Langkah gadis itu terlihat berani dan sesampainya Narunna di ruang perawatan Lara ia malah hanya melihat Luruh yang sibuk menelpon seseorang, tanpa permisi Narunna langsung masuk ke ruangan sambil mengompori Luruh bahwa suaminya baru saja berselingkuh.
"Halo? Tumben lu nelpon gue kenapa? Bukannya lu bisa cerita di rumah aja ya? Gue emang lagi gak sibuk sih, cuma yaudah lu mau ngomong apaan? Gue males dengerin omongan basa-basi doang mah! Eh iya nanti malam makan malamnya mau beli apa masak aja? Kalau mau masak mau dimasakin apaan, Axton gak?" ucap Luruh santai.
"Lu mah orang nelpon dibilang tumben! Tanya suaminya lagi apa gitu?! Gue mau nanya lu balik nanti jam berapa? Mau gue jemput! Hah? Makan malam ya? Bebas sih lu lagi mau makan apa? Kalau ada yang mau gue beli ya bilang aja nanti sebelum jemput gue beli aja," ujar Axton serius.
"Masakin? Setelah lu tau hal yang akan lu hadapin lu mungkin gak akan selera untuk masakin suami lu, Luruh! Gue lihat sendiri tadi suami lu makan berdua sama cewek lain tau gak?! Terus sekarang bisa-bisanya lu santai begini! Kasihan banget ya baru nikah udah di selingkuhin! Wajar sih, cewek model lu apanya yang bisa di banggain gak sih!" timpal Narunna senang.
Mendengar ucapan konyol itu membuat alis Luruh terangkat dan ia malah menyahuti ucapan Narunna dengan santai hingga tak lama terdengar suara tawa dari suaminya yang sedang sibuk di seberang telepon sana.
"Model gue? Emang gue kenapa? Setidaknya gue bukan cewek yang merebut pacar orang model lu! Lu gak tau tata krama ya! Menguping pembicaraan orang sembarangan terus masuk ke ruangan tanpa permisi! Emang gue harus gimana? Gue harus marah-marah ke suami gue hanya karena omongan lu yang belum tentu bener gitu? Otaknya di pake ya," sahut Luruh santai.
"Udah salah sendiri malah bersikap seolah-olah dia paling benar! Lucu banget dengernya dah hahaha! Kok bisa sih ada manusia yang melupakan kesalahannya dan malah menyalahkan orang lain, benar-benar luar biasa sekali orang gak jelas itu haha!" kekeh Axton terbahak-bahak.
Narunna yang merasa tak ingin di permalukan seperti ini membuat gadis itu menunjukkan foto yang ia ambil ketika melihat Axton dengan seorang gadis di sebuah cafe, butuh beberapa menit untuk Luruh memperhatikan foto tersebut dan memang benar apa yang di ucapkan Narunna.
"Dari warna dan motif bajunya sih emang yang tadi dia pake, bukannya semalam dia baru janji sama gue untuk gak menyakiti hati gue ya? Terus sekarang dia begini? Sebenarnya siapa di sini yang berbohong?! Jujur gue kecewa kalau ternyata ucapan Narunna benar," batin Luruh kecewa.
Namun belum tentu juga Axton berselingkuh di belakangnya toh memang ia bilang bahwa Axton ada janji dengan teman lamanya jadi ia berpikir mungkin gadis yang di foto itu adalah teman lama Axton dan sebisa mungkin Luruh terlihat tenang-tenang saja di hadapan Narunna.
"Lihatkan?! Gue gak bohong dan emang suami lu tuh makan sama cewek terus dia nenangin itu cewek kayak yang bukan baru kenal! Harusnya bukan gue yang lu permalukan, tapi lu kasih tau dia bahwa rumah tangga kalian bisa dalam masalah karena hal ini! Lu gimana sih, Luruh! Masa begitu aja gak tau!" ujar Narunna serius.
"Mungkin yang lu bilang bisa benar, tapi belum tentu juga suami gue berselingkuh di belakang gue lagipula memang tadi Axton bilang mau pergi ketemu teman lamanya jadi udah pasti dia lagi menepati janji yang dia buat! Lagian kalau dia selingkuh sekalipun bukan urusan lu toh yang dia deketin bukan Giran! Kenapa lu yang heboh dan repot sendiri begini dah," sahut Luruh santai.
Seketika Narunna memarahi Luruh yang tak pandai dalam menghadapi kenyataan bahwa suami yang baru menikah dengannya telah berkhianat sedangkan Luruh yang tak menyukai jika ada orang yang menghina orang yang ia percaya membuat gadis itu menghantamkan tanda kesal hingga pipi Narunna terlihat menjadi merah.
"Heboh dan repot sendiri kata lu? Sadar woy! Dia itu baru menikah sama lu terus dia telah tega berkhianat sama lu! Kenapa sampai sini lu gak ngerti juga! Lu harusnya membuka mata lu dan lihat sendiri kenyataan yang ada! Suami yang lu pikir dia tempat berlindung ternyata gak jauh-jauh dari tukang selingkuh tau gak, Luruh?!" maki Narunna kesal.
Merasa tidak terima di perlakukan seperti ini membuat Narunna hendak memarahi Luruh, tetapi gadis itu lebih dulu mengingatkan bahwa Narunna juga adalah orang membuat hubungan Lara hancur dan ia tidak perlu bersikap paling benar di hadapan Luruh.
"Lu!! Berani-berani nampar pipi gue! Lu pikir lu siapa sampai bertingkah seperti ini! Apa lu gak sadar juga dengan masalah lu hah! Lu gak bisa melampiaskan kemarahan lu ke dia makanya lu bersikap begini ke gue," omel Narunna terhenti.
"Apapun pikiran lu jelas lu salah mengira hal gak berguna itu! Bukan gue yang harusnya sadar, tapi lu! Lu lupa kalau diri lu sendiri itu juga penyebab retaknya hubungan kak Lara jadi lu gak perlu bersikap paling benar di sini! Toh keberadaan lu di sini gak layak sama sekali! Lu gak malu ya ngasih tau soal perselingkuhan orang lain sedangkan lu juga sama aja!" tutur Luruh serius.
Tanpa mereka sadari Lara yang hendak masuk ke kamarnya berusaha menahan air matanya dan ia juga tak menyangka jika Narunna berusaha menyakiti adiknya lalu ketika Narunna hendak pergi ia berpapasan dengan Lara dan dengan sigap Lara memperingati Narunna untuk jangan menyakiti adiknya.
"Langkah lu emang paling ringan ya kalau soal mematahkan hati wanita lainnya! Setelah luka yang kalian buat untuk gue terus sekarang lu mau buat luka lainnya buat adek gue? Berhenti menyakiti, Luruh! Karena sampai kapanpun gue gak akan biarin lu melakukan hal ini lagi! Cukup gue aja yang kalian patahkan! Jangan Luruh! Inget baik-baik ucapan gue," ucap Lara datar.
Gadis itu tak mengatakan apapun selain melepaskan tangan Lara dan berlalu pergi dari sana sedangkan Lara yang melihat adiknya terduduk di kasurnya membuat gadis itu bergegas ke arah Luruh sebab ia tak ingin membuat adiknya sedih.
"Luruh, gue gak akan nanya bagaimana perasaan lu sekarang! Hanya saja gue cuma minta sama lu tolong percaya semuanya ke hati lu! Kakak percaya bahwa kalian itu teguh tidak serapuh kakak ini dan kamu gak punya alasan apapun untuk di selingkuhi! Tolong jangan terlalu sedih dan tetaplah tegar ya sayangku," hibur Lara lembut.
Jika dipikir-pikir lagi Lara sadar jika ucapannya mungkin tak akan merubah banyak hal, hanya saja ia tak ingin melihat adiknya seperti ini dan dalam diam Rajan hanya bisa menatap Lara dalam diam sebab ia selalu takjub dengan kelembutan dan kesabaran gadis itu.
"Dia yang setiap detik membalut luka di hatinya, masih bisa menenangkan dan sabar dengan banyak hal yang harusnya tidak menyakiti Lara lagi! Benar-benar gadis yang tangguh dan memiliki pesonanya sendiri ya? Sayangnya seindah ataupun sekuat apapun dia keberadaan gue masih belum di sadarinya! Gue cuma bisa menatapmu dalam diam Lara," batin Rajan sendu.
Menurutnya Lara sudah memiliki luka yang terbuka lebar dan penyakitnya juga tak bisa berbuat banyak, tetapi gadis itu masih sempat-sempatnya menenangkan Luruh padahal selama ini Rajan mengerti jika Lara kesulitan bertahan di dunianya sendiri.
"Gadis itu jarang mengeluh pada orang lain atas apa yang menimpanya, tapi sesulit apapun hari yang harus di laluinya justru ia masih sempat memberi ketenangan pada Luruh padahal dunia Lara sendiri saja suda terasa sulit dan menyakitkan untuk dirinya! Apa dia tak ingin merehatkan hatinya dulu ya," batin Rajan sedih.
Satu-satunya hal yang bisa Rajan lakukan adalah mengusap-usap kepala Lara lembut sebab ia berharap mungkin hal ini sedikit bisa menenangkannya sedangkan Lara memeluk Luruh dengan erat karena ia tau bagaimana perasaannya saat ini.
"Gak apa-apa Luruh, kadang apa yang kita pikirkan belum tentu benar jadi lu tenang ya? Kakak percaya kalian tidak akan saling menyakiti! Ini hanya salah paham saja," ucap Lara lembut.