Kamu Tak Mengerti Aku

1652 Kata
Mendengar ucapan Axton yang ada benarnya membuat Luruh mengangguk-anggukkan kepala tanda gadis itu mengerti lalu Luruh merasa iseng saat melihat Axton membawa pekerjaan dan entah pikiran dari mana tak lama Luruh mengambil ponselnya dan berfoto bersama Axton. Pemuda itu hanya terkekeh sambil mengusap-usap kepala Luruh lembut karena menurutnya yang terpenting adalah senyuman dan tawa istrinya jadi mau gadis itu memfoto dirinya atau apapun ia tak merasa keberatan lalu tak lama Axton menguap karena ia mulai mengantuk. "Hahaha lucu sekali istriku ini! Aku tidak masalah kamu mau foto aku atau gimana pokoknya yang penting kamu bahagia sayang! Ya Allah, tumben jam segini aku ngantuk ya? Sepertinya aku kelelahan padahal kerjaan aku sedang banyak sekali! Segelas kopi mungkin bisa membantu otakku agar lebih segar kali ya? Bicara apaan sih aku ini," ucap Axton lembut. Luruh yang menyadari jika pekerjaan suaminya belum selesai dan rasa kantuk mulai datang menghampiri mereka membuat Luruh pamit sebentar ke kantin rumah sakit sebab di ruang ICU masih ada kak Rajan jadi ia bisa membeli kopi dan camilan untuk teman mereka sampai nanti pagi. "Tenang saja biar aku pergi ke kantin rumah sakit dan membeli kopi dan camilan agar kamu tidak mengantuk lagi, Axton! Lagipula selama menunggu kak Lara sadar setidaknya kita perlu camilan dan air untuk menemani kita bukan? Ya sudah aku berangkat dulu ya! Kamu bisa tunggu di sini sambil melanjutkan pekerjaanmu kok," ucap Luruh santai. Awalnya Axton ingin menemani Luruh karena ini sudah lumayan larut malam jadi pemuda itu berniat pergi bersama agar istrinya aman, sayangnya Luruh menolak ditemani karena ia paham jika suaminya sedang banyak pekerjaan jadi Luruh berpikir ia akan baik-baik saja. "Masa kamu pergi sendirian sayang? Aku temani ya, ini sudah terlalu larut malam jadi aku tak akan membiarkan kamu pergi sendiri, Luruh! Lebih aman jika aku ikut pergi ke kantin ya? Rumah sakit ini luas dan mana kita tau apa yang orang lain inginkan dari kita sayang! Sudah ayok kita ke kantinnya bersama-sama saja ya," ujar Axton khawatir. "Jangan khawatir, Axton! Dulu aku selalu pergi ke kantin sendirian saat ikut menemani kakak bersama daddy dan mommy jadi kalau sekarang harus sendiri juga gak masalah kok! Lagipula kamu sedang banyak pekerjaan! Aku tidak ingin menyulitkanmu jadi aku pasti akan baik-baik saja karena rumah sakit ini seperti rumah kedua aku dan kakak kok," sahut Luruh santai. Sebenarnya Axton ingin memaksa ikut sebab ia takut ada orang berniat tak baik pada Luruh, tapi melihat mata istrinya yakin seperti ini membuatnya mengizinkan Luruh ke kantin sendiri asal kalau ada apa-apa ia harus langsung menghubungi suaminya. "Iya aku paham bahwa kamu memang gadis yang pemberani hanya saja aku mengkhawatirkan dirimu dan kalau di rasa hatimu sampai seyakin ini baiklah, kamu boleh pergi sendiri ke kantin asal kalau nanti ada apa-apa kamu harus langsung menghubungi aku ya sayang? Jangan terlalu memaksakan diri jika kamu dalam bahaya ya," tutur Axton lembut. "Terimakasih karena telah mengkhawatirkan aku, tapi aku yakin bahwa aku akan baik-baik saja dan nanti aku akan menelpon kamu jika keadaannya tidak aman ya? Kalau begitu aku pergi dulu ya! Semangat bekerjanya, Axton! Tenang saja aku tidak akan lama jadi kamu santai di sini ya? Assalamualaikum," ucap Luruh santai. Setelah mendapat izin dari suaminya Luruh berjalan di kantin rumah sakit dengan santai, tetapi tak lama Laninna berada di samping Luruh dan bercerita jika Axton saat ini sedang berada di apartemennya sebab Laninna berpikir jika gadis itu pasti tak mengetahui hal itu. "Sudah larus seperti ini kamu hanya sendirian? Buat apa status jika kamu hanya di abaikan seperti ini, Luruh?! Kamu tidak tau bukan kalau Axton ada di apartemenku? Kami memang sering menemani satu sama lain jadi mau statusmu apapun tak akan merubah hubungan kami tau, Luruh! Bagaimana kamu membencinya sekarang? Kasihan ya kamu," ujar Laninna bangga. Mendengar omong kosong dari Laninna membuat Luruh hanya tertawa sejenak lalu tak lama ia menunjukkan ponselnya dimana tadi Luruh iseng berfoto dengan Axton yang membawa laptop untuk menyelesaikan pekerjannya di rumah sakit. "Kasihan katamu hahaha! Tolong jangan mengarang cerita hanya untuk terlihat sangat dicintai, Laninna! Nih aku tunjukkan di mana keberadaan suamiku yang kamu bilang bahwa statusku tak akan merubah hubungan kalian! Lagian kamu berharap apa padaku? Kamu tak mengerti aku jadi berhenti membuat dirimu terlihat tak pandai di hadapanku," kekeh Luruh santai. Laninna terkejut dengan foto yang ditunjukkan Luruh padanya, ia pikir Axton tidak akan suka jika dirinya di foto seperti itu sayangnya Laninna salah besar dan Luruh memperingatkan gadis itu bahwa ia tak mengerti dirinya jadi sebaiknya Laninna jangan berbicara omong kosong padanya jika ia hanya ingin melukai hati Luruh. "Loh? Bagaimana bisa? Kenapa Luruh memiliki foto dengan Axton? Bukankah dia tidak akan suka kalau ada foto dirinya yang di ambil diam-diam ya? Apakah pemuda itu memberikan hak lain yang tidak aku ketahui? Gak! Pasti gak mungkin seperti itu kan ya?!" batin Laninna terkejut. "Pasti kamu tidak menyangka hal ini bukan? Mungkin aku tidak mengenal Axton selama dirimu, tapi kamu juga tak mengerti diriku jadi sebaiknya kamu jangan berbicara omong kosong padaku kalau niatmu hanya untuk melukaiku maka itu tidak akan berguna jadi urus saja dirimu saja dan jangan mengganggu hidup bahagia kami, Laninna!!" tutur Luruh serius. Mata Laninna terlihat memerah seperti gadis itu menahan kesal sekaligus sedih dan sebelum Luruh benar-benar meninggalkan teman dari suaminya itu ia meminta Laninna untuk jangan salah paham terhadap suaminya sebab kebaikan Axton selama ini tidak seperti yang gadis itu pikirkan. "Tidak! Ini tidak benar!! Rasanya tidak adil sekali melihat mereka berbahagia sementara aku? Mengapa malah aku yang dipermalukan seperti ini?! Harusnya hanya aku saja yang boleh selalu berada di sisinya! Kenapa Luruh yang harus diperlakukan istimewa oleh Axton! Bukankah hanya aku yang mencintainya dengan tulus lalu kenapa orang lain yang bahagia," batin Laninna sedih. "Oh iya satu hal yang harus kamu ingat! Kebaikan suamiku adalah murni karena dia di didik untuk menjadi orang baik jadi harusnya kamu jangan salah paham terhadap kebaikan Axton selama ini sebab niat baiknya dan apa yang kamu pikirkan tidaklah sama! Jadi mulai sekarang kamu harus tau diri akan hubungan kalian berdua yang hanya teman itu ya," ujar Luruh serius. Lalu tanpa menunggu jawaban apapun dari Laninna tak lama Luruh kembali ke ruang ICU sebab ia ingin membuat teman suaminya paham bahwa mereka bukan lagi orang yang memiliki rasa satu sama lain dan Luruh ingin meminimalisir hubungan yang suatu bisa akan menyakiti hatinya. "Mungkin ucapanku terdengar menyakitkan untuknya, tetapi aku ingin ia mengerti bahwa antara Laninna dan Axton bukan lagi hubungan yang memiliki rasa satu sama lain dan aku ingin agar nantinya aku bisa meminimalisir hal yang di lakukan Laninna untuk membalasku suatu saat! Sebagai seorang istri aku hanya sedang melindungi hatiku dari rasa sakit," batin Luruh sendu. Setelah kepergian istri dari mantan kekasihnya membuat Laninna merasa geram dengan cara Luruh memperingatkan dirinya sebab ia percaya jika ucapan Luruh hanya sekedar omong kosong saja dan Laninna juga yakin bahwa Luruh tak mengerti siapa Laninna sebenarnya. "Bagaimana mungkin ia berani berbicara seperti itu kepadaku?! Aku tidak suka di peringati seperti itu dan aku yakin ucapan gadis itu hanya omong kosong saja untuk menjatuhkan diriku kan ya? Dia salah mencari lawan karena dia tak mengerti siapa aku sebenarnya! Akan aku buat ia menyesali ucapannya hari ini, tunggu saja Luruh!!" ujar Laninna serius. Bohong jika Luruh tak merasa hatinya berdenyut perih saat harus berhadapan dengan Laninna, ia hampir sesak nafas dan kesulitan menghadapi balasan Laninna hanya saja Luruh tidak ingin mengingkari janjinya pada kakaknya jadi untuk itu Luruh berjuang mempertahankan pernikahan yang di percayakan pada dirinya. "Rasanya berpura-pura kuat di hadapan orang yang sepertinya menaruh hati pada suamiku itu sangat menyakitkan ya? Bohong jika aku bilang baik-baik saja sebab rasanya aku hampir sesak nafas dan sulit untuk tetap terlihat kuat di hadapannya! Cuma aku juga sudah berjanji pada kak Lara untuk berjuang mempertahankan pernikahan ini jadi aku harus tegar demi kakak dan suamiku! Tolong kuatkan aku ya Allah," gumam Luruh sendu. Tak lama langkah Luruh terhenti sejenak untuk ia menenangkan hatinya sebelum nanti Axton menanyakan dirinya yang terlihat sedih jadi lebih baik Luruh terlihat baik-baik saja dan setelah yakin ekspresinya sudah lebih membaik kemudian Luruh menyerahkan kopi dan camilan pada Axton dan ia berniat menemani Lara di dalam ruang ICU sekalian bergantian dengan Rajan. "Maaf aku lama ya, ini kopi dan camilannya tolong jaga dulu ya! Aku mau masuk ke ruang ICU untuk bergantian dengan kak Rajan! Tolong dihabiskan dan jangan bergadang ya, Axton! Aku pergi dulu sebentar ya! Kamu semangat bekerjanya dan jangan lupa istirahat," ucap Luruh santai. Axton yang sedang sibuk memeriksa berkas yang di kirim oleh karyawannya membuat pemuda itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti lalu tak lama terdengar pintu yang di buka kemudian tertutup dan terbuka lagi sementara Axton masih saja mengurusi pekerjaannya tak perduli dengan bunyi di sekelilingnya. Rajan yang tadi sekilas memandang wajah Luruh membuatnya menyadari jika Luruh merasa tak baik-baik saja jadi ia meminta Axton untuk lebih mengerti Luruh sebab sebagai orang yang telah mengenal Luruh dan Lara sejak lama, rasanya masih banyak hal yang tak Rajan pahami jadi ia ingin ada seseorang yang lebih mengerti Luruh agar gadis itu tak perlu berpura-pura seperti ini. "Hey, Axton! Kamu tidak menyadari wajah Luruh yang terlihat tak baik-baik saja? Aku mungkin tidak paham masalah atau hal yang kalian lalui, tetapi cobalah untuk kamu lebih mengerti Luruh sebab sebagai orang yang kenal lama dengan Luruh aku belum terlalu dekat dengannya jadi aku berharap jika ada seseorang yang lebih mengerti Luruh agar ia lebih bahagia," tutur Rajan serius. Mendengar ucapan Rajan seketika membuat Axton merasa bersalah dan ia berjanji akan lebih memahami Luruh dan Axton berterima kasih karena Rajan mau mengingatkan dirinya dan berkat pemuda itu Luruh dan Lara masih bisa merasakan kebahagiaan yang sulit mereka miliki. "Maafkan aku yang kurang memahaminya, aku berjanji akan lebih memahami Luruh dan aku berterima kasih karena kak Rajan mau mengingatkan diriku dan berkat kak Rajan! Luruh dan kak Lara masih bisa merasakan kebahagiaan yang mungkin sulit untuk mereka miliki, jujur aku ikut senang melihatnya dan sekarang aku akan berusaha sebaik mungkin!" ucap Axton serius.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN