Jangan Ganggu Luruh

1638 Kata
Sikap yang tak terduga dari Luruh membuat Laninna tertawa lalu ia beralasan jika semua orang akan berpikir seperti dirinya jika mereka melihat keadaan Luruh yang tidak seperti pasangan pada umumnya sementara orang yang di hina hanya tersenyum lalu ia membalas ucapan yang jauh lebih menyakitkan hingga membuat Laninna tanpa sadar ingin menampar Luruh. "Wah mudah sekali kamu menyimpulkan perasaan orang lain ya? Mungkin kamu terlalu banyak berpikir makanya menilaiku seperti ini, tetapi semua orang akan berpikir seperti ucapanku tadi kalau mereka melihat keadaanmu yang seperti ini Luruh!! Soalnya kamu tidak seperti pasangan pada umumnya sih hahaha!! Jadi ya harusnya kamu santai saja kok," ujar Laninna bangga. "Perlu cermin banget ya lu, Laninna? Barusan lu bilang gue gak kayak pasangan umumnya bukan? Apakah itu artinya lu tidak menyimpulkan perasaan orang lain? Daripada lu mengurusi hidup gue sama Axton mending pikirin lu mau bagaimana buat hidup lu! Masa iya selama ini lu pikirin suami orang terus! Gak mau menata hidup lu yang sempurna itu ya Laninna? Sayangnya lu tau kan semua itu ada batas waktunya," sahut Luruh datar. Sayangnya tangan Laninna tertahan oleh Axton karena sebagai suami membuat Axton tak bisa lagi membiarkan teman baiknya menghina istrinya hanya karena Luruh belum mengandung, di mata Axton apapun keadaan Luruh ia tetap mencintainya tidak perduli apapun penilaian orang terhadap Luruh. "Jangan ganggu Luruh, Laninna! Gue biarin kalian berdebat, tapi gue gak akan biarin lu nyakitin istri gue!! Kalau lu gak terima atau marah ya balas aja ucapan dia! Jangan malah bersikap tidak baik sama orang lain! Sepaham gue lu perempuan harusnya lu tuh bisa memahami perasaan sesama! Di mata gue seperti apapun keadaan Luruh gue tetap mencintainya," tutur Axton serius. Kemarahan yang sejak tadi sudah di tahan Laninna sekuat tenaga membuat gadis itu tak bisa di biarkan kalah seperti ini dan Laninna memaki Axton yang sudah termakan oleh perbuatan Luruh yang mungkin saja telah membawa foto pemuda itu ke dukun atau tempat baik lainnya. "Lu bilang jangan ganggu Luruh kata lu? Dia aja ngomong gak di pikir dan harusnya lu tuh mikirin diri lu juga dong, Axton! Sekarang lu bisa bipang terima keadaan Luruh karena lu cinta sama dia!! Cuma lu lupa kalau mungkin rasa cinta lu di buat sama dia?! Jaman sekarang banyak orang yang bisa bawa foto ke dukun atau apapun demi keinginan pribadi!" murka Laninna geram. Axton yang semakin tak habis pikir dengan pemikiran Laninna membuat pemuda itu meminta Laninna untuk jangan mengganggu Luruh dan ia jangan coba-coba menguji kesabaran Axton karena ia paling tidak dengan seseorang yang menyakiti seseorang yang berarti dalam hidupnya. "Kalau lu bilang begini itu artinya lu suudzon sama Luruh! Tanpa bukti, tanpa tau kebenarannya eh lu bilang perasaan gue di buat sama dia? Lu gak tau sih perselisihan dia nolak gue! Dia bukan lu yang tujuannya cuma gue! Luruh punya impian dan ucapan lu ini sama aja menguji kesabaran gue tau gak!! Buat Luruh pribadi gue tuh bukan keinginan dia jadi jangan sok tau dengan bilang gini dah?!" ujar Axton tegas. Sementara Luruh yang mengerti jika suaminya sudah benar-benar marah membuat pemuda itu berusaha menenangkan Axton dan Luruh pribadi tidak masalah dengan ucapan Laninna pada dirinya toh siapapun bisa menilai orang seenaknya jadi Luruh membiarkan penilaian teman dari suaminya itu. "Sudahlah, Axton! Apapun penilaian Laninna terhadap gue ya gak masalah lagipula siapapun bisa menilai orang lain seenaknya jadi gue sendiri mah membiarkan penilaian Laninna toh selama gue bukan seperti yang di bilang dia ya kenapa gue marah kan? Bukannya kalau marah itu membenarkan ucapan orang? Tenang aja gue baik-baik aja kok," tutur Luruh lembut. Dalam diam Axton setuju dengan ucapan Luruh dan tak lama Laninna memilih meninggalkan Axton dan Luruh karena ia akan menunggu gadis itu sendirian agar ia lebih leluasa menunjukkan bahwa satu-satunya gadis yang pantas bersanding dengan Axton adalah dirinya bukan Luruh. "Aku tidak akan bisa tenang jika ada orang yang menilaimu sebelah mata karena bagaimanapun juga aku akan menepati janjiku pada Luruh! Untuk Laninna sebaiknya kamu jangan melakukan kesalahan yang sama lagi pada kami! Mungkin kali ini Luruh menenangkanku, tetapi tingkahmu ke depannya belum tentu ada maaf dariku jadi hati-hati ya," ucap Axton santai. "Axton berbicara apaan sih itu?! Dia sok-sok an ingin memperingatkan aku! Dia lupa apa! Kalau tak ada perempuan manapun yang pantas bersanding dengan dirinya selain aku!! Akan aku buktikan bahwa ucapan mereka kali ini hanya omong kosong belaka dan satu-satunya gadis yang cocok dengan Axton itu cuma aku!! Tunggu dan lihat saja kalian!" batin Laninna geram. Setelah kepergian Laninna tak lama Axton memperingatkan Luruh untuk berhati-hati dengannya sebab Axton khawatir teman baiknya bersikap tidak masuk akal pada istrinya, Luruh sendiri tak ingin berurusan dengan gadis itu hanya saja ia menjelaskan jika keadaannya mendesak maka mau tidak mau Luruh akan menghadapinya semampu yang ia bisa. "Kamu yakin ingin pulang sendirian, sayang? Bagaimana kalau nanti kamu pulang dengan diriku saja ya? Aku khawatir jika Laninna bersikap sembarangan dan melukaimu, Luruh! Aku tau kamu kuat hanya saja aku tidak ingin kamu di ganggu! Aku ingin kamu menjaga jarakmu dengan dia ya? Dia benar-benar orang yang berbahaya loh, Sayang!" tutur Axton serius. "Tentu saja aku yakin kok! Kalau pulang dengan kamu itu lama, Axton! Aku harus menjenguk kak Lara juga jadi setelah dari sini aku akan ke rumah sakit sambil menunggumu pulang! Kamu mungkin tak ingin melihat Laninna menggangguku hanya saja siap tidak siap dia pasti mencari aku lagi dan sudah pasti dia akan berusaha menjatuhkan aku jadi aku harus menghadapinya karena aku tak bisa selalu menghindar bukan? Tenang saja aku tak masalah," ucap Luruh santai. "Katakan bagaimana caranya aku tenang? Aku tidak ingin kehilanganmu makanya aku berbicara seperti ini, sayang! Pokoknya kalau dia berusaha mencari masalah padamu, kamu harus bilang ke aku dan jangan menghadapi pikiran licik gadis itu sendirian ya? Aku ada bersamamu jadi kamu bisa kapanpun padaku! Kamu paham kan sayang?" ujar Axton khawatir. "Iya aku paham, tetapi jika keadaannya mendesak maka mau tidak mau aku harus menghadapi Laninna semampu yang aku bisa ya? Jangan khawatir akan masalah yang ia perbuat lagipula aku memang terbiasa menghadapi hal begini jadi kamu hanya perlu percaya padaku dan doakan agar kamu dan aku sama-sama kuat menghadapi Laninna ya," sahut Luruh lembut. Sebenarnya Axton percaya jika istrinya bisa melindungi dirinya sendiri, tetapi walaupun begitu Axton akan meminta bantuan daddy dan abangnya untuk menjaga Luruh sedangkan Laninna yang masih menunggu di lobi kantor Axton masih terus menunggu kedatangan Luruh karena ia yakin perempuan itu akan segera turun. "Bukan aku tak mempercayai dirimu, Luruh! Aku sangat yakin bahwa kamu bisa melindungi dirimu sendiri, tetapi tetap saja aku mengkhawatirkan dirimu! Aku mengenal Laninna sejak lama dan sedikit banyak aku tau bahwa dia bisa melukai kapan saja, sayang! Kalau begitu aku akan meminta bantuan daddy sama bang Terang biar kamu lebih aman," batin Axton waspada. "Mungkin kamu bisa besar kepala saat di ruangan Axton karena keberadaan suamimu itu, tapi aku bisa menaklukkan apapun yang aku mau jadi akan aku buat kamu merasakan rasa kecewa yang sempat tadi aku rasakan di sana! Saat kamu datang maka tak ada jalan untuk lari kecuali menghadapi aku yang bukan tandinganmu nona kecil," gumam Laninna datar. Sejujurnya saat tadi Laninna melihat Axton yang membela Luruh ketika di ruangan pemuda itu membuat Laninna merasa geram dan ia berusaha untuk membalaskan rasa kesal dan bencinya pada gadis yang di perlakukan Axton dengan baik karena Laninna berpikir tidak boleh ada gadis lain yang di perhatikan lebih darinya. "Baru kali ini Axton membela gadis selain diriku! Melihat ucapan dan perlakuannya yang lembut membuatku merasa sangat marah pada Luruh! Gadis itu tidak layak di perhatikan oleh Axton dan akan aku buat ia merasakan rasa kesal karena seharusnya mereka tidaklah bersama! Aku benci sekali melihat tatapan Axton padanya itu," ujar Laninna geram. Tak lama suara lift terdengar membuat Laninna memandang tajam ke arah Luruh yang terlihat menyadari keberadaan Laninna yang menatap dirinya, lalu ketika ia mengabaikan teman baik dari suaminya tiba-tiba saja pergelangan tangannya di tahan dan Laninna mengajak Luruh ke kedai yang tak jauh dari kantor ini. "Sepertinya tadi kamu belum makan dengan baik setelah cukup sibuk mengurusi makan siang suamimu iya kan? Kalau begitu sebagai permintaan maaf ucapanku yang keterlaluan, maukah kamu makan siang bersamaku? Kebetulan aku juga belum makan siang jadi kita bisa saling mengenal di sana? Tenang saja tidak jauh kok! Hanya di kedai depan kantor ini dan di sana aku dengar menunya enak dan banyak variasinya loh," ucap Laninna santai. Entah mengapa Luruh teringat dengan pesan beberapa menit yang lalu, tetapi ia tidak mungkin menolak ajakan makan siang karena bisa saja Laninna mencari masalah dengan mengarang cerita bahwa Luruh terlalu arogan jadi dengan santai Luruh menerima ajakan makan siang dari teman baik suaminya. "Begitukah? Baiklah, ayok kita pergi makan siang bersama di kedai yang anda bilang! Saya harap makanan yang anda bilang benar-benar enak karena namanya selera tidak selalu bahkan bisa saja berbeda loh? Kalau begitu silahkan anda jalan duluan nanti saya di belakang anda karena saya tidak tau yang mananya kedainya nona Laninna," tutur Luruh lembut. Keduanya sampai di kedai sederhana yang bernuansa hangat, tetapi kedai ini tidak terlalu ramai jadi Luruh dan Laninna tidak kesulitan menyantap makan siang mereka lalu tak lama pelayan datang dan menuliskan pesanan Luruh dan Laninna kemudian dengan bangga Laninna bercerita jika Axton dan dirinya telah berteman sejak lama. "Tidak biasanya kedai ini gak terlalu ramai, biasanya aku dan Axton beberapa kali makan di kedai ini dan lagi ramai loh! Oh iya aku belum memperkenalkan diriku dengan benar ya? Namaku Laninna Veenintya Ayu, Axton biasanya memanggilku Laninna dan Luruh bebas memanggil apapun kok! Ngomong-ngomong aku dan Axton telah berteman dari lama dan banyak hal baik yang kami lalui juga loh, Luruh!" ucap Laninna bangga. Tatapan dan nada ucapan yang Laninna katakan saat ini membuat Luruh mengerti satu hal yang gadis itu coba tunjukkan padanya, gadis itu entah sengaja memancing emosinya atau ia ingin Luruh mengerti bahwa kedekatan antara Axton dan Laninna lebih dari yang Luruh bayangkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN