu kami tetap saja aku kecewa karena Axton tak menceritakan hal sepenting itu sama istrinya! Sebenarnya aku di anggap apa sama dia," batin Luruh sendu.
Tak ada sahutan apapun dari Luruh membuat Axton kembali menanyakan apa yang Laninna bilang pada Luruh sementara Luruh meminta Axton memikirkan kesalahan yang ia perbuat sebab hatinya masih terasa sakit kalau harus mengatakan ia kecewa pada Axton karena pria itu belum terbuka sepenuh padanya.
"Apa yang Laninna bilang padamu, Luruh? Aku tidak bisa memahami jika aku tak mengerti apa yang terjadi! Tolong ceritakan padaku tadi siang kalian berbicara apa sampai kamu terlihat sedih dan marah seperti ini? Apakah aku memiliki kesalahan padamu? Ada apa sebenarnya, Luruh? Kenapa kamu diam terus seperti ini?" tanya Axton serius.
"Kamu bertanya soal apa kesalahanmu? Kalau begitu kamu pikirkan sendiri apa kesalahan yang sudah kamu perbuat padaku! Kamu tau, aku tidak pernah merasa kecewa seperti ini dan hatiku terasa sakit kalau harus mengatakan alasanku kecewa padamu, Axton! Bisakah kamu berhenti bertanya padaku? Renungkan saja kesalahanmu! Jangan tanya aku," ujar Luruh datar.
Axton yang mendengar nada kesal dari ucapan istrinya membuatnya berusaha untuk menahan tawanya karena entah mengapa ekspresi yang di tunjukkan Luruh terlihat menggemaskan lalu yang ada nantinya Luruh semakin marah jadi ia berusaha supaya menenangkan hati istrinya sementara Luruh masih kesal dan terus saja berdebat dengan Axton.
"Bagaimana bisa aku merenungi kesalahanku jika kamu tak mengatakannya, Luruh? Aku kan bukan dukun, bukan cenayang ataupun bukan pembaca pikiran sayang! Aku butuh dijelaskan agar kita bisa saling memahami satu sama lain! Cobalah tenang dan beritahu aku pelan-pelan! Kalau memang aku salah, bilang saja padaku dan bilang aku harus gimana?" ucap Axton lembut.
"Ih kamu mah dodolnya kebangetan?! Kamu itu dikasih akal buat berpikir! Ya mikir sendiri dong! Mana mungkin sih aku marah, tapi kamu gak salah! Harusnya tuh kamu gak sok baik kalau jadi seperti ini ujungnya!! Udahlah gue capek, mau tidur aja! Ngeladenin orang yang menyebalkan kayak lu mah cuma bikin gue emosi aja tau gak!!" omel Luruh kesal.
Beruntung Axton bukanlah tipe orang yang mudah emosi jadi dengan lembut pemuda itu tetap berusaha menenangkan Luruh agar gadis itu bisa memahami dirinya bahwa sekarang Axton sudah bahagia hidup dengan Luruh jadi menurutnya apapun yang terjadi di masa lalu tak akan merubah alasannya berbahagia.
"Maaf sayang, maaf ya? Aku ini berusaha memahami kemarahanmu padaku jadi tolong kamu kendalikan emosimu dulu ya sayang? Tak apa jika kamu ingin marah padaku setidaknya kita bisa saling memahami satu sama lain sayang! Apapun yang dikatakan Laninna tidak benar dan sekarang aku sudah bahagia hidup denganmu jadi tolong percaya padaku," tutur Axton lembut.
Mendengar ucapan Axton membuat Luruh terdiam dan tak lama Axton memeluk Luruh lembut sambil mengusap-usap punggung istrinya lembut sambil ia berusaha menjelaskan bahwa saat ini dan seterusnya hanya ada nama Luruh yang lebih ia percayai di banding gadis lain yang pernah Axton kenal.
"Masalah itu kadang selalu terjadi dalam setiap hal! Cuma aku percaya gak salah kalau kita ada berbeda pemikiran atau ada salah paham dalam hubungan kita hanya saja aku sudah memilih kamu untuk aku percaya jadi mau siapapun bilang apa saja, aku tetap lebih percaya sama kamu makanya aku bertanya langsung sama ke sayang! Tolong percaya padaku," ucap Axton lembut.
Keduanya terdiam sambil berusaha memahami apakah masalah ini berakhir seperti ini atau bisa saja Laninna datang lagi hanya untuk mengusik keluarga kecil mereka dan Axton berusaha untuk mengingatkan Luruh agar jangan mudah termakan ucapan Laninna sebab menurutnya pernikahan mereka terlalu berarti jika harus berakhir karena orang lain.
"Sepertinya dari hal ini kita jadi bisa belajar bahwa ke depannya kita harus saling berbicara satu sama lain dan aku mohon padamu untuk jangan mudah termakan ucapan Laninna sebab buat aku pribadi pernikahan ini kita terlalu berarti jika harus berakhir karena orang lain, sayang! Aku mungkin sulit untuk kamu percaya hanya saja aku selalu percaya padamu," tutur Axton serius.
Sementara Luruh yang juga menyetujui ucapan Axton membuat gadis itu juga meminta Axton untuk jangan menyembunyikan apapun lagi dari dirinya karena bagaimanapun juga mereka harus tau satu sama lain jika ada hal yang terjadi dan tentu saja menyetujui ucapan istrinya.
"Bukan gue sulit percaya sama cuma gue juga minta sama lu untuk jangan menyembunyikan apapun lagi dari gue! Gue juga belajar mengenali diri lu dan bagaimanapun juga kita tuh harus saling tau satu sama lain kalau nanti ada hal yang terjadi, baik lu maupun gue tolong kasih tau ya, Axton! Anggaplah kecewa gue hari ini karena gue terlalu naif aja," ujar Luruh serius.
"Iya paham kok, sayang! Baiklah aku setuju lagipula memang komunikasi itu penting dalam hubungan dan gak ada salahnya juga untuk saling mengungkapkan toh bagaimana bisa aku tau aku salah kalau kamu gak memberitahu aku? Semoga ke depannya baik kamu ataupun aku tetap saling percaya seperti ini ya sayang," sahut Axton lembut.
Setelah perdebatan yang cukup menyebalkan antara Luruh dan Axton di rumah tadi malam, keesokan harinya Luruh masih diam saja dalam perjalanan sebab hatinya masih merasa terluka dengan ucapan Laninna yang entah mengapa terasa mengusik hati Luruh dan gadis itu memilih beraktivitas seperti biasa yakni menemani kakaknya di rumah sakit.
"Itu orang ngomongnya gampang bener ya, dia lupa apa! Dia bahkan menyembunyikan soal Rinja dari gue! Gak ada salahnya saling mengungkapkan matamu! Diri dia aja masih belum cerita banyak sama gue?! Aduh kesel banget gue sama Axton!! Kok bisa ada manusia model dia yang menyebalkan sekali sih ya Allah," gumam Luruh sebal.
Axton yang meras perlu membicarakan hal ini dengan abangnya dan daddynya membuat pria itu menuju kantor milik daddynya karena pemuda itu tau jika mereka tidak ada di rumah di saat jam seperti ini terlebih tidak ada urusan mendesak juga di kantor Axton membuat pemuda itu merasa memiliki banyak waktu untuk meminta bantuan pada keluarganya.
Sesampainya di kantor milik daddynya tanpa berlama-lama lagi pemuda itu menuju ruangan yang sudah ia hafal siapa lagi kalau ruangan daddynya yang bersebelahan dengan ruang kerja abangnya, lalu saat Axton membuka pintu di sana ada Terang dan Albern yang sedang sibuk membahas berkas di hadapannya.
"Assalamualaikum, dad! Bang! Kalian sibuk banget ya? Ada hal yang mau Axton bicarakan nih, bisa gak kalian mendengarkan aku sebentar? Soalnya Axton butuh banget bantuan kalian dan Axton udah gak paham lagi mau minta saran sama siapa selain abang sama daddy! Rasanya cuma kalian aja yang bisa bantu Axton," ujar Axton serius.
Mendengar ucapan Axton membuat Albern memandang putranya bingung sedang Terang yang melihat adiknya seperti sedang memiliki masalah membuat Terang menanyakan ada masalah apa sampai ia ada di sini bukan di perusahaannya sendiri lalu Albern dan Terang terdiam sejenak karena samar-samar suara sedih dan kesal dari keluhan Axton.
"Waalaikumsalam, ya namanya bekerja mah pasti sibuk dek! Butuh bantuan apa? Tumben banget lu mau membicarakan sesuatu sama kita? Lu ada masalah apa? Ini serius lu baik-baik aja? Ada perusahaan yang gangguin lu atau apa nih? Kasih tau gue namanya biar gue beresin itu orang dah! Sekarang bilang sama gue ada masalah apa? Hm?" tanya Terang khawatir.
"Ini loh bang, gue kan masih berteman sama si ular itu karena gue pikir yaudahlah namanya teman mah siapa aja kan! Eh dia malah gak tau diri dan berbicara hal yang menyakitkan kayaknya ke Luruh soalnya pas gue tanya sama Luruh dia diam aja dan gue paham ada hal yang gak beres sama ucapan Laninna! Gue gak ngerti lagi sama dia itu," gumam Axton sendu.
Dalam diam Albern dan Terang berusaha memahami masalah yang di hadapi Axton sementara Axton sendiri hanya bisa menghela nafasnya lelah kemudian dia menjelaskan semua hal yang menjadi masalahnya sambil Axton meminta bantuan pada daddy dan abangnya untuk menjaga Luruh dan pernikahannya.
"Mungkin dia berusaha menghancurkan pernikahan gue sama Luruh, bang! Masalahnya Axton kenal dia dan itu cewek tuh pasti akan berusaha menyingkirkan istri aku dan aku butuh bantuan kalian untuk menjaga Luruh saat aku bekerja, dad! Bang! Aku khawatir Laninna akan melakukan berbagai cara untuk menjauhkan Luruh dari aku untuk itu bantu aku ya," tutur Axton serius.
Terang yang mengerti jika masalah Axton dan Luruh adalah Laninna membuat Terang berusaha menenangkan Axton sebab memang terkadang masalah hadir kapanpun, tetapi masalah datang untuk menguatkan pernikahan Axton jadi sebagai kakak ia sedikit-sedikit membuka pikiran dari adiknya agar ia tetap bertahan walaupun jalannya tidak mudah.
"Jadi seperti itu ya? Jangan khawatir, Axton! Kami tentu akan membantumu dan terkadang ada masalah yang hadir kapanpun pada pernikahanmu untuk menguatkan pernikahan kalian jadi lu gak usah hiraukan ucapan orang lain dan tetap bertahan walaupun jalan kalian sudah pasti tidak akan mudah setidaknya kalian berpegangan satu sama lain," ucap Terang lembut.
Albern yang mulai memahami bahwa putranya berusaha mempertahankan cinta dan pernikahan yang ia miliki membuat pria paruh baya itu menanyakan bagaimana perasaan Axton saat ini dan apakah putranya selalu merasa bahagia dengan Luruh lalu apa rencana pemuda itu sekarang ini.
"Masalah hadir untuk menyatukan dan menguatkan pernikahanmu, nak! Kalau kamu berusaha mempertahankan cinta dan pernikahan ini maka daddy ingin bertanya satu hal padamu! Kamu bahagia bersama dengan Luruh? Atau saat ini perasaanmu tak ingin kehilangan diriinya bukan? Daddy tak perduli akan masalah Laninna sebab daddy hanya ingin mendengar perasaan dan apa rencanamu untuk sekarang ini? Kamu tidak boleh salah langkah loh, nak!" tanya Albern serius.